Hartono Pedagang Kudus yang Sukses Mendadak Gara-gara Sandal Jepit Ukiran Asian Games

  • Fakta.News - 6 Ags 2018 | 20:18 WIB
Pedagang Kudus yang Sukses Mendadak Gara-gara Sandal Jepit Ukiran Asian Games
Hartono dan sandal jepit ukirannya(Foto: Istimewa)

Asian Games 2018 rupanya benar-benar mendatangkan rezeki. Setidaknya hal ini dirasakan betul oleh Hartono. Gara-gara sandal jepit ukiran bergambar maskot Asian Games, ia ketiban rezeki besar.

Dia bukan atlet. Bukan juga panitia penyelenggara. Hartono hanyalah pedagang biasa yang mencoba peruntungan dengan adanya Asian Games 2018.

Tak disangka, usahanya berjualan sandal jepit justru banyak dilirik orang. Produknya itu dinilai menarik sehingga jadi incaran orang untuk memeriahkan penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Asia itu.

Baca Juga:

Sedari bulan lalu, rumahnya sudah dipenuhi tumpukan sandal jepit. Lem, pisau, dan perlengkapan lainnya juga berantakan hingga memenuhi ruang tamu.

Kesehariannya kini makin sibuk. Ia mengukir gambar di sandal jepit yang polos. Karena banyak, warga Dusun Beji Banjaran RT 1 RW 3 Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo Kabupate Kudus, Jawa Tengah itu pun bisa mempekerjakan orang.

Varian ukirannya pun macam-macam. Kebanyakan gambar tiga maskot Asian Games 2018, yakni Bhin-bhin (burung cendrawasih), Atung (rusa bawean) dan Kaka (badak bercula satu).

“Banyak yang pesan lewat akun sosmed saya. Saking banyaknya pesanan sampai kewalahan,” ungkap pria berusia 33 tahun itu.

Meski ukirannya berbau Asian Games, Hartono bukan pedagang kemarin sore. Ia sudah menekuni usaha kreatif ini sejak empat tahun lalu, tapi bukan sandal.

Ya, Hartono sebenarnya adalah tukang pisau. Ia mengaku dianugerahi keterampilan mengukir yang dilatih secara otodidak.

Ide mengukir di sandal jepit pun ia akui hanya terlintas di benaknya begitu saja. “Saya dulu bekerja membuat pisau, tapi senang mengukir. Terus iseng-iseng ukir sandal, lalu datang pesanan sandal ukir yang banyak,” akunya.

Hartono bercerita, untuk menyelesaikan satu ukiran sandal, ia hanya butuh waktu dua sampai tiga jam saja. Ia selalu menekankan detailnya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar