Connect with us

Jelang Pemilu 2019, Jokowi Minta Masyarakat Coblos Pemimpin Terbaik

Pemimpin Terbaik

Pemimpin Terbaik Pemilu 2019

“Rugi besar bangsa ini rugi besar,” tegasnya.

Menurut Presiden, itu memang pinternya politikus disitu. Mempengaruhi. Karena itu, Presiden meminta jangan kita ini terpengaruh dalam waktu yang cukup lama.

“Sangat berbahaya sekali bagi negara ini, karena aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, persaudaraan, kerukunan. Tidak ada yang lain,” tegas Presiden Jokowi.

Kepala Negara lantas menunjuk contoh saat pelaksanaan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu, saat kita bersatu tanpa ada itu yang menanyakan pemain pencak silat agamanya apa, dari suku apa, yang main badminton tidak pernah ada yang bertanya agamanya apa, sukunya apa, bahasa daerahnya seperti apa.

“Tidak pernah. Ya memang seharusnya seperti itu,” ucap Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menristekdikti M. Nasir, dan Mentri Hukum dan HAM Yasonn H. Laoly

Dev.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Spirit Kelahiran Bung Karno: Berdikari dalam Ekonomi, Wujud Nyata Kemandirian

Oleh

Fakta News

Tanggal 6 Juni 1901, adalah hari dimana bangsa Indonesia dianugerahi dengan kelahiran seorang tokoh besar yang kita kenal sebagai Pemimpin Besar Revolusi Indonesia, yakni Ir. Soekarno. Tokoh yang akrab disapa Bung Karno ini tidak hanya dikenal sebagai seorang proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia, namun juga dikenal sebagai seorang nasionalis sejati, orator ulung, dan seorang pemimpin bangsa yang visioner serta revolusioner. Bung Karno adalah salah satu tokoh utama dalam mewujudkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, sekaligus sebagai tokoh sentral dalam meletakkan dasar-dasar ideologi negara dalam segala aspek kehidupan masyarakat, baik dari segi politik, ekonomi, sosial, hingga budaya.

Melalui pemikiran beliau yang nasionalis dan revolusioner, membuat Indonesia menjadi negara yang sangat disegani oleh dunia internasional. Padahal, pada saat itu Indonesia baru saja menyandang predikat sebagai sebuah negara mandiri yang telah bebas dari penjajahan. Salah satu pemikiran Bung Karno yang menggugah jiwa nasionalisme kita dan sangat penting untuk direfleksikan hari ini adalah konsep Berdiri Di Kaki Sendiri (Berdikari) dalam setiap lini kehidupan bangsa, terutama pada lini perekonomian bangsa. Berdikari adalah sebuah perwujudan bangsa yang mandiri, tangguh, serta tidak tergantung dengan bangsa lain.

Konsep Berdikari ini dipertegas Bung Karno dalam sebuah pidato yang beliau sampaikan pada tanggal 17 Agustus 1964. Melalui pidato yang diberi judul “Tahun Vivere Pericoloso” atau lebih sering dikenal dengan singkatan “Tavip”, Bung Karno selaku kepala negara Republik Indonesia pada saat itu menjabarkan tiga paradigma yang akan mampu membangkitkan Indonesia menjadi negara besar yang disegani oleh negara-negara lain di seluruh dunia.

Ketiga paradigma tersebut dirangkum dalam sebuah konsep yang diberi nama “Trisakti” atau tiga kekuatan yang berfungsi sebagai prinsip, pilar, dan kesaktian bangsa, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaaan. Bung Karno melalui ketiga konsep ini sangat jelas ingin meletakkan dasar prinsip dan kekuatan bagi bangsa Indonesia agar mampu mandiri dan tidak tergantung dengan bangsa lain, baik dalam kehidupan politik, ekonomi, hingga kehidupan sosial budaya.

Menurut Bung Karno, ketiga konsep tersebut harus dipahami secara utuh dan tidak terpisah. Hal ini karena, ketiga konsep tersebut saling berkelindan dan mempengaruhi satu sama lain. Kedaulatan politik dan berkepribadian dalam kebudayaan tidak mungkin dicapai jika kita tidak menerapkan berdikari dalam ranah ekonomi. Begitu pula dengan kemandirian ekonomi, tidak dapat diwujudkan jika bangsa kita tidak memiliki kedaulatan secara politik serta memiliki kepribadian yang kokoh dalam kebudayaan.

Berkaitan dengan konsep Berdikari dalam ekonomi, Bung Karno pada saat itu melihat suatu realitas yang terjadi dalam masyarakat yakni tingginya tingkat ketergantugan bangsa Indonesia terhadap bangsa lain dalam hal perekonomian. Hal ini terjadi karena, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini pada kenyataannya belum mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh rakyatnya sendiri. Padahal, bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang memiliki sumber daya yang begitu melimpah, baik itu dari segi sumber daya alam maupun dari segi sumber daya manusia.

Dengan melihat realitas ini, Bung Karno pada saat itu mengemukakan bahwa sangat penting bagi bangsa Indonesia untuk mampu “Berdiri Di Atas Kaki Sendiri” dalam mengatur perekonomian demi kesejahteraan rakyat tanpa terkecuali. Bagi Bung Karno, ketergantungan yang tinggi terhadap bangsa lain dalam bidang ekonomi tidak akan menjamin kesejahteraan rakyat. Bahkan justru sebaliknya, sangat berpotensi menimbulkan kemerosotan ekonomi nasional yang berkepanjangan.

Melalui konsep Berdikari dalam ekonomi, Bung Karno sebagai salah satu founding father bangsa Indonesia sejatinya ingin menanamkan sebuah pondasi yang begitu penting bagi pertumbuhan kesejahteraan rakyat Indonesia. Oleh karenanya, konsep besar Bung Karno ini sangat perlu untuk diimplementasikan dan diamalkan agar seluruh rakyat Indonesia dapat merasakan kesejahteraan yang merata. Berdasarkan tujuan tersebut, konsep ini penting untuk diintegrasikan dan direalisasikan dalam bentuk kebijakan negara. Jika konsep ini tidak diimplementasikan dalam bentuk kebijakan yang dibuat oleh aparat negara, maka konsep Bung Karno yang begitu luar biasa ini hanya akan menjadi catatan sejarah tanpa ada dampak yang berarti bagi kesejahteraan rakyat.

Sebagai upaya untuk merealisasikan konsep Berdikari dalam ekonomi pada kebijakan negara, Pemerintah dapat menetapkan kebijakan atau melaksanakan program-program sesuai dengan potensi sumber daya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Upaya tersebut dapat dimulai dengan mewujudkan kedaulatan dalam bidang pertanian. Sebagai negara agraris, bidang pertanian jelas merupakan potensi terbesar sumber daya alam nasional. Potensi alam pertanian yang dimiliki Indonesia tentu merupakan tumpuan utama bagi bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat secara mandiri tanpa campur tangan pihak asing. Oleh karena itu, dalam rangka memutus ketergantungan terhadap bangsa lain dalam hal perekonomian, negara harus memprioritaskan terwujudnya kedaulatan dalam bidang pertanian.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah harus menjamin nasib kesejahteraan hidup para petani sebagai subjek penentu tingkat produktivitas pertanian negara. Para petani yang hidup dalam ketidaksejahteraan, jelas akan berdampak pada menurunnya tingkat produksi pertanian negara. Jika produksi pertanian negara menurun, maka akan memperbesar peluang masuknya hasil pertanian dari negara lain. Ketika hal tersebut sampai terjadi, maka bangsa Indonesia akan semakin bergantung dengan bangsa lain dalam hal pemenuhan kebutuhan pokoknya sehari-hari. Tentu merupakan suatu hal yang sangat ironis, mengingat Bung Karno sebagai pendiri bangsa sejatinya telah meletakkan nilai-nilai fundamental bagi kita agar mampu mandiri dalam hal pemenuhan kebutuhan hidup.

Setelah kedaulatan pertanian, yang patut untuk menjadi prioritas dalam kebijakan negara sebagai upaya untuk mewujudkan cita-cita Berdikari dalam ekonomi adalah kedaulatan dalam bidang perikanan. Sebagai negara maritim, potensi kelautan dan perikanan Indonesia tentu sangat besar. Potensi ini harus mampu dijaga dan dimanfaatkan oleh Pemerintah untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Jangan sampai produksi perikanan dalam negeri yang begitu melimpah justru tidak dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia sendiri. Meskipun dalam beberapa tahun belakangan ini produksi perikanan telah meningkat, namun pemerintah harus senantiasa tegas dan konsisten dalam menerapkan kebijakan yang melindungi produksi perikanan nasional. Hal ini agar area kelautan Indonesia dapat terus terlindungi dari praktek-praktek eksplorasi ilegal negara lain, sehingga berdampak pada terjaminnya produksi perikanan dalam negeri dan meningkatnya pendapatan negara.

Selain menerapkan kebijakan yang tegas dan konsisten dalam melindungi perikanan nasional, pemerintah juga patut untuk menetapkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan nelayan. Layaknya petani yang merupakan subjek penentu dalam produksi pertanian, nelayan juga merupakan sosok sentral dalam produksi perikanan nasional. Tanpa jasa-jasa dari para nelayan yang tidak kenal lelah untuk melaut, rakyat Indonesia tidak akan bisa merasakan asupan protein tinggi dari ikan-ikan di laut. Tingginya produktivitas nelayan juga akan berbanding lurus pada peningkatan ekspor perikanan, yang juga akan berimplikasi pada meningkatnya pendapatan negara. Dengan kata lain, kesejahteraan nelayan adalah kunci utama terwujudnya kedaulatan perikanan, dimana kedaulatan perikanan adalah salah satu pilar penting bagi bangsa Indonesia agar mampu Berdikari dalam ranah ekonomi.

Kemudian, selain kedaulatan pertanian dan kedaulatan perikanan, salah satu langkah yang patut untuk diambil pemerintah dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa adalah mengangkat sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai penopang perniagaan atau perekonomian rakyat kecil agar dapat merasakan kesejahteraan. UMKM adalah sektor perekonomian yang begitu dekat dengan masyarakat menengah kebawah, dimana jumlah masyarakat Indonesia masih didominasi oleh masyarakat golongan ini.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk mengangkat sektor UMKM sebagai upaya untuk menopang perekonomian bangsa. UMKM sebagai salah jenis pekerjaan utama dalam sektor pekerjaan informal, tentu mempunyai potensi yang sangat besar bagi perputaran ekonomi nasional dan peningkatan pendapatan negara. Perekonomian nasional yang terus berputar secara dinamis tanpa adanya stagnansi, sangat berpotensi menciptakan iklim perekonomian yang sehat. Hal ini tentu akan berdampak pula pada terwujudnya kesejahteraan bagi masyarakat secara merata.

Selain itu, UMKM merupakan sektor perekonomian yang lebih fleksibel karena menuntut adanya kreativitas dan inovasi bagi pelaku usahanya. Dengan begitu, Pemerintah harus senantiasa memberikan dukungan dan hadir dengan kebijakan yang berpihak pada kemajuan para pelaku UMKM, agar mereka mampu bertahan dan beradaptasi dalam situasi apapun. Potensi UMKM yang begitu besar dalam menopang perekonomian masyarakat, tentu dapat menjadi benteng pertahanan yang tangguh bagi perekonomian negara.

Akhirnya, konsep besar Bung Karno agar bangsa Indonesia mampu berdikari dalam ranah ekonomi adalah cita-cita yang harus segera kita wujudkan. Terkhusus kepada pemerintah, konsep ini harus mampu direalisasikan dalam kebijakan negara agar kesejahteraan terhadap seluruh rakyat Indonesia dapat benar-benar terwujud. Pemikiran-pemikiran besar Bung Karno sebagai salah seorang Bapak Pendiri Bangsa, seorang Pemimpin Besar Revolusi harus mampu kita maknai dan refleksikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Selain itu, semangat nasionalisme dan patriotisme Bung Karno pun harus mampu kita teladani dan kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, agar cita-cita beliau yang menginginkan rakyat Indonesia dapat sejahtera dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dapat segera terwujud.

Selamat Memperingati Hari Kelahiran Bung Karno!

Semangat Berdikari Untuk Seluruh Rakyat Indonesia!

