Ekonomi Pajak Pembelian Rumah Akan Dihapus Pemerintah demi Dongkrak Penjualan

  • Fakta.News - 18 Okt 2018 | 18:25 WIB
Pajak Pembelian Rumah Akan Dihapus Pemerintah demi Dongkrak Penjualan

Jakarta – Pemerintah hendak menghapus pajak pembelian rumah. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak perekonomian Indonesia. Pajak yang akan dihapus adalah Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Penghasilan (PPh) 22.

Menurut pemerintah, sektor properti dan perumahan punya dampak berantai yang tinggi bagi perekonomian masyarakat. Untuk itu, pemerintah akan menyuntik insentif. Salah satunya penghapusan pajak.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Kamis (18/10). Suahasil memaparkan, dua jenis pajak yang dikenakan pada setiap pembelian rumah ini tengah dihitung, mana yang akan dibebaskan. Suahasil mengaku pihaknya juga sudah berkomunikasi soal rencana tersebut kepada para pengembang perumahan.

“Jadi, ada consider (pertimbangan) untuk dihilangkan. Ada PPh 22 dan PPnBM, mana yang bisa memberikan dampak paling signifikan. Yang bisa dihilangkan lebih dulu, ya itu yang kami hilangkan lebih dulu,” kata dia.

Suahasil menjelaskan, dihapusnya salah satu pajak tersebut juga akan membuat harga rumah lebih terjangkau. Selain itu, ada pula beberapa manfaat lain yang menjadi pertimbangan, yaitu sektor properti dianggap memberikan kesempatan kerja yang banyak sehingga penghapusan atau penurunan pajak bisa memberikan efek ganda (multiplier effect) yang besar.

“Selain itu diharapkan juga akan memperbaiki kondisi di pasar properti. Ambil contoh, saat ini penjualan rumah dari pengembang ke pembeli untuk rumah yang sangat mewah dikenakan PPnBM. Namun, rumah bekas yang dijual antarindividu tidak menjadi objek PPnBM sehingga perputaran transaksi rumah mewah lebih banyak terjadi pada rumah bekas,” ungkapnya.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar