Connect with us

Manfaatkan Potensi Tanaman Tebu, PTPN XI Lakukan Ekspor Perdana SCT ke Jepang

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XI, Gede Meivera Utama Adnjana Putera saat pelepasan ekspor perdana daduk di Pabrik Gula Djatiroto Lumajang Jumat (13/2/2020).

Lumajang – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI bekerjasama dengan mitra yang bergerak di bidang bisnis produksi dan perdagangan biomassa melakukan ekspor perdana sebanyak 17 ton daun tebu kering (Sugar Cane Top/SCT) ke Jepang Jumat (14/2/2020).

Pelepasan dilakukan di Pabrik Gula Djatiroto Lumajang. “Kami memanfaatkan peluang yang selama ini seolah disia-siakan. Bahkan berpotensi merusak lingkungan dengan membakar daduk (SCT). Sementara kami juga tahu tanaman tebu dari pucuk sampai akar ada manfaatnya,” kata Direktur Utama PTPN XI, Gede Meivera Utama Adnjana Putera di Pabrik Gula Djatiroto Lumajang Jumat (14/2/2020).

Daun tebu kering (daduk) tersebut dipasok dari kebun tebu milik PTPN XI.  Asumsi perolehan jumlah daun kering sebanyak 2% pada saat masa pemeliharaan (klentekan). Kemudian 10% pada saat musim giling/panen dan protas sebesar 800 Ku/Ha. Maka potensi pasokan daduk diperkirakan sebesar 16 Ku/Ha pada masa pemeliharaan dan 80 Ku/Ha pada masa panen.

“Ke depan akan kami kembangkan melalui inovasi PTPN XI terkait pengembangan pemanfaatan tanaman tebu selain core business yang sudah berjalan yakni gula,” kata dia.

Saat ini, PTPN XI mencoba ekspor daduk dengan potensi bahan baku cukup besar yakni kisaran 16 kuintal per hektare pada masa pemeliharaan dan 80 kuintal per hektare pada masa panen.

“Hasilnya menjanjikan pendapatan yang tinggi bahkan cukup untuk menutupi biaya kebun yang berpengaruh positif terhadap HPP kami,” kata Gede.

Seperti diketahui, dalam fase pertumbuhan tanaman tebu dilakukan klentek pengupasan daun kering sebanyak dua kali. Tujuannya, memperlancar sirkulasi udara dan proses fotosintesis, menaikkan rendemen, mencegah keluarnya akar pada ruas, mencegah kebakaran kebun tebu, mengurangi kelembaban hingga meringankan beban tanaman. Sehingga tidak mudah roboh.

Daduk hasil kegiatan klentek atau sisa tebangan biasanya menjadi sampah. Kebanyakan dibakar langsung di lahan karena dianggap sebagai pilihan paling praktis untuk persiapan lahan penanaman tebu. Hal ini berdampak pada pencemaran udara. Dengan tidak dilakukannya pembakaran daun tebu, juga bermanfaat mengurangi resiko ketidakseimbangan populasi fauna tanah dan mempertahankan kandungan bahan organik tanah.

Terpisah, Komisaris Utama PTPN XI Dedy Mawardi mengapresiasi kinerja direksi PTPN XI yang memanfaatkan daduk yang selama ini dianggap sebagai “sampah” tebu. Sehingga daduk menjadi memiliki berguna untuk kepentingan ekspor.

“Ekspor daduk ini juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekspor secara luas,” kata dia.

Daduk oleh negara importir akan digunakan sebagai soil conditioner atau tambahan unsur hara untuk meningkatkan kualitas tanah dan mulsa. Yakni menutup permukaan tanah guna menjaga kelembapan dan menghindari penguapan yang lebih tinggi, menghambat tumbuhan gulma. Bila daduk tersebut lapuk akan menjadi pupuk organik penyedia unsur hara bagi tanah.

 

Chrst

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Dinilai Terlalu Intervensi Ranah Pribadi, Puan: Tugas Komisi VIII yang Akan Menguliti RUU Ketahanan Keluarga

Oleh

Fakta News
Ketua DPR Kecam Penyerangan pada Menko Polhukam
Ketua DPR RI Puan Maharani.

Jakarta – Ketua DPR RI, Puan Maharani menyatakan pasal-pasal dalam draft RUU Ketahanan Keluarga terlalu mengintervensi ranah privat rumah tangga.

Namun, Puan tidak bisa bicara secara langsung apakah RUU itu perlu atau tidak perlu karena akan di bahas komisi terkait.

