Connect with us

Jokowi Targetkan Kemenangan 70 Persen di Kepri

Capres 01 Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye terbuka di Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (6/4/2019) (ist)

Batam – Kampanye terbuka capres 01 Joko Widodo di Batam, Kepulauan Riau, berlangsung sangat meriah. Hal ini terlihat dari antusias masyarakat yang memenuhi ruas jalan hingga lokasi berlangsungnya acara di Lapangan Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Kota Batam, Sabtu (6/4/2019).

Jokowi tiba di lokasi acara pukul 15.45 WIB. Sebelum memasuki lapangan, Jokowi turun dari mobil tepat di depan gerbang. Kehadiran Jokowi langsung disambut antusias oleh para pendukung yang sudah memenuhi ruas jalan. Tabuhan alat musik ‘kompang’ khas Melayu menyambut Jokowi.

Tiba di lapangan, perjalanan Jokowi sempat terhambat. Jokowi berjalan kaki sambil menyapa dan menyalami pendukungnya. Sesekali Jokowi juga berfoto bersama pendukungnya.

“Tolong dibuka jalannya untuk Pak Jokowi,” ucap pembawa acara dari atas panggung.

Tiba di panggung kampanye, Jokowi berlari menyapa pendukung yang ada di bawah. Jokowi juga menyalami dan berfoto dengan beberapa pendukungnya.

Meski basah keringat, Jokowi mengapresiasi antusiasme masyarakat Batam, ia bahkan berani menargetkan kemenangan di Kepri minimal 70 persen.

“Kampanye ini belum dimulai saya sudah basah kuyup. Baju basah kuyup, kaus basah kuyup, celana basah kuyup. Batam luar biasa,” kata Jokowi.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Dorong Hilirisasi Riset Perguruan Tinggi, Kemenristek Alokasikan Anggaran Rp15 Triliun

Oleh

Fakta News
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro

Padang – Kemenristek mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 triliun pada tahun 2020 untuk mendorong hilirisasi hasil riset di perguruan tinggi. Hal itu dilakukan agar hasil riset dapat diimplementasikan di dunia usaha dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Caranya pertama kita menyediakan dana hibah yang disediakan secara berkelanjutan, begitu satu tahapan riset selesai ada hibah lagi sehingga peneliti lebih terpacu untuk akhirnya sampai pada tahap hilirisasi dan komersialisasi,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro di Padang, seperti dikutip dari Antara, Senin (9/12/2019).

Hal itu disampaikan Bambang dalam Rapat Kerja Satuan Pengawas Internal Perguruan Tinggi Negeri dan LL Dikti se-Indonesia dengan tema Peran Satuan Pengawas Internal dalam Mengawal Perubahan Organisasi Kementerian.

Bambang menjelaskan, anggaran Rp 15 triliun itu di luar operasional dan diupayakan tepat sasaran agar hilirisasi riset lebih cepat. Tak hanya memberikan hibah, dia mengatakan, Kemenristek juga akan menggandeng pihak swasta dan BUMN sehingga peneliti tahu kebutuhan perusahaan dan masyarakat agar hilirisasi riset menjadi lebih mudah.

Bambang pun memaparkan pada 2020 fokus riset ada sembilan area meliputi pangan, kesehatan, obat, energi, teknologi maju, hingga upaya mengatasi persoalan pembangunan seperti stunting, perubahan iklim, bencana.

“Dengan demikian riset akan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” kata dia.

Sementara, terkait dengan adanya duplikasi hingga replikasi riset, Bambang mengatakan akan dikendalikan oleh program Badan Riset dan Inovasi Nasional. Hal itu dilakukan agar ke depannya tidak ada lagi pengulangan tema yang sama.

“Tujuannya agar ada sinergi di antara para pihak yang meneliti tema yang sama sehingga bisa bekerja sama,” ujar Bambang.

 

Munir

Baca Selengkapnya

BERITA

Diperoleh Petunjuk Signifikan, Polri: Insyaallah Kasus Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan Segera Terungkap

Oleh

Fakta News
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. M. Iqbal menjawab wartawan mengenai hasil pertemuan antara Kapolri dengan Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/12) petang.

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/12) petang, guna melaporkan perkembangan penanganan penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi M. Iqbal dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, dalam pertemuan yang berlangsung selama 20 menit itu, Kapolri menyampaikan laporan tentang perkembangan penanganan kasus yang menimpa Novel Baswedan.

Menurut Iqbal, nanti ke depan tim teknis akan terus bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini. “Kita sudah mendapatkan petunjuk yang signifikan tentang upaya terungkapnya kasus ini, kami sangat optimis untuk segera menyelesaikan kasus ini,” kata M. Iqbal.

Kadiv Humas Mabes Polri itu memohon doa masyarakat agar tim teknis akan segera merampungkan, dan insyaallah akan disampaikan ke publik tentang pengungkapan kasus ini.

Mengenai motif dari tindakan penyerangan terhadap Novel Baswedan itu, Irjen Pol M. Iqbal mengemukakan, Polri akan menyampaikan ke publik, ke media, setelah kasus terang benderang terungkap jelas.

Walaupun, lanjut Iqbal, di dalam mekanisme proses upaya penyelidikan dan penyidikan, Polri mempunyai teori bahwa motif itu, motif A, motif B, motif C, motif D selalu disandingkan untuk lebih memperjelas alat bukti dan petunjuk yang sudah didapat.

Saat didesak wartawan mengenai kapan persisnya hasil pengusutan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan diungkapkan, Kadiv Humas Mabes Polri mengatakan, tidak akan berapa lama lagi.

“Insyaallah tidak akan sampai berbulan-bulan. Doakan, Insyaallah daalam waktu dekat,” tegas Iqbal.

Baca Selengkapnya

BERITA

Libatkan UMKM, Presiden Jokowi Minta ‘Rest Area’ Jalan Tol Kedepankan Produk ‘Brand’ Lokal

Oleh

Fakta News
Presiden Jokowi didampingi Wapres KH/ Ma’ruf Amin memimpin Ratas tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Tahun 2020, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/12) sore.

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar setiap kementerian merancang skema-skema pelibatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang betul-betul konkret, misalnya dalam pengadaan barang dan jasa oleh kementerian, lembaga, dan BUMN.

Ia meminta agar diprioritaskan untuk membeli barang dan jasa dari produk UMKM, juga LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) yang ada ada e-purchasing-nya. Juga harus aktif memasukkan produk UMKM yang memenuhi syarat untuk bisa dimasukkan dalam e-katalog.

“Ini juga penting, jangan sampai yang masuk judul yang gede-gede yang kecil ditinggal. Ini saya ingat lagi urusan cangkul, cangkul lokal dimasukkan ke e-katalog harganya separuh lebih murah dari yang impor, ini kalau enggak ngambil dari sini ya kebangetan,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Tahun 2020, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/12) sore.

UMKM, tegas Presiden, juga harus banyak dilibatkan dalam mengisi rantai pasok produksi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) di sektor konstruksi, di sekotor otomotif, di sektor telekomunikasi.

“Libatkan mereka yang kecil-kecil ini. Produk-produk UMKM juga berikan ruang untuk masuk dan disiapkan ke-5 destinasi wisata baru, disiapkan terlebih dahulu mulai dari sekarang. Sehingga saat barang itu jadi mereka sudah bisa masuk,” pinta Presiden.

Baca Selengkapnya