Connect with us

Salah Satu Hunian Tertinggi di Dunia Terbakar

Menara Torch di Dubai terbakar lagi(ist)

Dubai – Salah satu hunian tertinggi di dunia, Menara Torch dikabarkan mengalami kebakaran Jumat pagi (4/8). Gedung setinggi 330 meter di Dubai, Uni Emirat Arab itu diperkirakan terbakar sejak pukul 01.00 waktu setempat atau sekitar pukul 05.00 WIB.

Sebuah rekaman video amatir yang diambil di lokasi kejadian cukup jelas menggambarkan kobaran api yang melahap bangunan. Sejumlah puing-puing pun tampak berjatuhan dari ketinggian. Bahkan saat menara terbakar, banyak warga yang berkumpul di bawah untuk menyaksikan kobaran api.

Seperti diberitakan laman Independent, seorang saksi mata, John O’Nolan, merekam pemandangan dari marina, di seberang lokasi kebakaran. “Kebakaran di Marina Dubai semakin besar dan menyebar ke atas bangunan. Banyak puing-puing, tidak tahu menara mana,” kata dia.

DUBAI THE TORCH

Bagian lobi Menara Torch saat kejadian (Rex)

O’Nolan menulis, kobaran api tidak terjadi di satu titik. Api kedua juga dimulai di dasar menara saat puing-puing jatuh di dekat gedung-gedung yang lebih kecil. Menurut O’Nolan, api masih menyala pada saat dia menulis pesan tersebut.

“Setidaknya 15 lantai di tengahnya masih menyala, namun agak berkurang,” kata dia.

Sedangkan seorang Juru Bicara Kepolisian Dubai mengatakan kepada Gulf News bahwa kebakaran tersebut terjadi di lantai sembilan dan mulai menyebar ke atas. “Aparat sekarang berada di tempat kejadian untuk mengendalikan api,” kata dia. Sementara otoritas pertahanan sipil mengaku dalam akun Twitter-nya, mereka telah mengevakuasi semua orang dari bangunan itu dengan selamat. Tidak ada yang dilaporkan terluka.

Menara Torch–yang berarti obor dalam bahasa Indonesia–merupakan salah satu bangunan penghuni tertinggi di dunia, yang pertama kali dibuka pada tahun 2011. Hunian ini sendiri sebenarnya pernah terbakar pada bulan Februari 2015. Namun pada tahun 2016, pihak berwenang Dubai memberikan izin kembali untuk melakukan perbaikan ekstensif di bagian luar menara yang rusak selama kebakaran. Hingga tulisan ini dinaikkan, belum ada informasi lebih jauh apakah pekerjaan ini telah selesai.

Menara Torch juga pernah mengalami kebakaran pada 2015.

W. Novianto

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Polisi Terbakar di Cianjur Meninggal Dunia

Oleh

Fakta News
(Ilustrasi)

Bandung – Ipda Erwin Yudha Wildani, anggota polisi yang terbakar hidup-hidup saat mengamankan demo mahasiswa di Kabupaten Cianjur meninggal dunia.

“Telah gugur putra terbaik Polri Polda Jabar dalam melaksanakan tugas, Ipda Erwin Yudha Wildani,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Senin (26/8/2019).

Erwin meninggal dunia dini hari tadi pukul 01.38 WIB. Erwin meninggal saat tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.

“Meninggal akibat luka bakar ketika melaksanakan tugas Polri pada pengamanan unjuk rasa di depan kantor pemerintahan Kabupaten Cianjur,” kata Truno.

Erwin yang sudah bertugas selama 25 tahun 7 bulan ini rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Cianjur hari ini. Sebelum dimakamkan, bapak dua anak ini akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Mayor Harun Kabir RT 03 RW 11 Gang Pulo 6 Kabupaten Cianjur. Pemakaman akan dipimpin langsung Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi.

“Dalam kesempatan ini Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi menyampaikan ucapan bela sungkawa duka cita mendalam, telah gugur putra terbaik Polda Jabar dalam melaksanakan tugas pengabdian untuk negara, masyarakat dan institusi Polri,” kata Truno.

Seperti diketahui, Erwin terbakar hidup-hidup saat tengah mengamankan demo mahasiswa di Cianjur, Kamis (15/8/2019). Selain Erwin, ada tiga polisi lain yang ikut terbakar.

Dari insiden ini, polisi telah mengamankan sejumlah mahasiswa. 5 orang ditetapkan menjadi tersangka. 

Baca Juga: 

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Menristekdikti: Harteknas dan Ritech 2019 Tingkatkan Minat Riset dan Inovasi Generasi Muda

Oleh

Fakta News
Menristekdikti M Nasir

Jakarta – Bali menjadi titik momentum harapan bangkitnya riset dan inovasi karya anak bangsa. Dua gelaran terkait teknologi; peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 dan Ritech Expo 2019 dilaksanakan di Lapangan Puputan, Denpasar, Bali pada Minggu (25/8/2019).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati membuka secara resmi gelaran Ritech Expo 2019 yang akan diselenggarakan empat hari 25-28 Agustus 2019.

