Opini Pakar: Ahmad Asrori Radikalisme di Indonesia: Antara Historisitas dan Antropisitas

  • Fakta.News - 15 Mei 2018 | 17:28 WIB
Radikalisme di Indonesia: Antara Historisitas dan Antropisitas
(Ilustrasi)

Jakarta – Masyarakat Islam Indonesia dikenal cinta damai sejak dulu. Bahkan, saat penyebaran Islam di Indonesia, para wali tidak menggunakan pendekatan yang anarkis. Tak aneh, bila Presiden Afghanistan ingin belajar dari Indonesia dalam membangun kerukunan dalam keberagaman. Sayangnya, masyarakat Islam Indonesia yang dikenal cinta damai ini kini sering dinodai oleh munculnya aksi-aksi intoleran, bahkan teror peledakan bom. Kasus terbaru adalah teror peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018).

Pertanyaan yang muncul adalah: kenapa kini banyak aksi-aksi intoleran dan teror bom di Indonesia? Siapa penyebabnya? Ahmad Asrori (IAIN Raden Intan Lampung) membahas masalah ini dalam tulisan Radikallisme di Indonesia: Antara Historisitas dan Antropisitas yang dipublikasikan dalam Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam – Kalam: Volume 9, Nomor 2, Desember 2015. Berikut nukilan dari analisa Ahmad Asrori.

Baca Juga:

BACA JUGA:

Tulis Komentar