Connect with us

Bakal Jabat Komut, Marthin: Figur Ahok Punya Potensi Benahi BUMN

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok

Jakarta – Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mencuat belakangan ini sejak digadang-gadangkan sebagai petinggi di salah satu perusahaan BUMN. Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, Ahok dicalon sebagai komisaris utama Pertamina menggantikan Tanri Abeng.

Alumni Teknik Sipil ITB 87 Marthin Siregar menilai bahwa masuknya Ahok dalam jajaran komisaris Pertamina diharapkan dapat memperkuat perusahaan migas nasional. Menurutnya sosok Ahok yang tangguh, berpendirian dan berintegritas punya potensi untuk membenahi Pertamina.

Marthin menambahkan bahwa BUMN seperti Pertamina maupun lainnya perlu figur seperti Ahok. Ia menilai karakter Ahok yang cukup percaya diri, berorientasi pada hasil yang win-win solution

“Figur Ahok saya kira sangat cocok tidak hanya untuk mengisi jabatan komut di Pertamina, namun juga PLN, Inalum dan BUMN lain. Apalagi dengan latar belakang pendidikan geologinya, dapat menjadi modal Ahok untuk membenahi BUMN di sektor energi,” kata Marthin kepada Fakta.News, Minggu (24/11).

Ia pun menyoroti penolakan sejumlah kalangan terhadap Ahok oleh Forum Alumni ITB 73 (Fortuga), menurut Marthin publik harus objektif dalam menilai Ahok. Jangan sampai kapabilitas Ahok yang mumpuni malah luput karena tuduhan yang tak jelas.

Marthin meyakini publik yang menggunakan common sense pasti bisa melihat potensi di diri Ahok. Hanya cara berkomunikasi Ahok yang perlu diperbaiki sehingga publik tidak salah persepsi.

“Sementara tuduhan anti islam terhadap Ahok tak lepas dari kontestasi politik pilkada DKI lalu yang cenderung brutal dan menghalalkan segala cara, sehingga menutupi potensi Ahok sesungguhnya.

“Ini bukan berlaku untuk Ahok saja tapi beberapa potensi lain yang dilengserkan hanya karena politik identitas sempit,” paparnya.

Kemudian jika ada yang meragukan jiwa nasionalisme, Marthin menilai rekam jejaknya dapat dilihat dari sejumlah pengalaman birokrasi dan latar belakang keluarga Ahok selama ini.

“Bicara rasa nasionalisme, kita bisa lihat rekam jejak Ahok selama ini, baik sebagai anggota dewan maupun birokrat sejak di Belitung hingga DKI Jakarta. Keluarga Ahok pun tak perlu dipertanyakan lagi jika menyangkut rasa nasionalisme,” pungkas Marthin.

 

Yuch

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Manfaat Ikuti World Expo Dubai, Mendag: Tingkatkan ‘Trade, Tourism’, dan ‘Investment’ di Timur Tengah

Oleh

Fakta News
Mendag Agus Suparmanto memberikan keterangan kepada pers usai Ratas di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (17/2).

Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menjelaskan bahwa World Expo di Dubai manfaatnya adalah meningkatkan trade, tourism, dan investment di kawasan Timur Tengah dan pasar lainnya serta menaikkan citra atau branding dari Indonesia di luar negeri.

“Saya ingin menjelaskan perkembangan dari tadi dengan hasil arahan dari Bapak Presiden mengenai World Expo, ini World Expo ini akan diadakan di Dubai, antara 20 Oktober 2020 sampai 10 April 2021,” ujar Mendag.

Menurut Mendag, kegiatan World Expo Dubai akan mempromosikan mengenai historical yaitu penemuan dan inovasi baru yang dapat membawa pembaharuan bagi dunia.

“Serta promosi dan pertukaran budaya serta media memperkenalkan dan mempromosikan branding kota, wilayah, dan bangsa sebagai bagian dari kampanye periklanan tiap negara,” tambah Mendag.

World Expo ini, lanjut Mendag, akan diadakan kurang lebih tadi 6 bulan atau sekitar 173 hari. “Ditargetkan sekitar 2,5 juta pengunjung di Pavilion Indonesia, dimana target seluruhnya adalah pengunjung Expo itu sendiri sekitar 25 juta pengunjung untuk Dubai Expo, dan ini diikuti oleh 190 negara,” ujarnya.

Di sisi lain, sambung Mendag, Ekspo tersebut juga menghadirkan tema yaitu ‘Transforming Future Civilization True Innovation dan Diversity’.

“Konsep yang akan kita di-delivery, yaitu entertaining, interactive, dan futuristic,” tandasnya.

Dalam rangkaian World Expo ini, menurut Mendag, memang pada bulan Januari akan mengadakan National Day.

“Ini yang sangat penting dan bobot tertingginya mungkin bukan pada opening ceremony sendiri yaitu pada National Day yaitu yang rencananya diadakan 9 Januari 2021, insyaallah Presiden akan hadir pada acara tersebut,” pungkas Mendag.

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Di Hannover Messe, Menperin: Pemerintah Usung Making Indonesia 4.0 pada 5 Sektor Industri Prioritas

Oleh

Fakta News
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan keterangan kepada pers usai mengikuti Ratas di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (17/2).

Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Pemerintah akan mengusung yang berkaitan dengan making Indonesia 4.0, pada lima sektor industri prioritas yaitu tekstil, otomotif, kimia, makanan dan minuman, serta elektronik.

“Nah, ini nanti sebagian besar dari peserta Hannover Messe yang akan melakukan showcase-showcase itu nanti dari 5 sektor industri plus nanti ada tambahannya sektor energi terbarukan,” ujar Menperin saat menyampaikan keterangan pers kepada wartawan usai Rapat Terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (17/2).

Untuk Hannover Messe tahun 2020, seperti yang tadi disampaikan Presiden, menurut Menperin akan diikuti oleh 91 negara yang sudah confirm mengikuti.

”68% akan dihadiri oleh 68% pesertanya adalah CEO dan petinggi-petinggi atau pimpinan-pimpinan perusahaan ya, sebagian besar adalah yang berasal dari Eropa dan juga 6,5 juta kontrak bisnis,” tandas Menperin Agus.

Menurut Agus, dirinya juga memprediksi akan ada minimal 200 ribu pengunjung di Hannover Messe dan sekitar 6 ribu peserta pameran.

“Indonesia ini merupakan sebuah negara yang di dalamnya memiliki sektor industri yang telah ya dan telah mampu melakukan proses transformasi menuju era industri 4.0 melalui adopsi atau beradaptasi dengan teknologi-teknologi terkini, termasuk Internet of Thing, tentu di berbagai macam ragam dari nilai proses manufaktur itu sendiri,” ujar Menperin menjelaskan tema keikutsertaan Indonesia di Hannover Messe.

Rencananya, menurut Menperin, Presiden Jokowi akan membuka dan mengikuti dua acara. “Yang pertama adalah pembukaan itu sendiri bersama dengan Ibu Merkel dan juga Bapak Presiden dari EU (Uni Emirat) yang akan hadir dan juga Bapak Presiden akan buka apa yang kita sebut dengan Business Summit antara Indonesia dan Eropa,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Menperin juga menyampaikan bahwa saat ini ada 173 perusahaan yang sudah berhasil dikurasi.

“Yang akan kami tampilkan perusahaan dalam negeri, industri dalam negeri yang sudah kami kurasi yang akan kami tampilkan di dalam Hannover Messe 2020 yang akan datang,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan nanti akan ada beberapa penandatanganan baik itu business to business, goverment to business, maupun goverment to goverment.

“Ini juga yang akan menjadi perhatian dari pemerintah Indonesia, tentu akan berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia industri, nanti kami akan lakukan kerja sama antara Kementerian Perindustrian dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Eropa, khususnya di Jerman dalam memberikan vokasi-vokasi, program-program vokasi untuk meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia industri yang ada di Indonesia,” pungkas Menperin.

 

Chrst

Baca Selengkapnya

BERITA

Seskab: Presiden Tidak Diundang Acara Ponpes Lirboyo Kediri, Bagaimana Mau Datang

Oleh

Fakta News
Seskab Pramono Anung berbincang dengan Menteri ESDM sebelum Ratas Persiapan Pameran Hannover Messe dan World Expo Dubai 2020, di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (17/2).

Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum pernah diundang untuk mengikuti acara Reuni Akbar Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, di Kediri, sehingga tidak mungkin datang karena tidak ada undangan.

“Nah kalau Bapak Presiden, sebagai pembantu presiden, saya tentunya akan menyampaikan kepada beliau untuk tidak datang. Ini kata-kata ini, untuk tidak datang, ya karena beliau tidak diundang. Bagaimana mau datang,” ujar Seskab menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (17/2).

Sebelumnya, menurut Seskab, pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Haji Abdullah Kafabihi Mahrus menyampaikan bahwa di Kediri itu ada mitos, kalau presiden, wakil presiden, para penggede, maupun pejabat ke Kediri itu biasanya mengalami nasib yang kurang baik.

“Tetapi beliau juga menyampaikan sekarang sudah ada antinya, ada penangkalnya, yaitu kalau kemudian mau berkunjung ke Mbah Wasil, Mbah Wasil itu adalah kiai, makam Syekh Al Wasil Syamsuddin. Jadi harus ke Mbah Wasil dulu,” tambah Seskab menirukan ucapan pimpinan Ponpes Lirboyo.

Ia juga menambahkan bahwa makam Mbah Wasil berada di Setono Gedong. Menurut Seskab, saat memberikan sambutan, karena suasananya humoris, dirinya menyampaikan karena lahir dan besar di Kediri mengetahui adanya mitos sebagaimana disampaikan Kiai Haji Abdullah Kafabihi Mahrus.

“Nah kemudian karena yang diundang dalam acara reuni akbar dan mukhtamar itu Pak Wapres, sambil bercanda saya bilang ‘kalau Pak Wapres monggo aja mau datang karena beliau ini kan diundang, dan beliau kiai, beliau tahu antinya, penawarnya lah supaya enggak apa-apa’, sambil bercanda,” jelas Seskab seraya menyampaikan bahwa yang hadir saat itu tertawa dengan gurauan tersebut.

Framing Berita Lebih lanjut, Seskab menjelaskan bahwa berita yang kemudian beredar telah di-framing menjadi ‘Jokowi takut ke Kediri’ padahal selama ini Presiden tidak pernah takut untuk pergi ke mana-mana.

“Kan kita tahu Presiden kita ndak pernah takut kemana-mana, mau kemana aja kan Afghanistan aja saya juga mendampingi apalagi hanya ke Kediri. Saya melihat ini berita sudah melenceng jauh dari substansi awal yang disampaikan,” ujarnya.

Saat itu, menurut Seskab, juga hadir Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menhub Budi Karya Sumadi sehingga suasana yang terbangun sangat akrab. Pada kesempatan itu, menurut Seskab, dirinya hanya merespons penyampaian pimpinan Ponpes Lirboyo yang secara terbuka mengudang Wakil Presiden untuk hadir.

“Saya juga sambil bercanda kalau Pak Wakil Presiden diundang kan ada mitos tadi enggak apa-apa karena kan beliau tahu penangkalnya karena beliau adalah seorang tokoh NU sehingga ziarah ke makam itu hal yang biasa,” tambah Seskab.

Jika ada undangan untuk mengunjungi Kediri, menurut Seskab, Presiden pasti datang karena Presiden Republik Indonesia. Ia juga mengaku kaget mengapa isunya menjadi liar seperti sekarang ini padahal maksudnya becanda.

“Becanda dan menyampaikan, loh Pak Jokowi kan tidak diundang, dan semua orang ger ketawa. Makanya saya catat ini dari rekaman itu,” pungkas Seskab akhiri wawancara.

 

Ping

Baca Selengkapnya