Connect with us

Presiden Jokowi Sidak Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Kota Cilegon

Cilegon – Presiden Joko Widodo menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon setibanya di kota tersebut dalam rangka kunjungan kerja. Kegiatan sidak di RSUD Cilegon ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa pelayanan BPJS Kesehatan telah diberikan dengan baik kepada para pasien.

“Saya ingin memastikan apakah yang berada di (ruang perawatan) kelas III itu BPJS. Hampir tadi 90 persen lebih memang BPJS. Memang sama seperti rumah sakit yang lain. Saya kira 70-80 persen itu PBI (penerima bantuan iuran), yang gratis, dan sisanya 20 persen itu memakai yang mandiri, bayar sendiri,” ujarnya.

Tiba sekira pukul 09.13 WIB, Presiden yang tampak didampingi oleh di antaranya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dua Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar dan Adamas Belva Syah Devara, Gubernur Banten Wahidin Halim, serta Wakil Wali Kota Cilegon Ati Marliati langsung menuju tempat registrasi pasien dan berbincang langsung dengan mereka terkait pelayanan BPJS Kesehatan di rumah sakit tersebut.

Setelahnya, Kepala Negara juga menuju instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang perawatan pasien kelas III. Presiden juga berbincang dengan sejumlah pasien yang sedang dirawat.

Berdasarkan pengamatan dan perbincangannya dengan para pasien di RSUD Kota Cilegon dan rumah sakit lain yang dikunjunginya dalam kunjungan kerja sebelumnya, Presiden mengatakan bahwa pelayanan terhadap para peserta BPJS Kesehatan secara garis besar tidak mengalami kendala.

“Pelayanan setiap rumah sakit berbeda-beda. Ada yang rumah sakitnya sudah bagus, ada yang masih dalam proses pembenahan. Saya kira memang ini memerlukan proses di masing-masing rumah sakit. Tetapi intinya kalau keluhan pelayanan (BPJS Kesehatan) di tiga rumah sakit itu saya enggak mendengar,” tuturnya.

Pemerintah sendiri telah mengalokasikan anggaran dalam APBN, ditambah dengan ABPD masing-masing daerah, untuk membiayai kepesertaan masyarakat dalam BPJS Kesehatan dari kategori penerima bantuan iuran (PBI). Kurang lebih sebanyak 133 juta peserta atau sekitar 60 persen dari total kepesertaan BPJS Kesehatan ditanggung oleh negara.

Menurut Presiden, dengan proporsi kepesertaan dan pembiayaan tersebut, BPJS harus mampu mengendalikan defisit yang saat ini tengah dialami. Pemerintah melalui Menteri Kesehatan juga terus berupaya untuk mencarikan solusi atas persoalan itu.

“Itu yang mau kita atasi di empat tahun ini tapi belum ketemu jawabannya. Tapi sekarang Menteri Kesehatan sudah menyampaikan di rapat terbatas kemarin bahwa tahun depan sudah ketemu jurusnya. Nanti tanyakan ke Menkes,” tandasnya.

 

Yuch

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Ingatkan Negara Kaya Tak Timbun Vaksin Corona, Paus Fransiskus Minta Orang Miskin Diprioritaskan Dapat Vaksin

Oleh

Fakta News
Paus Fransiskus

Vatican City – Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, menyerukan bahwa anggota masyarakat yang miskin dan lemah harus mendapatkan perlakuan istimewa saat vaksin virus Corona (COVID-19) siap digunakan. Paus Fransiskus memperingatkan negara-negara kaya untuk tidak menimbun vaksin Corona.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (26/9/2020), seruan itu disampaikan Paus Fransiskus dalam pidatonya di hadapan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Jumat (25/9) waktu setempat. Paus Fransiskus berbicara dari Vatikan via video yang direkam lebih awal.

Dituturkan Paus Fransikus dalam pidatonya bahwa pandemi global telah menyoroti kebutuhan mendesak untuk memajukan kesehatan publik dan memastikan akses pada vaksin.

“Jika ada yang harus diberi preferensi, biarlah mereka yang paling miskin, yang paling rentan, mereka yang begitu sering mengalami diskriminasi karena mereka tidak memiliki kekuasaan atau sumber daya ekonomi,” tegas Paus Fransiskus dalam pidatonya.

Lebih lanjut, Paus Fransiskus memperingatkan bahwa negara-negara kaya tidak seharusnya menimbun vaksin Corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memperingatkan terhadap ‘nasionalisme vaksin’ dan mendorong negara-negara maju untuk bergabung dalam pakta global untuk berbagi kandidat vaksin Corona dengan negara-negara berkembang.

Lebih dari 150 vaksin Corona kini tengah dalam pengembangan, dengan dua lusin kandidat vaksin di antaranya tengah dalam tahap uji coba terhadap manusia dan beberapa sedang dalam tahap uji coba tahap akhir.

Dalam pidatonya, Paus Fransiskus juga mengulang seruan kepada negara-negara kaya untuk mengurangi atau menghapus utang yang membebani negara-negara miskin. Dia menyerukan perubahan dalam institusi ekonomi dan keuangan agar mereka bisa lebih baik dalam ‘merespons kesenjangan yang tumbuh pesat antara orang super-kaya dan orang miskin permanen’.

Baca Selengkapnya

BERITA

Kabar Duka, Mertua dari Wagub DKI Ahmad Riza Patria Meninggal Dunia

Oleh

Fakta News
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Jakarta – Kabar duka datang dari keluarga Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Ibu Mertua Riza, Yan Yusma meninggal dunia. Asisten Pribadi (Aspri) Wagub DKI, Yudha mengatakan almarhumah meninggal dunia hari ini, Sabtu (26/9) sekitar pukul 05.20 WIB.

“Telah berpulang ke rahmatullah ibu kami, Hj. Yan Yusma binti Ismail Nain, pada hari ini Sabtu, 26 September 2020, sekitar pukul 5.20 WIB yang merupakan ibunda dari ibu Hj. Ellisa Sumarlin dan Ibu Mertua dari Wagub DKI Jakarta Bpk H. Ahmad Riza Patria,” ujar Yudha melalui keterangan tertulisnya.

Yudha meminta kepada masyarakat untuk mendoakan almarhumah. Dia berharap semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT.

“Mohon doanya. Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan diterima segala amal ibadahnya oleh Allah SWT,” ucapnya.

Lebih lanjut, Yudha mengatakan pihak keluarga meminta kepada semua pihak untuk tidak mengirim karangan bunga ke rumah duka. Menurutnya, uang untuk membeli karangan bunga itu sebaiknya digunakan untuk sedekah dengan niat atas nama almarhumah.

“Keluarga berpesan tidak perlu mengirim karangan bunga ke rumah duka. Keluarga menyampaikan harapan agar uang yang sedianya digunakan untuk karangan bunga lebih baik dijadikan sedekah dan atau diniatkan atas nama almarhumah Yan Yusma binti Ismail Nain,” kata Yudha.

Baca Selengkapnya

BERITA

Masuki Masa Kampanye, Bawaslu Ingatkan Paslon Pilkada Patuhi Protokol Kesehatan

Oleh

Fakta News
Penyelenggara Pemilu Ad Hoc
Anggota Bawaslu Mochammad Afiffudin

Jakarta – Tahapan Pilkada Serentak 2020 mulai memasuki masa kampanye hari ini. Bawaslu mengingatkan agar semua pasangan calon yang maju Pilkada 2020 mematuhi aturan protokol kesehatan.

“Kita minta semua pihak memedomani semua aturan, protokol kesehatan dan aturan-aturan kampanye. Ini penting untuk menjaga kita semua menjaga keselematan dan menjaga kualitas proses Pilkada,” kata Anggota Bawaslu Mochammad Afiffudin, Jumat (25/9/2020).

Ia mengatakan Bawaslu juga menyiapkan para petugas untuk mengawasi jalannya kampanye di Pilkada 2020 agar tetap sesuai dengan aturan berlaku. Menurutnya, di kondisi penyelenggaran Pilkada di tengah masa pandemi ini diperlukan kesadaran bersama akan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

“Dalam situasi seperti ini dibutuhkan ketertiban hukum, ketertiban aturan, dan ketertiban politik. Agar pilkada kita tetap berjalan baik dengan mematuhi protokol kesehatan oleh semua pihak,” ujarnya.

Ia menegaskan Bawaslu akan menindak para paslon yang melanggar aturan kampanye di Pilkada 2020. Aturan tentang kampanye di Pilkada 2020 sudah diatur dalam PKPU Nomor 13 Nomor 2020.

“(Sanksi pelanggar kampanye) sudah diatur dalam PKPU 13. Kita jalankan sebagaiman aturan memberi kewenganan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pilkada 2020 tetap digelar secara serempak pada masa pandemi COVID-19. Tahapan, jadwal dan program Pilkada disusun KPU berdasarkan protokol kesehatan.

Tahapan dan jadwal ini, di masukan dalam Peraturan KPU (PKPU) nomor 5 tahun 2020. Tentang perubahan ketiga atas PKPU nomor 13 tahun 2019 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pilkada tahun 2020.

Untuk tahapan masa kampanye dimulai hari ini tanggal 26 September dan berakhir pada 5 Desember 2020. Kemudian masa tenang dimulai pada 6 sampai 8 Desember 2020.

Lalu, pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 9 Desember 2020. Pengumuman hasil penghitungan suara pada 9-15 Desember 2020. Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat provinsi untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada 16-20 Desember 2020.

Baca Selengkapnya