Sebelumnya, Menristekdikti dan Wakil Gubernur Bali juga melepas 15.500 peserta gerak jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 di lokasi yang sama.

Hateknas: tumbuhkan minat inovasi

Menteri Nasir dalam sambutan berharap dengan penyelenggaraan Hakteknas di luar Jakarta bisa membangkitkan semangat dan jiwa riset dan inovasi di daerah. Masyarakat Bali dapat menjadikan momen peringatan Hakteknas 2019 sebagai ajang menumbuhkan minat meneliti dan berinovasi, terutama bagi generasi muda.

“Mudah mudahan inovasi selalu muncul dari anak-anak muda Indonesia di Bali. Dari generasi muda Bali akan muncul inovator yang masuk kelas dunia,” ujar Menristekdikti seperti dilansir dari rilis resmi.

Menteri Nasir menambahkan saat ini ada 2 unicorn Indonesia yang masuk 20 besar di Asia. Gojek menempati peringkat 7 dari 20 unicorn Asia dengan nilai di atas 5 miliar dolar atau sekitar Rp 75 triliun. Selain itu, Tokopedia juga berhasil masuk peringkat 11 Asia.

“Generasi muda Bali dapat menjadikan ini sebagai sumber inspirasi. Mudah-mudahan di Bali akan muncul banyak startup sehingga ekonomi daerah dapat tumbuh lebih baik,” harap Menristekdikti.

“Penelitian bernilai ekonomis, ada banyak. Mulai dari besar, sedang, dan kecil. Contoh yang besar, bagaimana minyak sawit bisa dijadikan bahan bakar minyak, seperti solar dan avtur. Kalau bisa diselesaikan dalam dua tahun ke depan, kita tidak impor BBM. Kita bisa hemat 17,6 miliar dolar atau Rp 250 triliun,” ujar Nasir.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana dalam kesempatan yang sama menyambut baik penyelenggaraan puncak Hakteknas 2019 di Bali. Wakil Gubernur berharap para mahasiswa dan generasi muda Bali dapat memanfaatkan acara ini untuk menambah ilmu pengetahuan dan mendorong riset dan inovasi di Provinsi Bali.

Baca Selengkapnya

BERITA

Tak Hanya DKI, PSI Tolak Pin Emas Anggota Dewan Secara Nasional

Oleh

Fakta News
Ketum PSI Grace Natalie

Jakarta – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengatakan, penolakan PSI terhadap pin berbahan emas tidak hanya berlaku di DKI Jakarta saja. Ia memastikan penolakan ini berlaku secara nasional.

“Ini bukan hanya sikap PSI di DKI Jakarta tapi menjadi porsi dan komitmen kami,” katanya, usai acara Kopi Darat Wilayah (Kopdarwil) DPW PSI DKI Jakarta, di Novotel Hotel, Jakarta Barat, Minggu (25/8/2019).

Grace menjelaskan, pemerintah seharusnya irit terhadap sesuatu hal. Penggunaan pin berbahan emas, katanya, bisa diganti dengan bahan lain yang lebih murah.

Ia lalu mengungkapkan bahwa di dalam aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), tidak ada kewajiban anggota DPRD untuk memakai pin berbahan dasar emas. Grace pun langsung menyinggung anggaran pin emas DKI Jakarta yang mahal.

“Buat kami uang Rp 1 miliar itu banyak. Belum lagi dikalikan di tempat-tempat lain. Saya rasa di tempat lain ada juga kok yang bukan emas. Kalau memang ini adalah sebuah kewajiban yang di standarisasi oleh negara, harusnya semua daerah sama dong,” lanjut dia.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menuding PSI mencari popularitas dari isu pin berbahan emas. Grace mempertegas, irit bukanlah sebuah popularitas.

“Irit kok disebut mencari popularitas. Gimana nih. Kita ngirit kepada uang masyarakat. Ini tanggung jawab kita kepada konstituen masyarakat. Ini bukan pencitraan, bukan juga sekedar gimik. Semua hal bisa dipertanggungjawabkan kepada publik, untuk uang masyarakat, apa dasarnya harus dibelanjakan emas 24 atau 22 karat. Itu (pin emas) tidak terkait produktivitas sama sekali. Kalau bisa di irit, kenapa engga,” pungkas Grace.

Sebelumnya diberitakan, PSI DKI Jakarta telah menolak pin emas anggota DPRD DKI Jakarta. Menurut PSI, pengadaan pin emas untuk para anggota Dewan hanya menghamburkan uang.

“Bahwa PSI menyadari bahwa pin penting sebagai identitas jabatan anggota Dewan. Kami persoalkan adalah biaya ini. Kenapa emas? Kita hitung dari anggaran yang ada berarti pin senilai Rp 5 juta untuk dipakai,” ucap Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest saat dihubungi, Selasa (20/8).

 

Yuch

Baca Selengkapnya