Connect with us

Bertambah 340, Kasus Postif Covid-19 di Jatim Capai 13 Ribu Lebih

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Surabaya – Kasus positif COVID-19 di Jatim bertambah 340 sehingga totalnya tembus 13.025 kasus. Yang meninggal hampir seribu pasien.

“Terkonfirmasi ada tambahan 340 kasus baru positif COVID-19. Total ada 13.025 kasus,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (3/7/2020).

Tambahan 340 kasus positif Corona itu berasal dari sejumlah wilayah di Jatim. Dari Ponorogo 3 kasus, Kota Batu 13 kasus, Banyuwangi 1 kasus, Pamekasan 1 kasus, Kabupaten Malang 2 kasus, Kota Madiun 3 kasus, Lamongan 1 kasus, Magetan 7 kasus, Kota Mojokerto 1 kasus, Sampang 6 kasus, Sidoarjo 65 kasus, Gresik 61 kasus, Lumajang 1 kasus, Bangkalan 17 kasus, Jombang 1 kasus, Kabupaten Pasuruan 11 kasus, Tuban 2 kasus, Pacitan 2 kasus, Bojonegoro 6 kasus, Kota Malang 17 kasus, Sumenep 3 kasus, Situbondo 10 kasus, Jember 7 kasus dan Surabaya 99 kasus.

Jumlah pasien yang sembuh ada tambahan 192. Dari Gresik 2 pasien, Bondowoso 1 pasien, Nganjuk 1 pasien, Sidoarjo 4 pasien, Lamongan 2 pasien, Bangkalan 2 pasien, Kota Kediri 4 pasien, Kabupaten Kediri 2 pasien, Sumenep 1 pasien, Tulungagung 20 pasien, Kabupaten Malang 1 pasien, Kabupaten Blitar 2 pasien, Jember 4 pasien, Jombang 20 pasien, Bojonegoro 1 pasien, Kabupaten Mojokerto 4 pasien, Kota Malang 3 pasien dan Surabaya 118 pasien. Totalnya ada 4.830 pasien Corona yang sembuh di Jatim.

Sementara jumlah pasien positif Corona yang meninggal ada tambahan 27. Dari Lamongan 1 pasien, Sidoarjo 1 pasien, Gresik 8 pasien, Lumajang 1 pasien, Jombang 2 pasien, Kabupaten Pasuruan 2 pasien, Bojonegoro 1 pasien, Kota Malang 1 pasien, Sumenep 1 pasien, Surabaya 9 pasien. Total ada 998 pasien yang meninggal karena COVID-19 di Jatim.

Sementara dari hasil tracing Pemprov Jatim, ada 7.140 pasien yang masih dirawat/kasus positif COVID-19 yang aktif. Lalu ada 4.539 PDP yang diawasi dan 5.228 ODP yang dipantau.

 

(edn)

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Peluncuran Gerakan 26 Juta Masker di Jatim Pecahkan Rekor

Oleh

Fakta News

Malang – Gerakan 26 juta masker Se-Jawa Timur tersebut diluncurkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Emil Dardak, Bupati Malang Sanusi, Walikota Malang Sutiaji, Walikota Batu Dewanti Rumpoko. Selain itu, acara Launching Gerakan 26 juta Masker dihadiri oleh seluruh bupati dan walikota lainnya Se-Jawa Timur melalui video coference.

Gerakan tersebut secara bergotong royong setiap Kabupaten Kota dan lintas elemen di Jawa Timur bagi tugas untuk menyediakan masker sebanyak-banyaknya agar bisa optimal dibagikan ke masyarakat yang membutuhkan masker.

Mendagri sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten/Kota atas upaya agresif dalam melakukan pencegahan penularan covid-19 sehingga angka kesembuhan yang dicapai tertinggi di pulau Jawa. Hal tersebut dikatakan Mendagri pada Kegiatan Launching Gerakan 26 Juta Masker se-Provinsi Jawa Timur di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jumat (7/08/2020).

“Apresiasi saya sampaikan kepada pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kotanya yang sudah mulai agresif melakukan testing sehingga bisa memisahkan yang positif dan negatif. Kemudian juga treatment yang baik adanya rumah sakit, karantina, dan inovasi yang lain membuat angka kesembuhan tertinggi di Jawa, Ini juga cukup baik,” tuturnya.

Selain itu, Mendagri juga sangat berbahagia atas pembagian 26 juta masker kepada masyarakat Jawa Timur, tidak hanya memecahkan rekor pembagian masker yang pernah ada di daerah selama ini. Namun, terutama ialah dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar lagi dalam penggunaan masker sebagai alat perang melawan covid-19.

“Hari ini kita melihat angka 26 juta, ini rekor sudah pecah lagi ini. Saya berharap dengan acara ini nanti bisa membantu untuk menekan penurunan angka covid-19, saya tahu upaya yang dikerjakan oleh Ibu khofifah sangat luar biasa dengan jajaran pemerintah daerah kabupaten/kota semua bekerja untuk menekan covid-19,” terangnya.

Kemudian, Ia juga mengajak solidaritas sektor swasta/pengusaha untuk merangkul masyarakat yang kurang mampu baik dari segi ekonomi maupun pemahaman terhadap pentingnya penggunaan masker melalui kontribusi mengumpulkan dan membagikan masker kepada masyarakat luas.

“Kita harapkan membaginya tidak hanya satu sektor, kegotongroyongan itulah yang kita harapkan. Kegotongroyongan pada saat mengumpulkan dan kegotongroyongan pada saat eksekusi membagikan dengan semua jalur yang ada baik struktur formal: Kecamatan, Kelurahan, Desa, RW, RT. Kemudian Satpol PP, TNI, Polisi tetapi jalur-jalur normal juga perlu kita gunakan sesuai dengan local wisdom yang ada disitu seperti yang ada di Bali, itu desa adat kuat. Ada juga Ibu-Ibu Bhayangkari, Ibu-Ibu dari Dharma Wanita, Dharma Pertiwi ya. Disini juga kuat sekali muslimat NU, Pesantren, kenapa tidak?,” kata Mendagri.

Ia juga kembali menekankan gerakan tersebut harus menjadi target kekuatan utama pusat dan daerah untuk bergerak membantu, dan meminta seluruh jajaran pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/Kota bekerja all out juga untuk bergerak dalam program kampanye bagi dan sosilisasikan memakai masker, cuci tangan, jara jarak dan hindari kerumunan yang merupakan bagian penting dari protokol kesehatan Covid-19.

 

(edn)

Baca Selengkapnya

BERITA

Jadi Wakil Ketua Pelaksana, KSAD Andika Perkasa Dampingi Erick Thohir di Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

Oleh

Fakta News
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa

Jakarta – Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir menggandeng KSAD Jenderal Andika Perkasa untuk posisi wakil ketua pelaksana. Erick berharap kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan meningkat.

“Satu kunci dalam memerangi pandemi adalah menjaga kepatuhan, ketaatan, dan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi. Sosialisasi tentang pentingnya menjaga protokol itulah yang perlu kita tingkatkan, sehingga saya merasa perlu keterlibatan TNI Angkatan Darat,” ujar Erick dalam keterangan tertulis dari Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (7/8/2020).

Erick Thohir menambahkan sangat menghargai dan mendukung keinginan masyarakat kembali beraktivitas. Namun, dengan masih tingginya penyebaran virus Corona, intensitas sosialisasi kepada masyarakat untuk menerapkan prinsip 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) selama pandemi harus terus ditingkatkan.

“Fokus kami di Komite sudah jelas, kesehatan pulih, ekonomi bangkit. Terkait upaya pemulihan kesehatan, kami harus benar-benar turun ke bawah dengan semangat memudahkan dan melayani masyarakat agar bersama dan bahu-membahu memerangi pandemi ini hingga tuntas,” kata Erick.

