Connect with us

Jumlah Eks WNI Kombatan ISIS 1.276 Orang, Hanya 297 yang Miliki Paspor

Menkumham Yasonna H Laoly

Jakarta – Eks warga negara Indonesia (WNI) kombatan ISIS disebut mencapai 1.276 orang. Dari jumlah itu, hanya 297 yang terdata memiliki paspor.

“Pengembangan terakhir ada 1.276 WNI, tervalidasi (punya paspor) 297,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat rapat kerja (Raker) bersama Komisi III di Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.

Pemerintah masih mengkaji rencana memulangkan sebagian yang masih kategori anak-anak. Untuk kategori dewasa, pemerintah mempertimbangkan mencabut status kewarganegaraanya.

“Nanti kita lihat (kategori anak),” ungkap dia.

Pencabutan status WNI masih mengkaji berdasarkan Undang Undang (UU) tentang Kewarganegaraan. Sebab, dalam UU tersebut tidak memuat ketentuan pencabutan kewarganegaraan dengan alasan bergabung dengan kelompok teror.

“Apakah fighters yang sudah betul-betul, bahkan bersumpah kepada negara asing atau secara UU kehilangan hak kewarganegaraanya secara UU,” sebut dia.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan instasi terkait sedang melakukan asesmen di Suriah dan Turki. Asesmen untuk mengukur tingkat paparan radikalisme masing-masing WNI eks ISIS.

“Kami berkoordinasi dengan pemerintah di sana untuk betul-betul memberikan asesmen kepada kita, melakukan asesmenkepada orang-orang yang terdata,” terang dia.

Selama proses berlangsung, mereka tetap di kamp pengungsian. Keputusan mereka bisa kembali ke Tanah Air menunggu hasil asesmen selesai.

“Sementara kita tidak kembalikan ke Indonesia. Menunggu asesmenyang secara mendalam terhadap masing-masing orang yang ada di sana,” ujar dia.

 

Munir

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Pramono Anung Lantik Fadhlansyah Lubis Jadi Wakil Seskab

Oleh

Fakta News
Seskab Pramono Anung melantik Fadhlansyah Lubis menjadi Waseskab, di Gedung 3, Kemensetneg, Jakarta, Kamis (25/02/2021)

Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung melantik Fadhlansyah Lubis menjadi Wakil Sekretaris Kabinet (Waseskab), Kamis (25/02/2021), siang, di Ruang Rapat Lantai 2, Gedung 3, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta. Pelantikan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Upacara pelantikan diawali dengan kumandang lagu Indonesia Raya dan Mars Sekretariat Kabinet dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres). Pelantikan ini berdasarkan Keppres Nomor 25/TPA Tahun 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Sekretariat Kabinet.

“Memutuskan mengangkat saudara Dr. Fadlansyah Lubis, S.H., LL.M. sebagai Wakil Sekretaris Kabinet terhitung sejak tanggal pelantikan dan kepadanya diberikan tunjangan jabatan struktural eselon 1.a sesuai peraturan perundang-undangan,” bunyi petikan Keppres yang ditetapkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta pada tanggal 11 Februari 2021.

Usai pembacaan Keppres, dilakukan pengambilan sumpah jabatan Fadhlansyah Lubis sebagai Waseskab yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan di hadapan Seskab dan saksi Deputi Seskab Bidang Dukungan Kerja Kabinet Thanon Aria Dewangga dan Deputi Seskab Bidang Administrasi Farid Utomo.

Sebelum dilantik menjadi Waseskab, Fadhlansyah Lubis mengemban jabatan sebagai Deputi Seskab Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Baca Selengkapnya

BERITA

Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal Bagi Wartawan di Senayan

Oleh

Fakta News
Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bagi wartawan, di Senayan, Jakarta, Kamis (25/02/2021)

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara massal bagi wartawan, Kamis (25/02/2021) pagi, di Hall A Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Dalam peninjauan di lokasi, Presiden tiba sekitar pukul 09.15 WIB. Presiden tampak didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, dan Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini sudah dimulai untuk 5.500 awak media yang prosesnya tadi saya lihat semuanya berjalan dengan lancar dan berjalan baik,” ujar Presiden usai peninjauan.

Seperti yang disampaikan Kepala Negara pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021 beberapa waktu lalu, wartawan termasuk ke dalam sasaran prioritas vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang tengah dilaksanakan Pemerintah. Awak media merupakan garda terdepan edukasi penanganan pandemi di tengah masyarakat.

“Sesuai dengan yang saya sampaikan pada saat Hari Pers Nasional bahwa kita ingin mendahulukan insan pers untuk divaksinasi. Kita harapkan (vaksinasi) ini memberikan perlindungan kepada awak media, terutama yang berada di lapangan yang sering berinteraksi dengan publik, sering berinteraksi dengan narasumber,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan, vaksinasi ini tak hanya dilaksanakan di DKI Jakarta tetapi juga akan diikuti oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia.

“Kita berharap ini akan berjalan di provinsi-provinsi yang lain sehingga seluruh awak media, seluruh insan pers yang berada di Tanah Air semuanya segera mendapatkan vaksinasi,” tandasnya.

Pelaksanaan vaksinasi massal kali ini direncanakan akan digelar hingga 27 Februari dengan target peserta sebanyak 5.512 orang. Waktu pelaksanaan adalah dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Baca Selengkapnya

BERITA

PGN Siapkan Infrastruktur dan Layanan Distribusi Gas Bumi Untuk Kawasan Industri Kendal

Oleh

Fakta News
PGN Siapkan Infrastruktur dan Layanan Distribusi Gas Bumi Untuk Kawasan Industri Kendal

Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero), mendukung penyediaan infrastruktur dan layanan distribusi gas bumi dalam upaya menumbuhkan kegiatan ekonomi melalui industri baru di wilayah Jawa Tengah. Ketersediaan gas bumi dan infrastrukurnya, termasuk sebagai komponen vital dalam pengembangan suatu kawasan industri, yang salah satunya adalah Kawasan Industri Kendal Jawa Tengah (“KIK”).

KIK merupakan kawasan industri baru yang paling siap di Indonesia dengan segala kesiapan fasilitasnya. Namun saat ini, masih terkendala dengan kepastian ketersediaan gas bumi yang membuat investor masih menunda investasi ke dalam kawasan, sesuai yang disampaikan Didik Purbadi selaku Direktur KIK dalam kunjungannya di KIK bersama Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Redy Ferryanto pada Kamis lalu (18/02/2021).

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Redy Ferryanto menerangkan bahwa sejak 2016 PGN melakukan pengkajian terhadap KIK, terutama mengenai demand gas. Perkembangan terbaru, diketahui bahwa demand gas di wilayah tersebut cukup besar. PGN terus berkoordinasi secara intensif dengan KIK mengenai total demand gas yang potensial akan digunakan.

“KIK akan mengirimkan surat resmi kepada PGN mengenai total demand secara lengkap,” kata Redy.

PGN akan berupaya melayani niaga gas bumi melalui infrastruktur jaringan distribusi pipa PGN di wilayah Sales & Operation Region III (“SOR III”) yang meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Indonesia Timur. Sedangkan untuk niaga gas bumi selain pipa (CNG dan LNG) akan dikelola oleh anak usaha PGN yaitu PT Pertamina Gas Niaga (Pertagas Niaga) dan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas).

Sejalan dengan telah diselesaikannya pembangunan pipa gas transmisi Gresik -Semarang oleh PT Pertamina Gas (Pertagas), ditargetkan dapat merealisasikan kepastian penyaluran pasokan gas bumi di Jawa Tengah. Jaringan pipa transmisi sepanjang 267 km ini memiliki kapasitas pengaliran gas maksimal sekitar 400 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Potensi sumber pasokan yang nantinya dialirkan oleh Pipa Gresik-Semarang berasal dari Jambaran-Tiung Biru (JTB) milik PT Pertamina EP Cepu.

Optimalisasi infastruktur distribusi gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi untuk industri, diharapkan bisa berdampak positif bagi pertumbuhan KIK maupun masyarakat sekitar untuk kemajuan perekonomian Jawa Tengah.

Sebagaimana diketahui, KIK telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) hasil kolaborasi skema Joint Venture (patungan) antara PT Jababeka Tbk dan Sembawang Corporation. KIK diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

“KIK yang dibangun pemerintah adalah salah satu wilayah potensial yang dapat bertumbuh lebih cepat dengan tersedianya energi gas bumi untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah. Keberhasilan kawasan ini nantinya juga dapat menjadi kerja sama yang saling menguntungkan antara pemerintah dengan badan usaha,” ujar Redy.

Hingga saat ini, sudah ada 64 perusahaaan dari 8 negara telah bergabung di KIK, yakni Taiwan, China, Korea Selatan, Hongkong, Singapura, Jepang, Malaysia, dan tentunya Indonesia pada produk ABTB ini. Hidupnya pusat industri di KIK ini, nantinya diharapkan dapat membangkitkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

“PGN berupaya untuk penguatan konektivitas gas bumi untuk bisa memberi nilai tambah di pusat-pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Tengah. Jika perkembangan industri semakin menggeliat, maka dapat memperkuat investasi. Dengan begitu, tujuan dari dibangunnya KIK dapat berjalan efektif dan berdampak positif pada stabilitas perekonomian daerah,” imbuh Redy.

Bagi PGN, pembangunan infrastruktur distribusi gas bumi di Jawa Tengah cukup menantang. Maka dari itu, kerjasama dan dukungan dari PEMDA, DPRD Jawa Tengah, dan berbagai stakeholder juga sangat penting bagi PGN untuk pembangunan infrastruktur gas bumi yang lebih massif di Jawa Tengah.

PGN sebagai Subholding gas berkomitmen dalam pengembangan infrastruktur dan inovasi layanan gas bumi yang handal untuk membantu meningkatkan produkvitas industri Jawa Tengah, sehingga akan berdampak nyata kepada pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Selengkapnya