Connect with us

Dukung Program Pemerintah, Raja dan Sultan se-Nusantara Bertemu Bahas Kebudayaan

Sejumlah raja dan sultan se-Nusantara saat diundang Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor

Jakarta – Pertemuan raja dan sultan se Nusantara berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (24/6/2019). Sekitar 100 raja dan sultan berkumpul membahas kemajuan budaya. Mereka juga membahas program pemerintah terkait budaya.

“Di forum ini, sultan dan raja-raja bersinergi dengan pemerintah dalam hal kemajuan budaya, budaya-budaya keraton yang akan berdampak pada pariwisata, termasuk budaya daerah masing-masing, karena raja dan sultan ini kan ada di Nusantara, jadi kita membantu dan mendukung program pemerintah,” kata Dewan Pakar Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Anna Mariana, Senin (24/6/2019).

Para raja dan sultan yang hadir di pertemuan ini tampil dengan pakaian tradisional daerah masing-masing.

Anna mengatakan pihak dari sejumlah kementerian juga diundang dalam kegiatan ini. Mereka juga mengundang perwakilan duta besar negara sahabat untuk membahas kemajuan budaya.

“Hari ini yang hadir raja dan sultan kurang-lebih 100, dan seluruh kementerian kami undang dan duta besar negara sahabat,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu tampak juga Menpora Imam Nahrawi, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, dan mantan Kapolda Lampung Irjen Ike Edwin. Mereka duduk berbaur dengan para raja yang berada di tempat pertemuan.

 

Kondisi politik Indonesia yang saat ini sedang menunggu pemenang pemilu juga jadi perhatian FSKN. Mereka berharap siapa pun yang menang dalam pemilu merupakan sosok terbaik untuk memimpin.

“Kita mendoakan untuk bangsa dan negara ini yang terbaik dan pemimpin-pemimpin bangsa terbaik, baik sekarang dan yang akan datang, berikut dengan tokoh-tokohnya,” pungkas Anna.

Baca Juga:

 

Yuch

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Bima Arya Tinjau Gudang Logistik Bantuan Sosial dari Provinsi Jabar

Oleh

Fakta News

Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau distribusi bantuan sosial di gudang logistik di komplek GOR Pajajaran, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (5/6/2020).

Tiba di gudang logistik, Bima Arya langsung melihat kondisi gudang penyimpanan didampingi Kadispora Herry Karnadi dan petugas PT Pos Indonesia. Ada 32.000 paket sembako bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang baru saja tiba dari 39.000 paket yang akan dikirim untuk warga Kota Bogor.

Dalam setiap paket yang dikirim berisi beras 10 kg, makanan kaleng 6 pcs, gula 1 kg, minyak goreng 2 liter, terigu 1 kg, vitamin C 1 paket, mie instan 16 bungkus, telur 2 kg dan uang tunai Rp 150 ribu.

“Paket sembako ini dari Provinsi Jawa Barat yang keseluruhannya ada 39 ribu. Sudah datang 32 ribu paket untuk kategori non-DTKS. Hari ini langsung dikirim ke 23 titik di Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara, dan bertahap ke kelurahan lainnya,” ungkap Bima Arya.

Selain mengecek logistik, Bima Arya juga menyapa para driver ojek online yang diberdayakan dalam pendistribusian bantuan sosial tersebut. Ada puluhan driver yang diberdayakan setiap harinya untuk menjangkau sejumlah titik di Kota Bogor.

“Saya titip supaya tepat sasaran, by name by address. Saya akan cek ke semua wilayah agar proses dipercepat. Jangan sampai menumpuk lama di gudang,” ujarnya.

Mengenai sistem pendistribusian, lanjut Bima, sejauh ini belum ada masalah. “Yang ingin kita akselerasikan supaya lebih cepat saja. Jadi, data-data di kelurahan sudah siap langsung semuanya. Saya perintahkan lurah-lurah untuk menempel daftar penerima bantuan. Jadi, semua yang menerima bantuan itu bisa juga dilihat di kelurahan terdekat nama-namanya siapa saja,” terang Bima.

Ia juga berpesan kepada para driver ojek online yang mengantar bantuan ke wilayah Tegal Gundil untuk waspada karena masuk dalam kategori zona merah. “Karena statusnya masih harus siaga dan waspada. Jadi saya titip supaya hati-hati. Tetap gunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Setelah mengantarkan langsung balik kanan. Jangan dulu mampir, nongkrong di warung, dan lain-lain. Hati-hati di jalan semuanya,” pungkasnya.

 

(hed)

Baca Selengkapnya

BERITA

Kasus Covid-19 di Indonesia: 29.521 Positif, 9.443 Sembuh dan 1.770 Meninggal

Oleh

Fakta News
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto

Jakarta – Pemerintah Pusat masih melaporkan terkait angka kasus positif virus Corona bertambah 703 kasus di Indonesia. Kemudian ada tambahan pasien sembuh sebanyak 551 orang.

“Pemeriksaan ini kita masih mendapat kasus baru yang konfrimasi COVID-19 positif sebanyak 703 orang sehingga total sekarang menjadi 29.521 orang, kasus sembuh 551 orang, sehingga total menjadi 9.443, kasus meninggal naik 49 orang sehingga total menjadi 1.770,” kata Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Yuri) dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube BNPB, Jumat (5/6/2020).

Yuri mengatakan per hari ini pemerintah tela memeriksa sebanyak 13.333 spesimen sehingga total 380.973 spesimen telah diperiksa di Indonesia. Dari jumlah spesimen tersebut didapatkan tambahan ODP dan PDP di Indonesia.

“Kita masih lakukan pemantauan dari tracing kasus positif baru yang kita dapatkan, kita tracing dan pantau 49.320 orang (ODP, red), pasien daam pengawasan (PDP) yang kita awasi betul ada 13.592 orang,” ucap Yuri.

Atas data penambahan tersebut, Yuri menyebut pihak pemerintah mengajak masyarakat untuk terus mengedepankan faktor aman. Sehingga nantinya masyarakat bisa siap hidup produktif di tengah pandemi Corona.

“Karena itu pemerintah akan mengedepankan faktor aman, aman dari kemungkinan tertular menjadi yang nomor satu, setelah itu kita akan lakukan berbagai macam upaya agar kita bisa produktif, ini yang menjadi penting untuk kita pahami bersama,” ujarnya.

 

(hels)

Baca Selengkapnya

BERITA

Gubernur BI Ucap Syukur Rupiah Menguat di Bawah Rp 14.000

Oleh

Fakta News
Rupiah Menguat 19 Poin

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS semakin perkasa hingga berada di bawah level 14.000. Mengutip data Bloomberg, rupiah sore ini menguat 1,54 persen ke level Rp 13.878.

“Alhamdulillah dengan rahmat Allah SWT bagi ekonomi Indonesia, siang ini rupiah sudah tembus di bawah Rp 14.000. Bid over Rp 13.855 dan over Rp 13.960,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Perry menuturkan, penguatan rupiah sejalan dengan pandangan Bank Indonesia (BI) rupiah masih undervalued. Ke depan, rupiah masih terus berpotensi menguat.

Potensi penguatan itu mempertimbangkan tingkat inflasi yang rendah. Data Badan Pusat Statistik mengungkap, inflasi pada Mei 2020 sebesar 0,07 persen (month to month/mtm) dan 2,19 persen (year on year/yoy). Tingkat inflasi lebih rendah dibanding pola historisnya.

Kemudian, penguatan juga ditopang oleh perbedaan suku bunga luar negeri dengan di dalam negeri (Interest rate differential) sehingga memicu minat para investor.

“Interest rate differential SBN 10 tahun di Indonesia itu 7,06 persen, sedangkan US treasury 0,8 persen. Berarti ada perbedaan suku bunga 6,2 persen. Ini menunjukkan imbal hasil aset keuangan SBN masih tinggi,” papar Perry.

Di sisi lain, penguatan rupiah ditopang dari menurunnya indikator premi risiko/ premi credit default swap (CDS) di level 126, setelah sebelumnya berada di level 245.

“Tapi kalau dibandingkan dengan tingkat sebelum Covid-19, itu masih tinggi. Karena sebelum Covid-19 ada di level 66-68. Insya Allah premi risiko pasca Covid-19 akan lebih rendah dari 126 dan mendukung penguatan nilai tukar,” pungkas Perry.

 

(edn)

Baca Selengkapnya