 

Penulis: Dr. Tantri Bararoh

Dosen Universitas Wijaya Kusuma Surbaya, Ketua DPC ISRI Kabupaten Malang, Anggota DPRD PDIP Kabupaten Malang

Baca Selengkapnya

BERITA

Kenang Hari Lahir Bung Karno, Cinta Laura Ungkap sebagai Generasi Mud Bersyukur Miliki Pancasila Ideologi yang Mempersatukan Bangsa

Oleh

Fakta News
Cinta Laura Kiehl

Jakarta – Hari ini, Sabtu 6 Juni 2020, adalah hari kelahiran Proklamator Ir. Soekarno. Presiden pertama Indonesia ini lahir di Jalan Pandean IV No 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901.

Dalam peringatan hari lahir Bung Karno ini, penyanyi Cinta Laura juga turut mengenangnya. Melalui akun Twitter pribadinya, Cinta mengunggah video pidato Bung Karno dalam bahasa Inggris.

Wanita bernama lengkap Cinta Laura Kiehl ini juga menuliskan, sebagai generasi muda, ia sangat bersyukur kini Indonesia memiliki Pancasila yang mempersatukan bangsa.

“Memperingati lahirnya Bung Karno, tgl 6 Juni 1901, Proklamator dan Bapak Bangsa. Sebagai generasi muda, sangat bersyukur Indonesia memiliki PANCASILA sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa!,” tulis Cinta Laura dari akun Twitternya, Sabtu (6/6/2020).

Presiden Sukarno meninggal dunia pada Pada 21 Juni 1970 karena sakit. Bung Karno menjalani masa tuanya dengan cukup pilu.

Setelah mengakhiri jabatan presiden pada Maret 1967 digantikan Jenderal Soeharto menjadi, Sukarno menjadi tahanan rumah di Istana Bogor. Kemudian dipindahkan ke Wisma Yaso di Jakarta (Sekarang Museum Satria Mandala).

 

(edn)

Baca Selengkapnya

BERITA

Peringati Harlah Bung Karno, PDIP Gelar Wayangan Bertema Patriotisme dengan Protokol Cegah Covid-19

Oleh

Fakta News
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Jakarta – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan PDI Perjuangan memperingati Bulan Bung Karno dan Hari Lahirnya Bung Karno (6 Juni 1901) dengan tetap menjalankan protokol kesehatan cegah Covid-19.

Pagelaran wayang kulit pada Jumat (5/6) mengangkat lakon Kumbokarno Sang Senopati, dengan dalang Ki Manteb Soedharsono, yang disiarkan melalui live streaming di YouTube.

“Pada malam ini masyarakat di berbagai daerah menikmati pagelaran wayang sebagai bentuk syukur dan memperingati hari lahirnya Bung Karno. Pagelaran wayang ini diselenggarakan Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6).

Hasto menjelaskan peringatan hari lahirnya Bung Karno adalah momentum refleksi Bangsa ini akan peran dan jasa besar Presiden pertama RI tersebut, yang membebaskan Indonesia dari berbagai kegelapan kapitalisme, imperialisme, serta kolonialisme.

Pagelaran wayang dengan tema Kumbokarno Sang Senopati, lanjutnya, memuat pesan tentang patriotisme yang sangat kuat.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk merenungkan perjuangan Bung Karno sebagai founding father dalam perjuangan tak kenal menyerah hingga mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Bung Karno menggali Pancasila dari dalam Indonesia, mendukung kemerdekaan bagi setiap bangsa, dan bercita-cita mewujudkan persaudaraan dunia,” ujarnya.

Karena itulah, kata Hasto, melalui pagelaran wayang dalam rangka memperingati hari lahirnya Bung Karno, kami harap masyarakat, khususnya para pemuda, dapat mewarisi semangat Putra Sang Fajar.

Hal itu juga sesuai dengan pesan Ibu Megawati Soekarnoputri tentang Indonesia yang sejati-jatinya merdeka melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan riset, inovasi nasional.

Tiga pilar PDI Perjuangan di struktural, eksekutif, dan legislatif juga didorong bersama-sama rakyat mewujudkan hal tersebut.

“Mari bersama kita perkuat wawasan kebudayaan kita, gelorakan nation and character building, untuk menjaga Trisakti Bung Karno tentang Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya,” pungkasnya.

 

(zico)

Baca Selengkapnya