Connect with us
Pilpres 2019

Jauh dari Indonesia Timur, Relawan DJM: Jokowi 2 Periode Harga Mati!

Relawan DJM
Relawan DJM 2 Periode dari wilayah timur Indonesia(ist)

Jakarta – Sejumlah elemen masyarakat di wilayah Indonesia timur yang tergabung dalam Relawan Doakan Jokowi Menang (DJM) 2 Periode, siap untuk memenangkan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 mendatang. Relawan DJM 2 Periode ini telah mendeklarasikannya di Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, pada Jumat (3/8/2018) lalu. Lokasi itu pun bakal digunakan sebagai pusat posko pemenangan Jokowi di Papua.

Dukungan yang mereka berikan ini dibuktikan dengan mengirimkan hampir 2000 orang relawan saat acara Rapat Umum Relawan Jokowi (RURJ) yang berlangsung di Sentul Internasional Convention Center (SICC) pada Sabtu (4/8/2018) kemarin. Mereka jauh-jauh hadir dari daerah Indonesia Timur seperti Makassar, Tana Toraja, dan Papua. Kelompok relawan ini memiliki beragam latar belakang suku, agama dan ras.

Baca Juga:

Menurut Ketua Dewan Pembina DJM 2 Periode, Lennis Kogoya mengatakan perhatian Jokowi terhadap rakyat Indonesia terutama Papua dengan berbagai program maupun kebijakan menjadi alasan pihaknya mendukung untuk melanjutkan periode selanjutnya. Mereka ingin Jokowi meneruskan pembangunan sampai selesai.

“Kami dukung Jokowi untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah dilakukan. Karena tidak ada yang bisa melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai selain Jokowi,” kata Lennis dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/8/2018).

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Gus Mis: Ancaman bagi Negeri Ini adalah ISIS, HTI dan Kelompok Ekstremis

Oleh

Fakta News
Zuhairi Misrawi

Jakarta – Cendekiawan Nadhlatul Ulama (NU) Zuhairi Misrawi (Gus Mis) menanggapi sebagian pihak yang masih meributkan bahaya PKI atau komunisme di Indonesia. Gus Mis menegaskan, ancaman bagi negeri ini adalah kelompok-kelompok ekstrimis seperti ISIS.

“Ancaman bagi negeri ini adalah ISIS, HTI dan kelompok ekstremis lainnya!,” ujar Gus Mis.

Gus Mis pun menduga kalangan yang gemar melontarkan isu PKI sebagai pihak yang berniat membelokkan isu.

Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu menyatakan, siasat kelompok-kelompok ‘anti PKI’ itu mudah terbaca.

“Jangan suka membelokkan pada hal lain, kawan. Siasatmu mudah dibaca!” ujar Gus Mis.

Isu PKI memang terus dihembuskan sebagian kalangan. Salah satunya tampak dari acara Apel Siaga dan Mimbar Bebas bertema: “Tumpas Komunis Dari Bumi Pertiwi Save Pancasila dan NKRI” yang diinisiasi Gerakan Pemuda Indonesia (GPI) bersama beberapa Ormas Islam, OKP dan LSM pada Senin (1/6).

Faktanya, yang mengganggu keamanan dengan tindakan brutal justru ekstrimis ISIS.Seorang anggota polisi Polda Kalimantan Selatan meninggal diserang simpatisan ISIS, Senin (1/6) dini hari.

Seorang lagi anggota polisi yang bertugas di Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan mengalami luka-luka akibat serangan teroris tersebut.

 

(mjf)

Baca Selengkapnya

BERITA

BPOM Bagi Resep Pangan Aman Selama Masa Pandemi COVID-19

Oleh

Fakta News
Direktur Pengawasan Pangan Olahan Risiko Sedang dan Rendah BPOM, Emma Setyawati

Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengharapkan masyarakat dapat memahami apa itu pangan aman, bagaimana cara penyajiannya, distribusi sampai sebelum layak dikonsumsi. Hal itu penting, sebab pangan sebagai kebutuhan dasar bahan pokok dan konsumsi sehari-hari harus dipastikan dapat benar-benar dapat memberikan kebaikan bagi tubuh, bukan sebaliknya.

Dalam diskusi bertajuk “Food Safety di Masa Adaptasi Pandemi Jadi Kunci Penanganan COVID-19” di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Direktur Pengawasan Pangan Olahan Risiko Sedang dan Rendah BPOM, Emma Setyawati mengatakan bahwa pangan aman itu adalah harus terbebas dari tiga cemaran, yakni biologi, kimia dan fisik. Dalam hal ini, virus termasuk dalam cemaran biologi.

“Virus itu sebetulnya cemaran biologi,” kata Emma di Jakarta, Rabu (3/6).

Dalam kaitannya dengan pandemi COVID-19, penularan dari virus SARS-CoV-2 atau virus corona jenis baru penyebab penyakit COVID-19 tidak terjadi lewat pangan. Akan tetapi virus dapat hidup di inang seperti bagian tubuh manusia dan penyebaran terjadi melalui droplets yang keluar dari mulut serta hidung seseorang yang terinfeksi.

