Connect with us

KAPT Minta Relawan Pendukung Jokowi-Maruf Terus Awasi Jalannya Pemilu

KAPT, Jokowi-Maruf, Maklumat, menang telak
Joko Widodo.

Jakarta – Momen pesta demokrasi lima tahunan sangat berarti bagi Indonesia. Dua hari menjelang hari pencoblosan, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) mengeluarkan maklumat terkait Pemilu 2019. Salah satu isinya meminta relawan pendukung pasangan nomor 01 Joko Widodo-Maruf Amin untuk terus mengawasi jalannya Pemilu 2019.

KAPT menilai, Pemilu Presiden 2019 sangat menentukan keberlangsungan pembangunan, kesejahteraan rakyat, dan keberadaan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, KAPT pun mengeluarkan maklumat.

Pertama, KAPT meminta relawan terus menjaga semangat dan kegembiraan untuk memenangkan pasangan Joko Widodo dan KH Maruf Amin (01) pada saat pencoblosan dan sesudah pencoblosan. Kedua, terus mengajak keluarga, sahabat, tetangga, rekan kerja, dan masyarakat sekitar relawan untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan mencoblos pasangan Joko Widodo dan KH Maruf Amin (01) dalam suasana aman dan damai.

“Ketiga, meneruskan himbauan pasangan Joko Widodo dan KH Maruf Amin (01) untuk memakai baju putih ke TPS pada tanggal 17 April. Bila seandainya tidak ada baju atau kaos putih, diimbau untuk menggunakan topi putih, kerudung putih, selendang putih, dll,” bunyi maklumat KAPT, Minggu (14/4).

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Max Sopacua Membantah Tudingan Andi Arief soal Makelar Ketum PD

Oleh

Fakta News
Tudingan Andi Arief
Max Sopacua soal tudingan Andi Arief yang menyebut makelar Ketum PD, hanya hoaks belaka (Foto: Istimewa)

Jakarta – Tudingan Andi Arief soal makelar ketua umum (Ketum) Partai Demokrat, dibantah Max Sopacua. Sebelumnya politikus senior Partai Demokrat Andi Arief  menyebut nama Max Sopacua, Ahmad Mubarok dan politikus senior lainnya mempunyai skenario sebagai makelar ketum baru karena menyebut SBY telah menyalahi AD/ART partai.

“Hoax. Saya nggak berminat untuk membahas sesuatu yang hoax,” kata Max Sopacua melalui pesan singkat, Minggu (16/6/2019) malam.

Ahmad Mubarok juga menepis dugaan Andi Arief terkait dirinya yang menawarkan kursi Ketum PD ke Sandiaga Uno dan Gatot Nurmantyo. Dia mengatakan Andi Arief tidak mengenal politikus senior seperti dirinya yang ikut mendirikan partai sejak awal.

“Nggak ada itu, dia juga nggak kenal saya. Dia nggak tahu kalau saya pendiri awal. dia nggak tahu itu,” jelas Ahmad Mubarok saat dimintai konfirmasi secara terpisah.

Ahmad Mubarok juga menepis anggapan pihaknya merusak Partai Demokrat. Dia justru menilai Andi Arief tidak mengetahui strategi dalam berpolitik yang dipelajari dari Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“(Merusak partai) nggak lah, ini kan catur politilk. Langkah utara tapi mau ke selatan, orang nggak tahu. Ini kan catur politik. saya belajarnya ke Pak SBY,” sebut Ahmad Mubarok.

Baca Selengkapnya

BERITA

Sudah Siapkan Jawaban dan Data dari Tingkat Daerah, KPU Pede Hadapi Sidang MK

Oleh

Fakta News
Sidang MK, KPU
Anggota KPU, Pramono Ubaid Tanthowi.(Istimewa)

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum menyatakan, pihaknya pede dan optimistis dalam menghadapi sidang lanjutan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Selasa (18/6).

KPU sendiri sudah berkoordinasi dengan KPU daerah untuk menyiapkan jawaban dan data dari 15 petitum yang diajukan oleh pihak pemohon, yakni kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ali Nurdin, kuasa hukum KPU, seperti diberitakan Harian Kompas, mengatakan, koordinasi dengan KPU daerah diperlukan. Sebab, dalam perbaikan permohonan dari tim hukum 02, terdapat lokasi-lokasi baru yang diajukan. Selain itu, ada juga sejumlah kejadian disebutkan, tetapi tempat kejadian tidak dijelaskan secara detail,

“Jadi kita perlu tanya-tanya (terlebih) dulu, (maksud kejadiannya) di mana. Jadi kami (tim hukum dan KPU daerah) akan ketemu,” ujar Ali.

Dalam mempersiapkan jawaban, KPU pusat menggandeng sejumlah KPU daerah. Di antaranya, KPU DKI Jakarta, Banten, Papua, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Wilayah-wilayah ini disebut-sebut dalam perbaikan permohonan.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

MK Batasi Jumlah Saksi Pemohon dan Termohon di Persidangan

Oleh

Fakta News
Sidang PHPU, Sidang MK, Saksi, Prabowo-Sandi, KPU, Termohon, Pemohon
Ilustrasi sidang MK.(Istimewa)

Jakarta – Mahkamah Konstitusi membatasi jumlah saksi dari pihak pemohon kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan termohon, Komisi Pemilihan Umum, di persidangan. Masing-masing akan hanya boleh mengajukan 17 saksi.

“Total yang diberi kesempatan itu 17 saksi. 15 saksi keterangan dengan 2 saksi ahli,” ujar Juru Bicara MK Fajar Laksono di gedung MK, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019). Keputusan ini sesuai dengan hasil rapat permusyawaratan hakim.

Keputusan RPH ini sudah diberitahukan sebelum sidang perdana digelar pada Jumat (14/6). Meski demikian, MK tidak menutup pintu bila ada pihak yang ingin mengajukan saksi lebih. Hal tersebut akan dibahas oleh majelis hakim MK.

“Sementara ini yang diatur dalam RPH itu 17. Kalau ingin lebih ya silakan disampaikan. Tapi nanti majelis hakim yang memutuskan,” katanya.

Hingga saat ini, MK belum menerima daftar saksi yang diajukan oleh pihak Prabowo-Sandi dan KPU. Sidang kedua nanti akan diselenggarakan pada Selasa (18/6). Sidang mundur satu hari lantaran KPU meminta waktu karena tim hukum Prabowo-Sandi menambahkan petitum dalam permohonannya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya