Connect with us

Disponsori KAPT, Tim eSports Banten Raih Lima Besar Cabor PUBG di FORNAS VI

Tim Esport Banten

Palembang – Atlet Esport untuk Cabang Olahraga (Cabor) PUBG Provinsi Banten yang tampil perdana pada Festival Olahraga Nasional (Fornas) tahun 2021 di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2022, berhasil meraih posisi lima besar. Tim Esport Banten sendiri disponsori oleh Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT).

Ketua Iespa Provinsi Banten, Ucu Nur Arief Jauhar mengatakan, perolehan tersebut merupakan suatu yang luar biasa. Untuk itu, Ucu berharap, di Fornas tahun 2023 mendatang di Jawa Barat, pihaknya dapat mengikuti seluruh Cabor Esport.

“Ini kali pertama kita ikut Fornas, dan berhasil meraih posisi ke 5. Tentu patut diapresiasi. Sekarang kan kita cuma ikuta dua Cabor, yakni MLBB dan PUBG.Semoga nanti bisa ikut semua Cabor,” ujarnya.

Meski begitu, Ucu mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh pemain, pelatih, pengurus Iespa Banten, KAPT Banten sebagai sponsor tim esport Banten, official dan awak media perwakilan Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten yang telah mensukseskan acara tersebut.

“Ini tidak terlepas dari kerjasama semuanya. Saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya,” paparnya.

Diketahui, Fornas tersebut seharusnya dilaksanakan pada tahun 2021 lalu. Namun karena dalam kondisi masa Pandemi, sehingga diundur ke tahun 2022.

Pantauan awak media, sejak memasuki babak perdelapan final, tim PUBG Banten tampil memukau. Bahkan ketika babak semi final pada match keempat, tim Banten menjadi pemenang dan memperoleh chicken.

Namun sayang, ketika babak grand final, terdapat 16 provinsi. Player dari Banten bersaing ketat dengan 15 perwakilan provinsi lainnya demi mendapatkan medali emas.

Adapun provinsi yang masuk gran final adalah Jabar, Sumatera Barat, Lampung, Kalimantan Utara, Banten, Kalimantan Selatan, Bali, DKI Jakarta.

Kemudian, Sumatera Selatan, Aceh, Jateng, Gorontalo, Sumatera Utara, Sulsel, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat.

Dalam pertandingan pertama, permainan player PUBG tampil cukup baik dengan mendapatkan poin 8 dan berada di peringkat 5.

Di pertandingan kedua, sebenarnya player dari Banten bermain impresif dengan kill enam kali. Namun sayangnya, posisi Banten terpojok lantaran dikepung oleh Aceh, Jateng, dan Kalbar.

Dalam beberapa menit, player mampu mempertahankan kekuasaannya. Tetapi karena diberondong dengan peluru dan bom, satu per satu player Banten tumbang. Sehingga poin yang ditorehkan sebanyak 11 dengan posisi lima terbaik.

Dalam pertandingan ketiga, sebenarnya Banten secara kualitas perorangan, Banten masuk pada eliminasi terbanyak ketiga. Namun secara tim, permainan player menurun dan hanya menyumbangkan 5 poin. Sehingga secara keseluruhan, Banten berada di posisi overal ke 6 dengan total 24 poin.

Dalam pertandingan keempat, player Banten menunjukan performa yang baik karena mampu membantai musuhnya dan menjadi pemenang. Padahal, posisi Banten berada di tengah-tengah musuh lima provinsi. Namun berkat kecermatan dan strategi yang matang, player Banten mampu mengusir seluruh lawannya.

Berkat ketenangan itu, poin Banten bertambah menjadi 23 poin dan berada dalam posisi kedua dari map rangking. Selain itu, player Banten masuk kedua terbanyak eliminasi dengan 5 poin. Angka tersebut tentunya menambah poin-poin keseluruhan.

Di pertandingan terakhir, player Banten menunjukan eksistensinya dengan menembak pertama player dari Jateng.

Pertempuran semakin seru lantaran semua player tampil menekan. Waktu permainan pun terasa singkat. Namun sayangnya, dua granat menghancur player dari Banten dan memaksanya menyerah.

Akibatnya, Banten berada di rangking 10 dengan menambahkan 2 poin saja. Tetapi secara kesuluruhan poin, Banten berada di posisi 5.

Peringkat pertama disabet oleh Provinsi Jawa Barat (Jabar). Kemudian juara kedua diraih Provinsi DKI Jakarta, dan ketiga diraih Provinsi Jawa Tengah.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Kerjasama Starlink dengan Operator Selular T-Mobile

Oleh

Fakta News

Jakarta – SpaceX, milik Elon Musk, sebagai induk perusahaan Starlink melakukan kerjasama dengan operator selular T-Mobile. Starlink sendiri adalah penyedia layanan connectivity telekomunikasi termasuk internet dengan mengunakan satelit orbit rendah atau LEO (Low Earth Orbit).

Kerjasama ini akan membuka babak baru penyediaan layanan selular ke pelanggan karena layanan langsung dikirim dari satelit Starlink (satellite direct-to-cell connectivity), sehingga tidak memerlukan tower selular seperti layanan yang selama ini ada atau yang dikenal sebagai Cell Tower in Space.

Layanan diatas direncanakan akan tersedia pada akhir 2023 namun tahap awal terbatas untuk layanan message services seperti SMS (Short Message Services).

Untuk layanan ini Starlink akan mengunakan satelit versi 2 yang lebih besar dengan tinggi sekitar 7 meter dan mengunakan antena berukuran sekitar 25 meter persegi. Sedangkan T-Mobile akan menyediakan frekuensi mid-band PCS spectrum yang akan digunakan Starlink untuk mengirimkan layanan message services dari satelit diluar angkasa ke pelanggan dibumi.

Tahap awal layanan ini masih berupa message services namun dikemudian hari akan dikembangkan untuk voice dan data.

Jika layanan ini tersedia akan sangat membantu untuk melayani daerah-daerah blank spot, demikian juga dalam kondisi bencana atau darurat, layanan ini akan sangat membantu karena layanan ini hanya memerlukan mengarahkan handphone ke angkasa dan layanan ini langsung dapat berfungsi dimanapun berada, sehingga akan mengurangi korban dalam kondisi bencana atau darurat.

Trend kerjasama satelit dengan operator selular tidak saja dilakukan oleh Starlink dan T-Mobile, beberapa perusahaan seperti AST SpaceMobile yang memiliki BlueWalker Satelit juga akan bekerjasama dengan beberapa operator selular seperti  Vodafone dan Lynk Global. Demikian juga pesaing Starlink di LEO, OneWeb juga sudah bekerjasama dengan AT&T.

Tersedianya layanan sellular melalui satelit akan menambah alternatif layanan berkomunikasi pelanggan, setiap layanan tersebut akan saling melengkapi disesuaikan dengan fasilitas dan kemampuan yang ada pada layanan tersebut, ada layanan yang diperuntukan untuk daerah perkotaan yang memerlukan kecepatan layanan yang cepat dan stabil atau daerah rural untuk kecepatan yang sedang serta daerah blank spot dimana layanan message services saja sudah sangat berarti.

Baca Selengkapnya

BERITA

Internet of Things (IoT) Trend Teknologi yang Perlu Dioptimalkan

Oleh

Fakta News

Jakarta – Internet of Things, atau dikenal juga dengan singkatan IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus.

Dapat juga disampaikan bahwa IoT merupakan suatu teknologi yang dapat menghubungkan berbagai hal, baik secara fisik maupun virtual melalui internet. Dengan terhubungnya berbagai macam peralatan tersebut maka akan tercipta kemampuan seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya.

Penerapan Internet Of Things di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti smart city, smart public transportation system, digital payment, manufaktur, reteil, logistik atau semacamnya. Tidak hanya itu saja, Internet Of Things juga mendorong industri untuk menciptakan atau mengembangkan aplikasi baru yang dapat digunakan diberbagai sektor kehidupan seperti e-Health, pendidikan, asuransi user-based dan aplikasi bisnis lainnya.

Beberapa aplikasi IoT yang berguna untuk memudahkan kehidupan bermasyarakat antara lain pada public transportation seperti bus atau kereta api yang dilengkapi dengan asset tracking sehingga pengguna mengetahui posisi bus atau kereta api berada yang membuat calon penumpang bisa mengantisipasi dengan efektif dan efisien.

Penggunaan IoT di tambak perikanan juga sangat membantu karena dengan bantuan IoT berupa kamera, kondisi ikan bisa diketahui dan IoT dapat memberikan pakan ikan sesuai jadwal dan kebutuhan sehingga bisa menghemat biaya produksi ikan tambak.

Demikian juga IoT yang dipasang di gedung atau jembatan yang dapat menginformasikan apabila terjadi pergeseran sehingga menciptakan keamanan gedung dan jembatan yang lebih baik.

Aplikasi IoT akan sangat tidak terbatas diaplikasikan dibanyak sektor, di perkirakan jutaan perangkat (Thing) akan terkoneksi satu sama lain. Semuanya dibuat untuk memudahkan kehidupan agar lebih baik.

Namun demikian perlu disadari bahwa implementasi IoT disuatu daerah atau sektor harus sesuai atau menjawab masalah yang terjadi, penerapan IoT bukan semata karena mengikuti trend saja.

Sebagai uji coba IoT dapat dicobakan dibeberapa bidang namun apabila dirasa tidak efektif layanan IoT tersebut harus dihentikan dan dicarikan layanan IoT yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau pengguna.

Hal ini banyak terjadi pada saat penerapan IoT untuk Smart City dan Smart Village dimana aplikasi IoT yang ada tidak optimal atau tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Baca Selengkapnya

BERITA

Smart Village Konsep untuk Memajukan Desa di Indonesia

Oleh

Fakta News

Untuk mewujudkan Indonesia yang maju di masa depan, desa-desa perlu punya kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi sehinga bisa melakukan berbagai capaian terobosan untuk menjadi desa yang maju. Berdasarkan data dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) total jumlah desa di Indonesia ada sebanyak 74.957 desa, dimana hanya kurang dari 10% yang sudah masuk kategori desa maju.

Untuk menjadikan suatu desa maju maka diperkenalkan konsep desa cerdas (smart village). Smart village adalah pembangunan desa yang berbasis penerapan teknologi tepat guna. Penerapan konsep smart village bakal mengubah desa-desa di Indonesia menjadi lebih siap menyongsong masa depan. Internet adalah infrastruktur dasar untuk mencapai kemajuan tersebut.

Paling tidak ada 4 area yang akan diperkuat dengan konsep Smart Village
• Peningkatan Ekonomi & Ketahanan Pangan Desa, Internet dipakai untuk membantu proses pemasaran produk unggulan sehingga dapat mengoptimalkan pendapatan desa.
• Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Desa, meningkatkan pemberdayaan kehidupan masyarakat desa melalui solusi layanan digital di bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan warga.
• Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Efektif dan Efisien, meningkatkan efisiensi proses pelayanan pemerintahan dan masyarakat desa serta mendorong kolaborasi dua arah sehingga dapat meningkatkan partisipasi warga.
• Integrasi Data Level Desa, membantu pengelolaan data desa secara terpusat dan terintegrasi.

Nantinya, desa-desa ‘smart’ bakal maksimal memanfaatkan Internet of Things (IoT), yakni kemampuan jaringan internet untuk membuat pelbagai peralatan saling berinteraksi dan bertukar informasi, khususnya dibidang pertanian dan peternakan. IoT akan digunakan desa untuk meningkatkan ekonomi pedesaan secara lebih efisien dan efektif.

Dengan akses internet maka siswa sekolah desa dapat bersekolah dengan materi yang sama dengan siswa sekolah diperkotaan. Hal ini menjadi penting karena pengembangan SDM melalui sekolah adalah hal yang utama untuk kemajuan desa.

Konsep Smart Village dengan internet sebagai pondasi utamanya akan mempercepat perkembangan desa menjadi lebih maju, namun untuk mencapai hal tersebut memerlukan kerjasama semua sektor khususnya dari sisi pengembangan SDM yang lebih kreatif, tekun dan berkemauan tinggi.

Baca Selengkapnya