Connect with us

Ini Alasan Perangkat Elektronik Tak Boleh Dinyalakan di Pesawat

perangkat elektronik
Flight Mode di Ponsel.

Jakarta – Dengan banyaknya kecelakaan pesawat di tanah air, terutama melihat kecelakaan baru baru ini yang dialami pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8. Ada beberapa hal yang tetap harus dijadikan perhatian. Seperti larangan membiarkan perangkat elektronik dalam kondisi menyala, salah satunya ponsel.

Menurut Aviaton Safety Reporting System, ponsel memiliki kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Ponsel dapat bekerja dengan cara yang sama di pesawat terbang, di mana ratusan sistem berbasis elektronik, yang dikenal sebagai avionik digunakan untuk navigasi dan melakukan komunikasi. Beberapa melibatkan sensor yang mengkomunikasikan informasi ke instrumen kokpit.

Hal ini tak hanya berlaku pada ponsel, tetapi semua perangkat elektronik yang memancarkan gelombang radio. Jika perangkat tersebut berada pada frekuensi yang dekat dengan avionik, maka sinyal dan pembacaan radar bisa rusak.

Baca juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Per Maret, Kominfo Identifikasi 200 Hoaks Terkait Politik

Oleh

Fakta News
200 hoaks
Ilustrasi.

Jakarta – Jelang sebulan Pilpres 2019, Kementerian Kominfo menemukan sebanyak 200 hoaks pada periode 1 maret sampai dengan 20 maret 2019, yang di antaranya terkait isu politik. Kominfo perkirakan peredaran hoaks bisa meningkat 33,3 persen dari bulan Februari.

“Kalau bulan Februari itu 300 ada hoaks. Sementara sampai pada 20 Maret ini sudah lebih dari 200 hoaks. Akhir bulan bisa tembus 400 hoaks,” kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu di Kantor Kemkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (20/3) seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, tren hoaks akan menyebarkan berita yang sudah disebarkan sebelumnya dan terbukti hoaks.

“Kalau saya lihat makin banyak tapi recycle. Kebanyakan recycle yang sudah pernah ada,” kata dia.

Namun demikian, Semuel mencermati hoaks baru juga bermunculan. Kominfo berusaha mengedukasi masyarakat untuk menghindari hoaks. Semuel menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan beberapa pihak seperti platform internet dan KPU.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Terkait Siaran Penembakan di Selandia Baru, Kominfo Panggil Facebook

Oleh

Fakta News
selandia
Ilustrasi.

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berencana untuk memanggil Facebook terkait video penembakan masjid di Selandia Baru yang tersiar secara langsung. Pemanggilan Facebook rencananya akan dilakukan pekan ini.

“Kita akan panggil (Facebook Indonesia). Mereka saja kewalahan karena ada 1,5 juta video yang dihapus. Rencana minggu ini mereka sudah kasih responsnya,” kata Semuel di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Menurut pria yang akrab dipanggil Semmy itu, Kominfo kesulitan mendeteksi video-video penembakan yang beredar karena isinya sudah di-edit sehingga sulit terbaca oleh sistem AI (artificial intelligence) yang digunakan.

“Jadi waktu dibaca pakai AI itu susah enggak terdeteksi. Karena variannya banyak di-edit, enggak kebaca jadi lebih lama (deteksinya),” papar Semmy.

Lebih lanjut, Semuel mengungkapkan bukan kali ini saja Facebook gagal mencegah konten negatif tersiar langsung. Pada 2017 di Indonesia, seorang pria bernama Pahinggar Indrawan menyiarkan langsung video ketika ia bunuh diri dengan cara gantung diri.

“Sebenarnya sudah ada dua kasus, dulu ada bunuh diri dan ini (penembakan). Kami mengharapkan mereka punya konten moderator yang lebih lebih canggih,” tuturnya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Dua Eksklusif Facebook Mundur, Ini Kata Mark Zuckerberg

Oleh

Fakta News
dua eksklusif
Mark Zuckerberg.

Jakarta – Secara mengejutkan dua eksklusif di Facebook mengundurkan diri dari perusahaan yang dimiliki oleh Mark Zuckerberg. Keduanya yakni Chris Cox yang merupakan Chief Product of Officer Facebook dan Chris Daniel menjabat sebagai Vice President WhatsApp.

Dilansir Techcrunch, keduanya mundur setelah Mark Zuckerberg mengumumkan akan mentransformasi seluruh jejaring sosialnya dengan sistem enkripsi mirip SMS.

“Saya ingin membagikan pembaruan terpenting saat kami sedang mengelola perusahaan kami untuk membangun platform sosial yang fokus pada privasi yang saya bahas minggu lalu,” tulis Zuckerberg, mengawali pengumuman mundurnya Cox dan Daniels.

Cox telah bergabung dengan Facebook selama lebih dari satu dekade. Ia memilih meninggalkan studi pascasarjana di Universitas Standford pada tahun 2005 dan memilih bergabung dengan facebook sebagai teknisi software. Ia berjasa mengembangkan fitur News Feed di facebook.

Cox juga berperan penting dalam pembuatan tim sumber daya di Facebook. Ia mengepalai tim desain dan produk, menjalankan aplikasi, serta mengawasi seluruh aplikasi di bawah naungan Facebook.

“Dia (Cox) adalah orang paling bertalenta yang saya kenal dan dia memiliki potensi untuk melakukan sesuatu yang ia mau,” kenang Zuckerberg.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya