Connect with us
Ulasan Film

Peter Rabbit: Saat Peter Tampil Beda

Peter RabbitSony Entertainment

Ada banyak hal yang bisa menjadi indikator laku tidaknya sebuah film di bioskop. Namun ada satu yang kadang luput dari pertimbangan banyak sineas. Hal itu adalah timing.

Peter Rabbit jelas sebuah film keluarga. Pada umumnya film-film bergenre ini akan ramai di akhir tahun atau ketika libur semesteran. Nah, ketika musim liburan dipenuhi banyak film serupa, film ini justru mengambil waktu di awal tahun. Entah apa alasan pihak distribusi, Sony Pictures, merilisnya sekarang. Apa iya mereka sengaja menghindari persaingan dengan film keluarga lainnya?

Terlepas dari itu, timing Peter Rabbit merilis filmnya justru terbilang tepat. Tak ambisius memuncaki Box Office—yang saat ini dikuasai Black Panther—toh Peter Rabbit tak disangka bisa menyeruak jadi film yang layak diperhatikan. Film garapan Will Gluck ini seakan jadi pilihan kedua setelah film produksi Marvel Studios dan cukup mendapat apresiasi positif.

Singkatnya, film ini bercerita soal seekor kelinci nakal bernama Peter Rabbit yang sering mencuri hasil kebun milik keluarga McGregor. Akibatnya, McGregor sangat membenci Peter Rabbit dan teman-temannya. Namun, McGregor muda menyukai seorang pelukis bernama Bea yang merupakan seorang penyayang binatang. Dia pun berpura-pura menjadi teman kelinci sambil diam-diam mencari cara menyingkirkannya. Peter yang tak kenal takut itu pun berulah demi mengagalkan rencana McGregor muda.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Panggil Kapolri, Jokowi Ingin Progres Kasus Novel Baswedan Segera Diumumkan

Oleh

Fakta News

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis kemarin sore. Jokowi ingin mendapatkan ketegasan soal kasus teror air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Sore, kemarin saya sudah undang Kapolri. Kita tanyakan langsung ke Kapolri. Ingin mendapatkan sebuah ketegasan. Ada progres atau nggak,” kata Jokowi di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Kepada Jokowi, Kapolri melaporkan ada temuan baru soal kasus Novel. Temuan itu sudah menuju tahap kesimpulan.

“Dijawab ada temuan yang baru yang sudah menuju pada kesimpulan. Karena itu, saya nggak kasih waktu lagi. Saya bilang secepatnya diumumkan. Siapa,” ujar Jokowi.

Namun Jokowi tak mengungkap temuan baru yang dilaporkan Kapolri. Dia meminta Kapolri menyampaikan langsung ke publik dalam waktu dekat.

“Tanyakan langsung ke Kapolri. Saya tidak berbicara masalah bulan. Kalau sudah saya bilang secepatnya, berarti dalam waktu harian,” ujar dia.

Sebelumnya, Jokowi pada 1 November meminta Kapolri Jenderal Idham Aziz menuntaskan pengungkapan kasus teror terhadap penyidik KPK Novel dengan tenggat awal Desember. Sementara itu, Polri berjanji kasus Novel diungkap sebelum akhir tahun.

“Tidak akan berapa lama lagi. Insyaallah tidak sampai berbulan-bulan. Doakan, insyaallah,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (9/12). Irjen Iqbal menjawab pertanyaan apakah pengungkapan kasus Novel tak akan sampai tahun berganti.

 

Adn

Baca Selengkapnya

BERITA

Ada omnibus Law, Perekonomian Indonesia di 2020 Diprediksi Tumbuh di Atas 5 Persen

Oleh

Fakta News
Ketergantungan Terhadap Utang berkurang karena kontribusi pajak dan defisit keseimbangan primer serta APBN

Jakarta – Perekonomian Indonesia tahun 2020 diprediksi akan tumbuh lebih baik bila dibandingkan dua tahun sebelumnya. Ekonom BNI Ryan Kiryanto optimistis hal itu terjadi dengan upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendorong agar DPR segera mengesahkan omnibus law.

“Kenapa kita optimis tahun depan lebih baik dari 2018, 2019? Karena ada jurus sakti yang namanya omnibus law,” ucapnya ditemui di Labuan Bajo, NTT, Senin (9/12/2019).

Omnibus law di dalamnya berisi 74 undang-undang yang pada akhirnya dilebur menjadi satu dalam aturan itu. “Sebanyak 74 undang-undang yang conflicting itu nanti akan diambil alih oleh omnibus law,” ujarnya.

Apalagi, proses omnibus law oleh pemerintah sedang disusun dan diprediksi sebelum akhir tahun 2019, sudah disahkan oleh DPR nantinya. Omnibus law ini merupakan kemudahan bagi pemerintah agar dapat menarik investor tanpa harus berpatok terhadap aturan undang-undang.

Salah satunya mengatur terkait perpajakan yang selama ini selalu dipersoalkan oleh pelaku usaha serta investor.

“Saya dengar bulan Desember ini lagi dirapikan, lalu diketok sama DPR. Kedua, ada omnibus law terkait dengan perpajakan. Kartu saktinya ada di omnibus law. Pajak untuk korporasi dapat diskon 300 persen,” katanya.

Selanjutnya, ada visi misi presiden yang harus dilaksanakan oleh para kabinet kerja periode II, Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin. Karena adanya perintah tersebut, maka para kabinet kerja harus mengesampingkan visi misi mereka.

“Tujuh perintah presiden, ini garansi saya. Saya yakin ekonomi kita bisa tumbuh di atas 5 persen di tahun 2020,” ujar Ryan.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya

BERITA

Pergantian Jajaran Direksi, RUPSLB Garuda Indonesia Akan Digelar Pertengahan Januari 2020

Oleh

Fakta News

Jakarta – PT Garuda Indonesia Tbk akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada pertengahan Januari 2020.

Di dalam RUPSLB tersebut akan dilantik jajaran direksi baru. Sebab, saat ini lima direksi Garuda Indonesia telah diberhentikan karena diduga terlibat kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, dewan komisaris Garuda Indonesia telah menyampaikan pemberitahuan penyelenggaraan RUPSLB kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (9/12/2019).

Sesuai aturan, penyelenggaraan RUPSLB bagi perusahaan Tbk baru bisa dilaksanakan setelah 45 hari dari surat permohonan yang diajukan ke OJK.

“Hari ini mulai dikirim ke OJK. Jadi RUPS-nya 45 dari hari ini,” ujar Arya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.

Dengan perkiraan waktu pengajuan tersebut, maka RUPSLB Garuda Indonesia akan berlangsung paling cepat pada pertengahan Januari 2020.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi mencopot lima direksi Garuda Indonesia. Kelima direksi tersebut yakni, Direktur Utama Ari Askhara, Direktur Operasi Bambang Adi Surya, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto dan Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar.

 

Ping

Baca Selengkapnya