Timur Tengah OKI Sebut Pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem Hina Hukum Internasional

  • Fakta.News - 16 Mei 2018 | 16:33 WIB
OKI Sebut Pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem Hina Hukum Internasional
Amerika Serikat resmi buka kedubesnya di Yerusalem, Senin (14/5/2018).(Foto: AP)

RiyadhOrganisasi Kerja Sama Islam (OKI) menganggap pembukaan Kedutaan Besar (Kedubes) merika Serikat (AS) untuk Israel di Yerusalem, Senin (14/5/2018) merupakan bentuk penghinaan dan pelanggaran terhadap hukum internasional.

Dalam sebuah pernyataan OKI menuturkan, pembukaan kedubes tersebut tidak sah, melanggar hukum dan legitimasi internasional.

Menurut organisasi Islam itu, tindakan AS telah menghina posisi masyarakat internasional mengenai Yerusalem.

“OKI menganggap pemerintahan AS saat ini bertentangan dengan komitmen negaranya sendiri dan menghina hak-hak dasar Palestina serta juga hukum internasional,” bunyi pernyataan resmi OKI melalui situsnya, Senin (14/5/2018).

“OKI dengan tegas menolak dan mengutuk dalam hal yang paling kuat keputusan ilegal ini oleh Administrasi AS dan menganggap tindakan ini sebagai serangan terhadap hak-hak sejarah, hukum, alam dan nasional rakyat Palestina, yang merongrong kedudukan PBB dan  hukum internasional,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga: Resmi Buka Kedutaan Besar di Yerusalem, AS Dikecam

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

BACA JUGA:

Tulis Komentar