Pada kesempatan yang sama, Andika menyatakan kesiapan menjadi bagian dari Komite yang punya misi mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi nasional secara tepat. Andika siap melibatkan komando TNI AD hingga tingkat terbawah.

“Kami siap memberikan dukungan dan bantuan atas misi bersama ini untuk memulihkan kesehatan masyarakat dan ekonomi nasional. Kami akan melibatkan struktur komando hingga lapisan terbawah yang dekat dengan masyarakat agar disiplin dan taat protokol kesehatan,” ujar Andika.

 

(edn)

Baca Selengkapnya

BERITA

Dukung Seruan Pemerintah, Plan Indonesia Bagikan 40.000 Masker untuk Anak-anak Kabupaten Lembata

Oleh

Fakta News
Yayasan Plan

Lembata – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) mendukung upaya pemerintah tentang penggunaan masker secara nasional dengan membagikan empat puluh ribu masker kain untuk sepuluh ribu anak dan lima ratus masker untuk para relawan pada Agustus ini di Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur.

Pembagian masker kain ini telah berlangsung sejak Juli hingga tengah Agustus 2020. Bantuan masker dibagikan di 79 desa yang tersebar di Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Omesuri dan Buyasuri. Para relawan Forum Penanggulangan Resiko Bencana kabupaten dan tingkat desa serta para relawan Plan Indonesia wilayah dampingan di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sejak akhir Juli lalu, Kabupaten Lembata telah dinyatakan masuk ke zona hijau oleh Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur. Protokol COVID-19 tetap dilaksanakan antara lain menjaga jarak, memakai masker, menyediakan media cuci tangan dan cuci tangan pakai sabun.

Pada masa kebiasaan baru ini, pemerintah setempat tetap waspada dengan menerapkan protokol keamanan. Di sektor pendidikan, contohnya, proses pembelajaran dari rumah diselenggarakan dengan guru mengunjungi murid di rumah.

“Pembagian masker ini bertujuan untuk mendukung anak-anak dampingan dan para relawan Plan Indonesia di desa agar terhindar dari COVID-19 dan terlindungi saat pendistribusian masker. Masker juga dimanfaatkan dalam melindungi diri saat melakukan aktifitas sehari-hari,” kata Erlina Dangu, Program Implementation Area Manager, Yayasan Plan International Indonesia di Kabupaten Lembata dalam siaran persnya Jumat (7/8).

Erlina berharap pembagian masker ini agar anak-anak dan relawan bisa terhindar dari pandemik COVID-19 di wilayah dampingan Plan Indonesia. Orang tua penerima masker Marcia Bengan menyampaikan rasa terima kasih kepada Plan Indonesia.

“Saya berterima kasih kepada Plan Indonesia atas pembagian masker ini karena sulit sekali mendapatkan masker dengan bahan yang nyaman untuk anak-anak,” kata Marcia.

Pembagian masker ini kelanjutan program tanggap darurat pandemik COVID-19 oleh Plan Indonesia yang dimulai sejak April hingga September 2020. Plan Indonesia telah memberikan bantuan kepada masyarakat secara langsung berupa ribuan paket perlengkapan kebersihan diri dan fasilitas air bersih, paket manajemen kebersihan menstruasi dan paket permainan untuk anak-anak serta alat pelindung diri untuk tenaga kesehatan masyarakat.

Lebih dari 450.000 anak dan orang dewasa telah menerima manfaat langsung dalam program tanggap darurat Plan Indonesia sebagai upaya untuk memastikan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil.

Wilayah tanggap COVID-19 dari Plan Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nagekeo, Lembata, Belu, Malaka, Manggarai, Nusa Tenggara Barat di Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram, Sumbawa, DKI Jakarta di 18 kelurahan dan Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya