Connect with us

Makin Rawan Diretas, Whatsapp Minta Pengguna Lakukan Update

diretas
Ilustrasi.

Jakarta – Belum lama ini, WhatsApp dikabarkan telah diganggu sejumlah peretas menggunakan spyware. Spyware ini sengaja dipasang di platform tersebut dengan mengeksploitasi kerentanan utama dalam aplikasi.

Celah keamanan melalui panggilan telepon WhatsApp pertama kali dilaporkan oleh media Financial Times, yang menyatakan bahwa WhatsApp Call bisa disusupi oleh spyware asal Israel.

Disebutkan pula bahwa spyware itu diduga kuat buatan perusahaan Israel yang bernama NSO Group. Spyware tersebut dapat menginvasi telepon WhatsApp pada versi Android maupun iOS dan berpotensi meraup data penting penggunanya.

Spyware juga bisa menyusupi panggilan telepon melalui aplikasi WhatsApp meskipun panggilan telepon itu tidak dijawab oleh pengguna. Dalam beberapa kasus, panggilan telepon yang tidak terjawab itu bisa hilang dari daftar panggilan, jadi pengguna tidak akan menyadari adanya telepon masuk.

Spyware sediri merupakan perangkat lunak yang bertugas memantau sekaligus memata-matai aktivitas penguna internet. Fungsi spyware menjadi negatif jika digunakan untuk melihat dan mencuri data pengguna.

Dengan merebaknya spyware tersebut, pihak WhatsApp sendiri langsung menggulirkan versi pembaruan yang berisikan tambalan terhadap celah masuknya spyware.

Juru bicara WhatsApp mengimbau agar pengguna segera meng-upgrade ke versi terbaru aplikasi WhatsApp. Selain untuk menjaga sistem operasi di perangkatnya tetap update, juga demi perlindungan dari potensi menjadi target serangan yang imbasnya terhadap informasi pada perangkat.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Starlink Elon Musk Bisa Digunakan untuk WiFi Pesawat, Kapal, dan Mobil

Oleh

Fakta News

Jakarta – Internet satelit Starlink milik Elon Musk semakin dapat angin untuk mengembangkan bisnis dan jaringannya. Pemerintah AS melalui Federal Communications Commission (FCC) mengizinkan mereka untuk menyediakan WiFi pada kendaraan bergerak, baik itu moda transportasi darat, laut dan udara, seperti dilansir Gizmodo pada Minggu (3/7/2022).

SpaceX selama ini memang sudah membangun Starlink sebagai konstelasi raksasa satelit di orbit rendah Bumi (LEO- Low Earth Orbit), dengan ketinggian 500-1.400 km yang mampu memberikan layanan dengan latensi rendah, throughput tinggi dan didukung oleh perangkat stasiun bumi yang mudah diinstalasi dan portable.

Mereka berencana memasang 42 ribu satelit untuk memberikan layanan internet di seluruh dunia. Starlink saat ini sudah beroperasi di AS, Kanada, Selandia Baru, sebagian Australia, Inggris, Prancis dan Spanyol. Target mereka menambah jumlah negara yang dilayani pada akhir 2022.

Saat ini Starlink juga sudah bekerja sama dengan beberapa maskapai komersil untuk menyediakan WiFi di pesawat. Pada April 2022, Hawaiian Airlines mulai menyediakan WiFi in-flight gratis pakai Starlink. Sementara itu, maskapai Delta Airlines sedang dalam tahap uji coba.

Dengan persetujuan FCC, Starlink bisa memperluas bisnis mereka ke berbagai bidang lain yang punya kebutuhan mobilitas yang sama. Untuk kapal pesiar, perusahaan Royal Caribbean sudah melirik Starlink untuk rencana penyediaan internet di aneka kapal pesiar yang mereka miliki.

Di Indonesia sendiri Starlink akan segera beroperasi melalui kerjasama dengan Telkomsat, anak perusahaan Telkom Group. Telkomsat telah melakukan penjajakan untuk bersinergi dengan SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk. Hingga akhirnya pada kuartal pertama tahun 2021, Telkomsat dan SpaceX sepakat bekerjasama dalam pemanfaatan layanan Starlink untuk wilayah Indonesia.

Selanjutnya pada pertengahan Juni 2022, Kominfo memberikan hak labuh atau landing rights kepada Telkomsat sebagai pengguna korporat backhaul dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup satelit Starlink. Artinya, jaringan ini tidak bisa diakses secara massal, melainkan hanya untuk Telkomsat saja sejauh ini. Hak labuh yang diberikan Kominfo kepada Telkomsat untuk penggunaan Starlink punya misi besar dalam mendigitalisasi Indonesia.

Namun demikian Keputusan Kominfo diatas masih menyisahkan pertanyaan bagaimana dengan pasar internet retail? untuk Internet kebutuhan massal, kepada perusahaan mana hak labuh Starlink akan diberikan?

 

Penulis : Endi Fitri Herlianto – Pemerhati IT & Telekomunikasi

Baca Selengkapnya

BERITA

Amin KAPT Bersama Youth Skill Foundation Menggelar E-sport Tournament

Oleh

Fakta News

Jakarta – Memperingati hari lahirnya AMIN KAPT di Bulan November ini, Anak Milenial Komunitas Alumni Perguruan Tiinggi (AMIN KAPT) berkolaborasi dengan Youth Skill Foundation (YSF) menggelar acara perlombaan E-Sport (PUBG Mobile) yang berlangsung pada Tanggal 30 November 2021.

Perlombaan ini bertemakan “Membangun semangat Milenial berkontribusi dalam hal Positif untuk Indonesia lebih baik”.

Acara kompetisi lomba E-sport ini juga didukung oleh PGN Solution dan Jagad Sanitasi Indonesia, E-Sport Indonesia Provinsi DKI Jakarta.

Di samping itu, perlombaan ini sebagai komitmen dari Komunitas Alumni Perguruan Tinggi untuk terus berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam mendorong para generasi muda untuk terus berkarya dan menebarkan nilai-nilai positif.

Pendaftaraan telah dibuka dari Tanggal 16 November 2021, pendaftaran tersebut menyediakan 25 Slot untuk peserta mengikuti perlombaan ini.

Tidak hanya itu sebagai pemenang dari perlombaan E-sport ini, Anak Milenial Perguruan Tinggi ( AMIN KAPT ), menyiapkan hadiah Total sebesar Rp.5.000.000,. Selain itu peserta perlombaan juga akan mendapatkan E-Certificated.

Peserta yang telah mendaftar akan tampil dan bertanding dalam sistem 1 hari tanding guna menentukan siapa yang berhak mendapatkan juara.

Piet Cintya Mawar selaku pelaksana dan juga Anak Milenial Perguruan Tinggi (AMIN KAPT) berharap bahwa melalui acara ini, generasi muda akan termotivasi untuk dapat terus berkontribusi positif dalam pergaulan di lingkungannya serta menjadi pionir dalam berbagai kreatifitas yang membangun Indonesia lebih baik.

Baca Selengkapnya

TEKNOLOGI

Perusahaan Telekomunikasi Indonesia Perlu Real-Time Insights

Oleh

Fakta News

Jakarta – Perusahaan telekomunikasi di Indonesia menggunakan real-time insights untuk membuat keputusan yang cerdas agar bisnis bisa lebih sigap dengan pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Dengan memanfaatkan platform manajemen data cloud-agnostic, perusahaan telekomunikasi terkemuka dapat mengelola siklus data end-to-end, dan menerapkan teknologi analitik, pembelajaran mesin, dan kecerdasan buatan untuk mendapatkan insight menyeluruh dari pelanggan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Cloudera dalam sesi online dengan wartawan. Kehadiran teknologi 5G dan perubahan perilaku pelanggan karena pandemi Covid-19 membuka peluang perusahaan telekomunikasi untuk menata ulang dan memberikan layanan lebih baik.

Berdasarkan data Kearney, Indonesia diprediksi akan meraih pangsa terbesar dari potensi layanan 5G di ASEAN, di mana akan menambah masing-masing hingga 9 persen dan 22 persen dari pendapatan konsumen dan perusahaan pada tahun 2025.

“Indonesia diharapkan dapat meraih pangsa terbesar dari potensi layanan 5G di ASEAN, dan kami memperkirakan bahwa penyedia telekomunikasi terkemuka yang telah menawarkan layanan 5G di negara ini akan segera memperluas jaringan 5G mereka ke lebih banyak wilayah untuk menghadirkan kecepatan tinggi, latensi rendah,” kata Fanly Tanto, Country Manager for Indonesia, Cloudera.

Untuk mengubah manajemen data dan strategi analitik mereka di era bisnis yang berbasis data ini, perusahaan telekomunikasi membutuhkan platform yang multi-fungsi, terbuka, dan bersifat end-to-end yang memungkinkan mereka untuk menghasilkan enterprise data insight yang dibutuhkan untuk mendorong nilai bisnis ke berbagai use case penting.

Heru Sutadi, pakar IT dan pendiri Indonesian Information and Communication Technology (ICT) Institute mengatakan tahun ini Indonesia memasuki babak baru pengadopsian teknologi seluler dengan hadirnya 5G.

“Adopsi 5G oleh operator telekomunikasi akan membuat operator semakin kuat posisinya sebagai data agregator yang tentunya akan mendukung era data driven.”

Cloudera juga baru-baru ini mengumumkan keanggotaan mereka di TM Forum, asosiasi global yang mendorong kolaborasi dan transformasi digital di industri jaringan dan komunikasi. alam perjalanannya.

Solusi Cloudera dipakai oleh 10 perusahaan telekomunikasi top dunia. XL Axiata dan Telkomsel merupakan perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang juga menggunakan solusi Cloudera.

Telkomsel mengintegrasikan data dari berbagai departemen menggunakan platform data mereka untuk mendapatkan wawasan terkait pelanggan dan jaringan yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan lewat sistem analitik dan pembelajaran mesin.

Sementara XL Axiata mengandalkan qbo Insights – sebuah tool percakapan self service berbasis AI dari Unscrambl (mitra Cloudera) untuk mengolah dan mengambil keputusan berdasarkan insight. Pengguna dapat menanyakan pertanyaan-pertanyaan terkait tool bisnis (seperti pendapatan, jumlah pelanggan, penggunaan dan konsumsi) dalam bahasa Inggris dan mendapatkan insight yang dibutuhkan dalam lima sampai 60 detik, tergantung kompleksitas pertanyaan.

Baca Selengkapnya