Saat Presiden Minta Guru PGSI Blak-Blakan Masalah Birokrasi

  • Fakta.News - 12 Jan 2019 | 00:07 WIB
Saat Presiden Minta Guru PGSI Blak-Blakan Masalah Birokrasi
(Foto: Biro Pers Setpres)

Jakarta – Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan pengurus dan sejumlah guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI). Pertemuan dengan organisasi yang mewadahi para guru swasta di Indonesia itu berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian yang diberikan para guru untuk mendidik anak-anak bangsa tanpa pamrih. Ia menyadari bahwa pendidikan merupakan gerbang menuju sebuah kemajuan.

“Peranan bapak dan ibu sekalian dalam memberikan pendidikan kepada generasi muda sangat penting karena pendidikan adalah pintu untuk masuk menuju sebuah kemajuan. Hanya bangsa yang terdidik, cerdas, berakhlak, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan makmur,” ujarnya.

Di tengah sambutannya itu, Presiden Joko Widodo tiba-tiba menyinggung mengenai persoalan guru yang dilaporkan kepadanya oleh Ketua PGSI. Beberapa yang dilaporkan di antaranya soal sertifikasi dan penyetaraan bagi para guru non-PNS.

“Saya tidak tahu kenapa enggak rampung-rampung, masalahnya ada di mana? Mungkin ada yang bisa maju dan cerita. Blak-blakan saja. Tadi Pak Ketua kelihatannya kurang blak-blakan. Sekarang saya mau tanya biar dijawab,” ucapnya.

Megayanti, seorang guru dari Pemalang yang telah 10 tahun mengajar kemudian maju ke hadapan Presiden. Sebagaimana yang diinginkan Presiden, ia menyampaikan sejumlah keluhan dan kesulitan yang dihadapi.

“Tujuh tahun mengajar honor saya Rp50 ribu. Tiga tahun belakangan honor kami Rp150 ribu. Alhamdulillah, Pak Presiden. Kami ke sini sangat bahagia sekali, mungkin kami dapat menyampaikan aspirasi guru-guru seluruh Indonesia,” tuturnya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar