Connect with us

Dituding Fahri Ada Racun di Kematian Petugas KPPS, Ini Jawaban KPU

DPT Ganda, fahri hamzah, petugas KPPS, KPU
Viryan Aziz, Komisioner KPU.(istimewa)

Jakarta – Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR, mendapatkan laporan dari kelompok dokter yang menyebut kemungkinan penyebab petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal karena racun. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempertanyakan kredibilitas bukti tersebut.

Viryan Aziz, Komisioner KPU, menyebut, yang bisa mengetahui penyebab kematian petugas KPPS adalah pihak yang memiliki kompetensi seperti Kementerian Kesehatan.

Viryan lantas mempertanyakan sikap Fahri tersebut karena dianggap tak berempati dengan korban. Ia bertanya, apakah Fahri sudah mengunjungi keluarga korban.

“Kami sih udah datang ke beberapa keluarga korban, apakah yang bersangkutan udah pernah takziah ke keluarga korban?” ujar Viryan.

Komisioner KPU tersebut kemudian memaparkan hal yang terpenting untuk saat ini adalah mencari solusi untuk mekanisme pemilu berikutnya. Tujuannya, agar tidak ada lagi korban berguguran.

“Poin pentingnya ini beban pemilu seperti ini perlu kita cari solusi untuk ke depan, bahwa pemilu untuk satu mekanisme demokratis dalam sirkulasi kepemimpinan baik lokal maupun nasional ini penting,” jelas Viryan.

Viryan menambahkan, teknis pemilu berikutnya harus bisa meminimalisasi petugas-petugas KPPS sakit bahkan meninggal dunia.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Plan Indonesia Bagikan Ribuan Alat Kebersihan dan Perlengkapan Sekolah di Lembata

Oleh

Fakta News
Asisten 2 Bidang Administrasi, Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Lembata, Paulus Kedang (kedua dari kiri) bersama Program Implementation Manager Plan Indonesia Area Lembata, Erlina Dangu (ketiga dari kiri) dan petugas Gugus Tugas penanganan COVID-19 saat penyerahan secara simbolis MHM Kits dan School Kits di Sekretariat Gugus Tugas, Lewoleba. (Photo: Plan Indonesia)

Lewoleba – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menyumbangkan ribuan alat kebersihan dan perlengkapan sekolah kepada anak dan siswa didik dimulai pada Senin (13/7/2020) hingga satu bulan ke depan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Pembagian paket perlengkapan manajemen kebersihan menstruasi (MHM Kits) bagi 4.059 anak-anak berusia 10 hingga 18 tahun, serta 4.406 paket perlengkapan sekolah (School Kits) untuk anak-anak Sekolah Dasar akan didistribusikan pada 84 SD dan 28 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 82 taman kanak-kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Pendistribusian alat kebersihan dan perlengkapan sekolah ini dilaksanakan di 79 desa dampingan Plan Indonesia di Kecamatan Omesuri, Buyasuri Ile Ape, Ile Ape Timur dan Lebatukan dalam upaya mendukung pemerintah dalam melakukan pencegahan Pandemik COVID-19.

Asisten 2 Bidang Administrasi, Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Lembata, Paulus Kedang (ketiga dari kiri) bersama Program Implementation Manager Plan Indonesia Area Lembata, Erlina Dangu (Keempat dari kiri) dan beberapa petugas Gugus Tugas penanganan COVID-19 saat penyerahan MHM Kits dan School Kits di Sekretariat Gugus Tugas, Lewoleba. (Photo: Plan Indonesia)

Saat distribusi Plan Indonesia dibantu relawan Forum Penanggulangan Resiko Bencana (PRB) kabupaten dan tingkat desa serta para relawan Plan Indonesia wilayah dampingan di Lembata.

“Pembagian perlengkapan manajemen kebersihan menstruasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi terkait menstruasi bagi anak dampingan dan agar mereka memanfaatkan paket perlengkapan untuk kebersihan diri secara baik dan benar saat menstruasi,” kata Erlina Dangu, Program Implementation Area Manager Plan Indonesia di Kabupaten Lembata.

Erlina mengatakan tujuan dari pembagian paket menstruasi dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak dampingan agar mereka dan tenaga pendidik bisa terbantu dalam pelaksanaan proses belajar selama masa pandemik virus corona di lima wilayah  kecamatan dampingan Plan Indonesia.

Distribusi ini merupakan kelanjutan program tanggap darurat Plan Indonesia saat pandemik COVID-19. Pada bulan April hingga juni 2020, Plan Indonesia telah memberikan bantuan kepada masyarakat secara langsung dengan menyasar anak dan keluarganya yang tinggal di wilayah dampingan. Bantuan yang telah diberikan berupa ribuan paket kebersihan diri, fasilitas air bersih.

Asisten 2 Bidang Administrasi, Pembangunan dan Ekonomi Kabupaten Lembata, Paulus Kedang (baju putih) bersama Program Implementation Manager Plan Indonesia Area Lembata, Erlina Dangu (baju biru) sedang melakukan penandatanganan tanda terima bantuan MHM Kits dan School Kits di Sekretariat Gugus Tugas, Lewoleba. (Photo: Plan Indonesia)

Lebih dari 400.000 anak dan orang dewasa telah menerima manfaat langsung dalam program tanggap darurat Plan Indonesia termasuk penyediaan air bersih dan alat kebersihan, kegiatan promosi kebersihan, perlindungan anak dan memastikan akses pendidikan untuk anak-anak di daerah terpencil.

Wilayah tanggap COVID-19 dari Plan Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nagekeo, Lembata, Belu, Malaka, Manggarai, Nusa Tenggara Barat di Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram, Sumbawa, DKI Jakarta di 18 kelurahan dan Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya

BERITA

Meski Persentase Kesembuhan Pasien Covid-19 Kota Bogor Capai 75,24 Persen, Warga Diminta Tetap Waspada dan Terapkan Protokol Kesehatan

Oleh

Fakta News
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno

Bogor – Dinas Kesehatan Kota Bogor mengumumkan adanya tambahan jumlah pasien sembuh dari covid-19 pada Senin, 13 Juli 2020. Sehingga, total pasien sembuh menjadi 152 kasus dari total positif covid-19 yakni 212 kasus.

“Tambahan lima pasien sembuh itu meningkatkan persentase kesembuhan dari 70,38 persen menjadi 75,24 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retnodi di Kota Bogor, melansir Antara, Selasa, 14 Juli 2020.

Retno menerangkan, fakta ini menunjukkan penyebaran covid-19 di Kota Bogor semakin landai. Tapi, warga diminta tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Yakni memakai masker, rajin mencuci tangan dengan air sabun, dan menjaga jarak fisik,” terangnya.

Pihaknya juga mengumumkan, pada Senin, 13 Juli 2020, tidak ada tambahan kasus baru covid-19, jumlahnya tetap 212 kasus. Demikian juga kasus meninggal, tidak ada tambahan.

Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Bogor berkurang lima pasien. Sehingga jumlah PDP menjadi 44 pasien.

Kemudian, warga Kota Bogor berstatus orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya berkurang enam. Sehingga jumlah OPD menjadi 37 orang.

Warga Kota Bogor berstatus orang tanpa gejala (OTG) jumlahnya juga berkurang enam orang. Sehingga jumlah OTG menjadi 90 orang.

 

(edn)

Baca Selengkapnya

BERITA

PDIP Bakal Umumkan Dukungan Cakada Pilkada 2020 pada 17 Juli

Oleh

Fakta News
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

Jakarta – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan PDI Perjuangan akan mengumumkan dukungan pilkada gelombang dua pada 17 Juli 2020 mendatang.

“Pengumuman secara terbatas melalui teleconference akan dilakukan pada hari Jumat, 17 Juli 2020. Pasca diumumkan, setiap paslon wajib mengikuti Sekolah Partai guna memerkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, kebijakan legislasi dan anggaran, tata pemerintahan yang baik dan bersih, program kerakyatan berbasis Trisakti Bung Karno, strategi pemenangan pemilu berbasis gotong royong, komunikasi politik, dan berbagai perspektif kepemimpinan visioner berdasarkan best practices dari kepala daerah PDI Perjuangan” ujar politikus asal Yogyakarta itu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7).

Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan, meskipun dilakukan dengan teleconference, seluruh protokol kepartaian akan tetap dijalankan saat pengumuman itu.

“Partai terus memerkuat militansi kader termasuk para kepala daerah dan wakil kepala daerah. Semua solid bergerak untuk Indonesia yang lebih berkeadaban, lebih makmur, lebih adil, dan terus mengelorakan semangat berdikari, serta mendorong Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” tandas Hasto.

Untuk informasi, gelombang pertama pengumuman dukungan PDI Perjuangan di Pilkada sudah dilakukan pada tanggal 19 Februari 2020. Ada 48 pasangan calon yang resmi mendapat dukungan PDI Perjuangan baik untuk Pilgub maupun Pilkada kabupaten-Kota.

Selain itu, Hasto menekankan partainya terus melakukan kondolidasi total terkait Pilkada serentak pada Desember 2020 mendatang.

Terkait itu, PDI Perjuangan telah merampungkan rekomendasi dukungan untuk daerah basis di Pilkada 2020 ini.

Hasto menyebut, bagi PDI Perjuangan Pilkada adalah momentum untuk memerkuat kelembagaan Partai di dalam menyiapkan Pemimpin.

“PDI Perjuangan sudah menyelesaikan rokomendasi di daerah basis, dan kini fokus kami menyelesaikan rekomendasi daerah kluster III, yaitu daerah dengan perolehan kursi di bawah 10%,” kata Hasto.

Di daerah itu, Hasto menerangkan, PDI Perjuangan bekerja sama dengan sejumlah Partai Politik.

“Di daerah ini PDI Perjuangan bekerja sama dengan seluruh kekuatan Partai Koalisi pendukung Pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, termasuk PKB, PPP, PAN, dan PBB. Kerjasama dengan Partai Nasionalis seperti Golkar, Gerindra, Hanura, Perindo dan lain-lain juga banyak dilakukan,” tutur Hasto.

Dilanjutkan Hasto, meskipun banyak daerah yang telah dinyatakan siap diumumkan, namun dengan pertimbangan kondisi bangsa dan negara yang saat ini sedang fokus menghadapi pandemi Covid-19, maka pasangan yang akan diumumkan bersifat simbolik sebagai representasi provinsi.

 

(edn)

Baca Selengkapnya