Hal itu dikatakan Puan ketika menghadiri Seminar Nasional Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI dengan tema “Arah Baru Kebijakan MKD: Upaya Menghadirkan Peradaban “Hikmah” di Crowne Plaza Hotel, Jakarta, Senin (24/2).

“Karena itu (RUU Ketahanan Keluarga) tugas Komisi VIII yang akan menguliti,” ujar Puan.

Puan juga membenarkan bahwa RUU Ketahanan Keluarga sudah masuk dalam Prolegnas. Dia pun meminta semua pihak untuk menunggu pembahasan RUU tersebut di Komisi VIII DPR.

“Ini akan masuk dalam pembahasan Komisi VIII, jadi kalau kemudian ada perubahan-perubahan apakah akan diteruskan, atau tidak dibahas, dan bagaimana nanti hasilnya, ya kita tunggu pembahasan dari Komisi VIII, karena sampai sekarang pun belum dibahas,” ujar Puan.

Seperti diketahui, draft RUU Ketahanan Keluarga kini sedang menuai polemik di kalangan publik. Ada poin-poin dalam draft RUU itu yang dinilai terlalu jauh masuk dalam ranah privat warga dan rumah tangga.

Salah satu poin itu adalah larangan bagi seseorang untuk mendonorkan sperma atau ovum guna keperluan mendapatkan keturunan. Hal ini berlaku untuk yang sukarela maupun yang komersial.

RUU ini juga memiliki kecenderungan ‘menyeret’ perempuan ke ranah domestik, yakni hanya sekedar mengurus rumah tangga saja.

Dalam Pasal 25 ayat 3 draft RUU ini disebut bahwa istri wajib mengurusi urusan rumah tangga.

Berikut bunyi pasal itu:

Kewajiban istri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), antara lain:

  1. wajib mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya;
  2. menjaga keutuhan keluarga; serta
  3. memperlakukan suami dan anak secara baik, serta memenuhi hak-hak suami dan Anak sesuai norma agama, etika sosial, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

RUU ini diusulkan oleh lima anggota DPR. Mereka adalah Ledia Hanifa (PKS), Netty Prasetyani (PKS), Endang Maria Astuti (Golkar), Sodik Mujahid (Gerindra), dan Ali Taher (PAN).

 

Chrst

Baca Selengkapnya

BERITA

Ibu Negara Sosialisasi Lingkungan Sehat dan Sanitasi Lewat Kuis

Oleh

Fakta News
Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan sosialisasi lingkungan sehat dan sanitasi di Aula Grup-1 Kopassus, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Senin, 24 Februari 2020.

Serang – Usai mencanangkan program peningkatan kesehatan dan kualitas lingkungan masyarakat, Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan sosialisasi lingkungan sehat dan sanitasi. Acara sosialisasi tersebut dihelat di Aula Grup-1 Kopassus, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Senin, 24 Februari 2020.

Di hadapan sekitar 800 peserta, Ibu Iriana menyampaikan pentingnya pengurangan sampah plastik. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Iriana juga melakukan dialog dan kuis berhadiah dengan pertanyaan seputar masalah sampah dan lingkungan.

“Di sini saya akan memberi pertanyaan. Pertanyaannya berapa lama plastik bisa terurai di alam?” tanya Ibu Iriana yang kemudian dijawab oleh salah satu peserta yang tampil ke depan.

Tidak hanya berdialog soal sampah, para peserta juga dikenalkan dengan tiga maskot yang menjadi logo Gerakan Indonesia Bersih. Ketiganya adalah Meta, Amboi, dan Gurano.

Meta adalah jenis ikan kepe-kepe yang ada di laut. Hewan ini sangat aktif melakukan bersih-bersih pada siang hari. Sementara Amboi merupakan udang pembersih yang rajin membersihkan parasit yang menempel pada ikan. Adapun Gurano merupakan spesies hiu paus yang menjaga keseimbangan ekosistem laut dan merupakan biota laut yang sangat langka.

Usai berdialog, Ibu Iriana lalu meninjau stan PT Pegadaian (Persero) yang menampilkan program memilah sampah menabung emas atau The Gade Clean and Gold. Secara garis besar, program tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat berinvestasi sekaligus mencintai lingkungan.

Dalam program tersebut masyarakat diarahkan untuk memilah sampah dan menjualnya melalui bank sampah binaan. Nilai hasil sampah inilah yang kemudian akan dikonversi menjadi tabungan emas.

Turut mendampingi Ibu Negara dalam acara tersebut antara lain, Ibu Wury Ma’ruf Amin, Ibu Naniek Wahidin Halim, dan para istri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM).

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Ibu Negara Canangkan Peningkatan Kesehatan dan Kualitas Lingkungan Masyarakat di Serang

Oleh

Fakta News
Ibu Negara Iriana Joko Widodo mencanangkan program peningkatan kesehatan dan kualitas lingkungan masyarakat, di Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin, 24 Februari 2020.

Serang – Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Banten, Ibu Negara Iriana Joko Widodo mencanangkan program peningkatan kesehatan dan kualitas lingkungan masyarakat. Acara tersebut dilangsungkan di Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin, 24 Februari 2020.

Tarian Katuran Rawuh Ning Kota Serang menyambut kedatangan Ibu Iriana yang tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Ibu Iriana tampak didampingi oleh Ibu Wury Ma’ruf Amin beserta para istri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM).

Salah satu bentuk peningkatan kesehatan lingkungan masyarakat yang dilakukan oleh Ibu Negara dan para anggota OASE-KIM adalah dengan memberikan bantuan berupa pembangunan 1.000 jamban di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kasemen, Kecamatan Taktakan, dan Kecamatan Cipocok Jaya. Dalam sambutannya, Ibu Iriana menyambut baik kegiatan itu dan berharap dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang memiliki jamban yang layak. Tadi Bu Luhut sudah menceritakan bahwa di sini ada yang sudah hampir 30 tahun belum memiliki jamban. Alhamdulillah dengan kehadiran ibu-ibu OASE semua telah membantu memberi jamban untuk masyarakat Banten,” kata Ibu Iriana.

Ibu Iriana juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan.

“Saya titip tolong ya bapak ibu semua untuk menjaga kebersihan. Tadi sudah disampaikan secara gamblang bahwa jamban itu sangat perlu sekali untuk pemakaian yang ada di Banten ini,” imbuhnya.

Pencanangan peningkatan kualitas kesehatan ini didasari oleh masih rendahnya kesadaran penggunaan jamban sendiri oleh warga dan akses kepada fasilitas sanitasi sehat yang belum memadai. Data dari Dinas Kesehatan Kota Serang menunjukkan bahwa sekitar 24,73 persen atau 29.735 kepala keluarga (KK) masih melakukan buang air besar sembarangan, baik di kebun, sawah, maupun sungai.

Ketua Bidang 4 OASE-KIM Ibu Devi Luhut Panjaitan dalam laporannya mengatakan, bantuan jamban diberikan kepada tiga kecamatan yang paling membutuhkan. Dengan dibangunnya jamban, diharapkan budaya masyarakat dalam hal sanitasi juga bisa berubah menjadi lebih baik.

“Memang mengubah budaya itu tidak mudah, tetapi OASE Kabinet Indonesia Maju pada kesempatan ini menolong masyarakat untuk mengubah kebiasaan hidupnya menuju yang lebih sehat,” kata Ibu Devi.

Pembangunan 1.000 jamban di Kota Serang akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2020. Selain jamban, OASE-KIM juga memberikan bantuan pembangunan 1 sumur artesis dan 1 Instalasi Pembersihan Air Limbah (IPAL).

Dalam pelaksanaannya, program tersebut didukung oleh tujuh kementerian, yaitu Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kementerian BUMN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial. Untuk memberikan edukasi kepada warga terkait program ini, Kementerian Kesehatan telah melakukan dua kali sosialisasi.

“Kami berpikir bahwa suatu alat modern kalau hanya diberikan demikian tidak akan dipakai karena banyak pengalaman dipakai gudang. Jadi sudah dua kali sosialisasi oleh Kemenkes untuk menerangkan apa sebetulnya gunanya jamban itu diberikan, yaitu untuk menambah kesejahteraan hidup mereka,” tutur Ibu Devi.

Selepas memberikan sambutan, Ibu Iriana bersama dengan Ibu Wury, Ketua Umum OASE-KIM Ibu Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, dan Ketua Bidang 4 OASE-KIM Ibu Devi Luhut Panjaitan membuka selubung sebagai tanda pencanangan pemberian dukungan 1.000 jamban, sumur artesis, dan IPAL. Ibu Iriana kemudian meninjau beberapa rumah warga yang telah menerima bantuan pembangunan jamban.

 

Ping

Baca Selengkapnya