Kemkominfo Resmi Cabut Layanan Bolt dan First Media

  • Fakta.News - 29 Des 2018 | 05:05 WIB
Kemkominfo Resmi Cabut Layanan Bolt dan First Media
Kementerian Komunikasi dan Informatika.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Penggunaan frekuensi 2,3 GHz milik PT First Media Tbk (KBLV), PT Internux (Bolt) dan PT Jasnita Telekomindo resmi dicabut izinnya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Keputusan ini ditetapkan Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail di Ruang Serbaguna Kemkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (28/12).

“Untuk PT First Media Tbk. dan PT Internux, melalui dua Keputusan Menteri Kominfo, mulai hari ini kedua operator telekomunikasi itu secara resmi tidak lagi dapat menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk layanan telekomunikasi,” tutur Ismail.

Menurut Ismail, pengakhiran penggunaan pita frekuensi ini dilakukan karena perusahaan tersebut tidak dapat membayar kewajiban Biaya Hak Penggunaan Spektrum Radio pada negara.

Selain First Media dan Bolt, penghentian juga berlaku untuk PT Jasnita yang memiliki tunggakan serupa.

Pencabutan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kominfo Nomor 1012 Tahun 2018 tentang Pencabutan Izin Pita Frekuensi Radio untuk Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packet Switched yang Menggunakan Pita Frekuensi Radio 2,3 Ghz untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel  (Wireless Broadband) PT Internux.

Sementara untuk PT First Media Tbk. dituangkan dalam Keputusan Nomor 1011 Tahun 2018.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar