Khaerul Anwar Dulu Pecandu Narkoba, Kini Motivator Pemuda

  • Fakta.News - 28 Jul 2018 | 16:25 WIB
Dulu Pecandu Narkoba, Kini Motivator Pemuda
Ilustrasi

Jakarta – Tidak sulit untuk menebak kalau Khaerul Anwar seorang mantan pecandu narkoba. Badannya kurus, rambutnya gondrong. Memang bukan jaminan mutlak, tapi begitulah nyatanya. Pria asal Semarang ini malah sudah merokok dan minum-minuman keras sejak SMP.

“Saya memakai narkoba bermula dari lingkungan pergaulan yang salah saat masih tinggal di Jakarta. Awalnya, saat duduk di bangku SMP mulai merokok, minum-minuman keras, dan kemudian ada yang menawarkan putaw secara cuma-cuma. Setelah itu menjadi kecanduan. Saya dulu pemakai narkoba menggunakan jarum suntik,” katanya.

Anwar menceritakan pengalamannya itu saat menjadi narasumber sosialisasi penyuluhan, pencegahan, dan perlindungan bahaya destruktif bagi generasi muda di aula Balai Kota Semarang.

Baca Juga:

Di hadapan 200 peserta, yang terdiri atas mahasiswa sejumlah perguruan tinggi, pelajar SMA 3 Semarang, SMA 5 Semarang, serta Komunitas Sahabat Difabel (KSB) Kota Semarang, ia membongkar semua pengalaman pahitnya bersama narkoba.

Ia bilang pecandu narkoba berawal dari coba-coba. Maka dari itu, ia berpesan untuk jangan sekalipun punya keinginan mencoba.

“Pemakaian narkoba seringkali diawali dari proses mencoba. Awalnya seorang pemula diberikan secara cuma-cuma. Lambat laun setelah kecanduan, maka dia akan mencari barang terlarang itu dengan sendirinya. Bahkan, seseorang seringkali bersedia melakukan segala sesuatu untuk mendapatkan narkoba,” terangnya.

Khaerul Anwar, boleh dibilang adalah contoh bagaimana narkotika telah merusak kehidupan anak bangsa. Kini ia sudah sadar dan berbalik memeranginya. Anwar bahkan giat menyadarkan anak-anak muda untuk menjauhi narkotika.

Dalam setiap kesempatan, ia selalu menekankan bahwa narkoba pasti mengantarnya menuju kehancuran.

Tak cuma itu, Anwar juga menegaskan bahwa narkoba bisa datang dari mana saja, termasuk pertemanan sekalipun. Menurutnya, pertemanan memiliki porsi yang cukup besar dalam memengaruhi perilaku seseorang. Bahkan tak jarang perbuatan negatif diawali dari pergaulan yang tidak terkontrol dengan baik.

“Pertemanan merupakan salah satu faktor eskternal yang berperan dalam membentuk karakter hidup individu.”

Anwar pun berharap, generasi muda harus mampu menjauhi narkoba. Sebab narkoba juga bisa merembet kepada penularan HIV/AIDS.

“Apapun bentuknya, narkoba merusak generasi muda. Peredaran sabu-sabu semakin banyak, jangan sampai kena. Jangan pernah untuk berkeinginan mencoba narkoba walau hanya sedikit,” tandas Anwar.

Benar saja. Saat berusaha untuk lepas dari narkoba pun sangat sulit. Ia bercerita bahwa tanpa usaha yang keras, pecandu selalu tersugesti dan saat sakaw akan mudah kembali lagi memakai narkoba.

“Beruntung dukungan keluarga sangat besar agar saya terlepas dari narkoba. Saya sempat diungsikan ke Riau selama setahun,” katanya.

Malahan begitu sudah dinyatakan sembuh pun, Anwar tergoda kembali ke Jakarta dan menjadi pecandu lagi. Hal ini, akunya, karena lingkungan teman-teman lamanya adalah pemakai.

“Orang tua tahu dan mengusir saya dari rumah. Saya lari hingga ke Bali. Sempat berhenti beberapa bulan, namun kumat lagi mencandu karena bertemu pemakai narkoba,” aku Anwar.

Ia baru benar-benar bisa berhenti pada 2002. Saat itu, lingkungan pertemanannya di Yogyakarta tidak ada yang memakai narkoba.

Tak sedikit dari peserta yang datang menaruh perhatian padanya. Bukan lantaran dia mantan pemakai, melainkan karena Anwar punya keinginan kuat untuk berhenti.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar