Surya Sahetapy Pemuda Disabilitas Pendengaran yang Diminta Jokowi Jadi Staf Khusus Presiden

  • Fakta.News - 8 Nov 2018 | 10:48 WIB
Pemuda Disabilitas Pendengaran yang Diminta Jokowi Jadi Staf Khusus Presiden
Surya SahetapyInstagram Pribadi

Putra Ray Sahetapy dan penyanyi Dewi Yull yang bernama Surya Sahetapy beberapa waktu lalu jadi perbincangan. Presiden Joko Widodo mengatakan sudah menunjuk Surya menjadi staf khusus di kepresidenan.

Namun Surya kadung diterima sekolah di Amerika Serikat. Ia kini harus menempuh pendidikan dulu di Negeri Paman Sam itu. Setidaknya, butuh waktu sekitar empat tahun untuk menyelesaikan pendidikan S2 dan S3-nya.

“Saya sebenarnya mau minta satu staf khusus disabilitas, sudah kita seleksi, sudah dapat, namanya Surya. Tapi baru akan kita suruh masuk, anaknya sudah diterima sekolah di Amerika (Serikat),” kata Jokowi, Minggu (4/11) lalu.

Kendati demikian, Jokowi mempersilakan Surya untuk menyelesaikan studinya dahulu. Orang nomor satu di Indonesia itu meyakini, kapanpun negara membutuhkan sosok pemuda seperti dirinya. Yang mempunyai semangat untuk maju dan menginspirasi pemuda lainnya.

Ya, seperti diketahui, Surya menyandang disabilitas pendengaran. Dia adalah pemuda yang mengajari Jokowi ketika berbicara dalam bahasa isyarat pada pembukaan Asian Para Games 2018.

Sang ayah, Ray Sahetapy, jelas bangga pada anaknya itu. Ia selalu mengatakan kepada media bahwa sang anak memiliki kemampuan yang sama dengan manusia yang lain.

Termasuk ajakan untuk masuk dalam staf kepresidenan RI pun makin membuat Ray berbangga hati. “Semua ciptaaan Allah, kita harus bangga,” katanya.

Meski disabilitas pendengaran, Surya tak menjadikan hal tersebut sebagai kekurangan. Terbukti dengan semangatnya ia bisa menorehkan banyak prestasi.

Bahkan Ray juga menantang anaknya untuk menjadi orang nomor satu di Negeri ini. “Aku bilang sama dia berani enggak kamu jadi Presiden? Masa orang tuli enggak bisa jadi Presiden, yang pasti kalau kalian jadi Presiden, enggak ada korupsi,” ujar aktor 61 tahun tersebut.

“Saya bilang, ‘Sur, kamu sekolah dulu saja di Amerika, nanti setelah pulang langsung masuk ke staf khusus Presiden’.

Menurut bintang film The Raid itu, penyandang disabilitas memiliki kesempatan sama seperti yang lain menjadi pemimpin pemerintahan.

“Kalau perlu dia jadi Bupati kan ada wakilnya dia bisa ngomong enggak usah takut, daripada Bupatinya korup mending kita pakai orang tuli jelas enggak korup,” ujarnya lagi.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

BACA JUGA:

Tulis Komentar