“Virus ini bukan food borne desease bukan. Dia tidak ditularkan dari makanan, cuma dia bisa hidup di inang yang hidup. Ini berarti dari tangan ke tangan, dari droplets,” jelas Emma.

Dari gambaran tersebut, Emma mengingatkan bahwa pangan dapat kemudian tercemar virus mulai dari ketika pangan itu dibuat atau ketika pangan itu didistribusikan hingga dikonsumsi oleh masyarakat. Sebab rangkaian proses itu tentunya juga melalui tangan ke tangan.

Oleh karena itu, BPOM kemudian mengeluarkan buku panduan produksi pangan sebagai upaya untuk memastikan keamanan pangan di tengah pandemi COVID-19. Adapun buku panduan tersebut adalah berbentuk digital atau e-book yang dapat diakses melalui situs resmi pom.go.id dan dapat diunduh secara gratis.

“Badan POM mencoba untuk mengelola ini, membuat manajemen untuk peredaran pangan. Bagaimana menangani pangan ini sehingga pada saat dikonsumsi tetap aman,” jelas Emma.

Tentunya dalam mengeluarkan buku panduan tersebut, BPOM juga tidak bergerak sendiri, melainkan dengan melibatkan berbagai pihak seperti mulai dari produsen, distributor, jasa pengantaran dan lainnya.

Selain menjadi e-book, BPOM juga melakukan pertemuan secara virtual dengan berbagai pihak untuk memastikan pedoman pangan aman dapat dilakukan tanpa mengurangi gizi pangan tersebut.

Emma juga mengatakan bahwa e-book tersebut sebenarnya merupakan pedoman yang sebelumnya sudah ada dan dalam hal ini dimodifikasi dengan penambahan aturan protokol kesehatan untuk penanganan COVID-19.

“Jangan sampai desak-desakan di sarana produksinya. Kemudian, pakailah masker bahkan penutup rambut, pakai sarung tangan di tempat produksi. Ketika mengantarkan juga demikian, jangan langsung bersentuhan dengan tangan penerimanya,” jelas Emma.

Dalam pengemasan makanan tersebut, Emma juga mengatakan bahwa di setiap produk makanan perlu memiliki tiga lapis kemasan mulai primer, sekunder dan tersier. Hal itu dimaksudkan agar produk makanan tidak bersinggungan langsung dengan tangan produsen hingga distributor yang mengantarkan makanan tersebut.

“Distribusi aman sampai dengan ke tangan konsumen,” kata Emma.

Selain pengelolaan pangan aman, BPOM juga memastikan agar isi makanannya juga dapat sesuai dengan standar gizi yang layak untuk dikonsumsi dan memberi kebaikan bagi tubuh.

Baca Selengkapnya

BERITA

Pemkot Surabaya Fokus Pelacakan dan Pemetaan Wilayah untuk Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Oleh

Fakta News
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, terus berupaya memutus mata rantai penyebaran covid-19. Salah satunya dengan menekankan tracing atau pelacakan dan pemetaan suatu wilayah secara masif. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan ketika pihaknya pertama kali menerima data seseorang dinyatakan positif covid-19, pemkot langsung melakukan tracing.

“Jadi kami punya beberapa klaster yang ada di Surabaya. Kita tracing, siapa dia, ketemu di mana, kemudian siapa saja di situ,” kata Risma, melansir Antara, Rabu, 3 Juni 2020.

Melalui tracing akan ditemukan orang dengan risiko (ODR). Dari situ, lanjut Risma, akan dilakukan perincian kontak terhadap ODR.

Ia mencontohkan, jika dalam satu perusahaan setelah dilakukan tes ditemukan satu orang positif covid-19, pemkot langsung melakukan tracing untuk seluruh keluarga.

“Dan orang itu kita masukkan sebagai ODR,” imbuh dia.

Setelah itu, petugas medis akan mendatangi rumah ODR dan melakukan pemeriksaan. Jika kondisinya berat, dimasukkan ke rumah sakit. Namun jika sebaliknya, ODR dibawa ke Hotel Asrama Haji untuk isolasi.

Namun demikian, ia mengaku ada beberapa yang tidak mau dievakuasi karena menyatakan tidak positif dan ingin melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Nah ketika melakukan isolasi mandiri di rumah itu, kami memberikan makan supaya mereka tidak keluar (rumah). Setiap hari kelurahan mengirim makan tiga kali. Siangnya kita berikan telur dan jamu. Itu mereka isolasi mandiri. Kadang-kadang ada vitamin,” sambung Risma.

Selain itu, ia menambahkan saat ini pihaknya terus gencar melakukan rapid test (tes cepat) massal dan swab di beberapa lokasi yang dinilai ada pandemi. Kendati kesulitan di awal, Risma mengaku telah terbantu dengan rapid test kit yang telah diberikan pemerintah pusat.

“Jadi kita lakukan rapid test massal di beberapa tempat. Kadang lokasinya di sepanjang jalan, kadang pula di masjid dan sebagainya. Sampai hari ini rapid test kurang lebih sebanyak 27.000 orang,” jelasnya.

 

(mjf)

Baca Selengkapnya