Connect with us

Mangkir Diperiksa, Ketum FPI Minta Jadwal Ulang

Ketum FPI Ahmad Sobri Lubis

Jakarta – Ketua Umum Front Pembela Islam (Ketum FPI) Ahmad Sobri Lubis tak bisa memenuhi panggilan hari ini di Polda Metro Jaya. Dia meminta pemeriksaan dijadwal ulang.

“Beliau kembali hari Jumat (13 September 2019),” kata kuasa hukum FPI Sugito Atmo Pawiro saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 11 September 2019.

Menurut dia, kliennya sedang berada di Aceh dalam safari dakwah. Sementara itu, surat panggilan dari penyidik Subdirektorat Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah diterima Sobri.

Namun, Ketum FPI itu mengaku tak paham atas pemanggilan tersebut. “Ini perkara yang mana ya? Malah bertanya ke saya. Kalau makar 17 April ustaz Sobri enggak ada di tempat, jadi enggak tahu,” ungkap Sugito.

Meski demikian, Sugito memastikan Sobri bakal menghadiri panggilan kedua. Ia mengaku akan menanyakan kepada polisi terkait kasus yang menyeret Ketum FPI tersebut.

“Sepulang dari Aceh kita akan datang untuk klarifikasi perkara yang mana. Insyaallah kita akan tetap datang. Kita akan tetap punya iktikad baik dengan permasalahan ini,” tutur dia.

Penyidik sedianya memeriksa Sobri pukul 10.00 WIB. Ia dimintai keterangan sebagai saksi terkait laporan polisi bernomor LP/B/0391/IV/2019/Bareskrim tertanggal 19 April 2019 atas dugaan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara/makar.

Perkara itu terkait peristiwa yang terjadi di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu, 17 April 2019. Pelapor dalam kasus itu yakni Supriyanto.

Namun, terlapor dalam kasus ini belum diketahui. Perkara ini dilimpahkan dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri ke Polda Metro Jaya.

Baca Juga:

 

Yuch

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

270 Pilkada Serentak di Tahun 2020, Presiden: Mari Jaga Agar Berjalan Aman, Damai, dan Demokratis

Oleh

Fakta News
Presiden dan Wapres berfoto bersama dalam acara Presiden saat menghadiri Pengukuhan Pengurus DPP Partai Hanura Masa Bakti 2019-2024, di Jakarta Convention Centre, Provinsi DKI Jakarta, Jumat (24/1).

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa tahun 2020 ini akan ada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 270 daerah.

“Saya hanya titip marilah kita menjaga agar pilkada yang sebanyak 270 itu berjalan aman, berjalan damai, bermartabat, dan demokratis. Jangan sampai ada lagi politik SARA, Setop enggak ada itu,” ujar Presiden saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Masa Bakti 2019-2024, di Jakarta Convention Centre (JCC), Provinsi DKI Jakarta, Jumat (24/1).

Kepala Negara mengingatkan jangan lagi ada hoaks, ujaran-ujaran kebencian, saling fitnah, dan saling hujat-menghujat. “Situasi yang kondusif itu sekarang sengat diperlukan sekali, stabilitas politik dan kamanan itu sangat diperlukan sekali oleh negara mana pun, negara kita juga dalam rangka pembangunan negara yang kita cintai,” tambah Presiden.

Saat ini, menurut Presiden, Pemerintah masih memiliki pekerjaan-pekerjaan dan agenda-agenda besar yang harus diselesaikan dengan cepat. Kepala Negara mencontohkan bahwa pemerintah juga telah mengajukan yang namanya omnibus law ke DPR.

Ia menambahkan bahwa saat ini baru omnibus law untuk perpajakan, minggu depan nanti akan diserahkan lagi omnibus law untuk cipta lapangan kerja.

“Ini adalah dalam rangka persaingan, kompetisi negara kita dengan negara-negara lain. Agar kita lebih fleksibel, agar kita lebih lincah, agar kita lebih kompetitif dalam hal apa pun. Karena sekarang ini dan ke depan,” tambah Presiden seraya menambahkan negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat.

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Wapres Ma’ruf Amin Tegaskan Pemerintah Serius Lakukan Penangkalan Radikalisme

Oleh

Fakta News
Wapres Ma'ruf Amin

Jakarta – Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menegaskan bahwa pemerintah serius dalam melakukan penangkalan radikalisme. Menurut Ma’ruf, radikalisme dan aksi terorisme timbul dari cara berpikir intoleran. Oleh sebab itu, kelompok intoleran tidak boleh diberi kesempatan untuk berkembang di Indonesia.

“Pemerintah memandang perlu serius lakukan penangkalan radikalisme. Saya ditugaskan Pak Presiden menggalang upaya penangkalan ini,” ujar Ma’ruf Amin dikutip dari siaran pers Wapres RI, Jumat (24/1/2020).

Ma’ruf mengatakan, pihaknya mengoordinasikan kementerian dan lembaga dalam rangka menangkal radikalisme tersebut. Cara dengan mencegah berkembangnya pola pikir intoleran.

“Harus ditanggulangi dari hulu ke hilir. Melalui lembaga pendidikan dari PAUD sampai ke pendidikan tinggi,” kata dia.

Adapun dalam kunjungannya ke Yogyakarta, Ma’ruf Amin menghadiri Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Istana Presiden Yogyakarta, Jumat (24/1/2020). Acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

 

Adn

Baca Selengkapnya

BERITA

Waspada Wabah Virus Korona, Menhub Budi Karya Minta Maskapai Tutup Penerbangan ke Wuhan Tiongkok

Oleh

Fakta News
Tiket Pesawat
Menhub Budi Karya Sumadi

Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada seluruh maskapai untuk sementara waktu menutup penerbangan rute Wuhan, Tiongkok. Permintaan ini guna mengantisipasi penyebaran wabah virus korona.

“Kita minta beberapa penerbangan untuk tidak terbang ke Wuhan karena ada beberapa, ada Lion, Citilink (yang terbang ke Wuhan). Sementara ini kita menutup penerbangan ke sana,” kata Budi, seperti dilansir Antara, Jumat, 25 Januari 2020.

Meski tidak ada peringatan perjalanan (travel warning) resmi atas kejadian tersebut, Budi menyebut, secara langsung pemerintah telah menyampaikan penutupan rute Wuhan kepada maskapai. “Secara langsung kita sudah sampaikan ke operator,” ujarnya

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melaksanakan pengawasan ketat berkenaan dengan kedatangan orang dan barang dari luar negeri guna mencegah penularan virus corona baru yang telah menimbulkan wabah di Kota Wuhan, Tiongkok.

Jokowi juga mengatakan bahwa hingga Jumat siang, belum ada warga negara Indonesia yang dijangkiti virus corona. Virus corona saat ini penyebarannya menimbulkan keprihatinan global karena telah menyebabkan 830 orang terinfeksi dan 26 orang meninggal dunia.

Pemerintah sebelumnya juga telah menyiapkan ratusan thermoscanner di pintu keluar masuk Indonesia. Thermoscanner demi mencegah mewabahnya virus korona asal Wuhan, Tiongkok.

“135 pintu negara baik udara, laut, maupun darat yang jaga petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Anung Sugihantono dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Rabu, 22 Januari 2020.

Thermoscanner dapat mendeteksi awal suhu tubuh manusia di atas 38 derajat celsius. Nantinya, seseorang yang bersuhu di atas 38 derajat akan terlihat berwarna merah di thermoscanner.

 

Munir

Baca Selengkapnya