Connect with us

Bukan Ratna Saja, Harusnya Bawaslu Berani Ambil Tindakan ke Prabowo-Sandiaga

Tindakan ke Prabowo

JakartaBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali diminta mengambil tindakan ke Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Keduanya dinilai harus diperiksa terkait keterlibatan mereka dalam berita hoaks Ratna Sarumpaet.

Hal ini disampaikan Direktur Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, dalam diskusi bertema “Menimbang Skandal Ratna dari Sudut Hukum Pidana dan Pemilu 2019” di Jakarta, Kamis (11/10). Ia berharap kasus ini bisa segera dituntaskan demi ketenangan publik.

“Kita minta Bawaslu bekerja. Bawaslu harus proses atas laporan terkait hoaks dari Ratna Sarumpaet,” kata Ray.

Baca Juga:

Ditegaskan Ray, yang dikejar saat ini bukan Ratna saja. Pasalnya Ratna tidak pernah menyampaikan ke publik bahwa dia berbohong telah dianiaya.

Justru yang membuka ke publik adalah orang-orang yang menemui Ratna atau mendapat hoaks tersebut. Mereka adalah Prabowo, Sandiaga, Fadli Zon, Eggi Sujana, Fahri Hamzah, sampai Amien Rais.

“Perbuatan mereka itu termasuk pelanggaran kampanye atau bukan? Apakah masuk kampanye hitam atau bukan? Itu yang harus dikejar Bawaslu. Kalau polisi saja sudah menetapkan Ratna sebagai tersangka, harusnya Bawaslu juga membuat keputusan terhadap para penyebar berita hoaks,” sambung Ray.

Bagi Ray, ada dua hal yang bisa dilihat Bawaslu untuk kasus penyebaran berita hoaks Ratna ini. Salah satunya apakah penyebar, termasuk Prabowo-Sandi, melakukan secara bersama-sama dan terkoordinasi. Lalu yang kedua, apakah penyebaran hanya orang per orang.

Menurut Ray, jika terbukti melakukan secara bersama-sama, maka Prabowo-Sandi bisa didiskualifikasi. Bawaslu harus berani ambil tindakan ke Prabowo.

“Mereka kan keluarkan statemen hampir bersamaan. Isinya juga hampir sama. Ini harus diselidiki, apa karena kebetulan atau memang sudah ada skenario. Kalau sudah diskenario berarti mereka memang melakukan bersama-sama. Maka Prabowo-Sandi dan timnya harus dibubarkan,” ujar Ray.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Airlangga Hartarto: Optimis Jokowi Raih 85% Suara di NTT

Oleh

Fakta News
Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto Ketum Golkar optimis Jokowi menang di NTT(Foto: Istimewa)

Kupang –  Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto optimis, Jokowi raih 85% suara dan berhasil memenangkan Pemilihan Legislatif di Pemilu 2019. Airlangga Hartarto menilai, basis utama kemenangan Partai Golkar dan capres Jokowi besar dari Indonesia wilayah timur.

Dalam acara silaturahmi dan temu kader dengan DPD Partai Golkar se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, Airlangga mengatakan, kepala daerah yang memimpin NTT saat ini merupakan parpol pengusung Jokowi. Dan wakilnya merupakan kader Partai Golkar, sehingga Partai Golkar sangat optimis meraih kemenangan pada pileg dan pilpres.

Tak tanggung-tanggung, Airlangga menargetkan peroleh suara Jokowi-Ma’ruf di NTT mencapai 85 persen. “Partai Golkar berkomitmen akan mengawal kemenangan Pileg di NTT, dan mengantarkan 85 persen kemenangan untuk capres Jokowi,” ucap Airlangga, di GOR Flobamora Kupang, Rabu (20/2/2019).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian ini mengatakan, pemerataan pembangunan infrastruktur untuk masyarakat NTT sangat menjadi perhatian presiden Jokowi.

“Kader Partai Golkar NTT wajib mengantarkan presiden Jokowi terpilih lagi, Pak Presiden sudah 8 kali datang ke NTT, sehingga pembangunan infrastruktur disini terus dilanjutkan,” ujar Airlangga.

Baca Selengkapnya

BERITA

Direktur Relawan TKN Targetkan Kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Sumbar

Oleh

Fakta News
Direktur Relawan TKN, Maman Imanulhaq dalam konsolidasi Relawan se-Sumatera Barat di Payakumbuh, Rabu (20/2/2019) (ist)

Payakumbuh – Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq mengatakan bahwa banyak tokoh nasional lahir dari Bumi Minangkabau. Bahkan 15 orang di antaranya menjadi Pahlawan Nasional.

Menurutnya para tokoh itu telah melahirkan pemikiran besar, menghasilkan karya monumental dan berjasa bagi kepentingan bangsa dan negara.

“Bangsa Indonesia berhutang kepada Bumi Minang. Karena dari sini lahir tokoh-tokoh Nasional yang berjiwa agamis dan nasionalis. Presiden Jokowi telah 5 kali berkunjung ke tempat ini sebagai bentuk terima kasih negara kepada Sumbar dan menyerap spiritualitas Minang sebagai spirit menjadikan Indonesia kiblat peradaban dunia Islam,” kata Maman Imanulhaq yang hadir dalam konsolidasi Relawan se-Sumatera Barat di Payakumbuh, Rabu (20/2/2019).

“Saya yakin semua relawan bisa mensosialisasikan capaian-capaian Jokowi terutama yang berkaitan dengan kepentingan umat Islam seperti pembangunan Bank Wakaf Mikro, Universitas Islam Internasional Indonesia dan mendorong UU Pesantren,” imbuh Politisi PKB ini.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Presiden Jokowi Minta Dana Desa Digunakan untuk Berdayakan Ekonomi Masyarakat

Oleh

Fakta News
Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019 di Ecovention Ocean Ecopark, Ancol, Jakarta, Rabu (20/2/2019) (Foto: Biro Pers Setpres)

Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta seluruh pemerintah desa untuk berupaya meningkatkan perekonomian desa dan warganya dengan memanfaatkan dana desa yang diberikan pemerintah pusat. Tahun ini, dana desa yang diberikan pemerintah ialah sebesar Rp70 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp60 triliun.

“Fisik infrastruktur sudah kita jalankan. Ini ke depan agak digeser sedikit ke pemberdayaan ekonomi desa,” kata Presiden saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019 di Ecovention Ocean Ecopark, Ancol, Jakarta, pada Rabu, 20 Februari 2019.

Upaya meningkatkan perekonomian desa tersebut dimulai dengan melihat apa yang menjadi keunggulan suatu desa. Desa yang memiliki pemandangan alam maupun objek wisata yang indah, dapat memfokuskan upayanya untuk menggarap keunggulan tersebut agar nantinya menghasilkan pemasukan bagi desa itu sendiri.

“Ini ada di Jawa Tengah, Desa Ponggok. Desa itu memiliki umbul air kemudian dibuat desa wisata. Dana desa sebagian masuk ke sana. Apa yang terjadi? Satu tahun bisa mendapatkan income Rp14 miliar,” tuturnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya