Henry Jufri Mantan Kuli Panggul yang Jadi Spesialis Pembuat Gim dan Aplikasi

  • Fakta.News - 10 Sep 2018 | 07:04 WIB
Mantan Kuli Panggul yang Jadi Spesialis Pembuat Gim dan Aplikasi
Henry Jufri(Foto: Dok. Pribadi)

Dulu Henry Jufri hanya seorang pedagang buku keliling. Ia juga pernah jadi TKI dan kuli panggul. Tapi kini, sosok Henry Jufri sudah menjadi teladan yang menginspirasi banyak orang.

Kalangan gamer dan orang-orang kreatif mengenalnya. Ia kini dikenal sebagai pengembang gim dan aplikasi. Malah tak cuma satu atau dua, tetapi ratusan karya sudah dibuatnya.

Mungkin Henry sendiri tak menyangka kalau dirinya bakal menjadi seorang “bos”. Bagaimana tidak, hidupnya berubah drastis setelah empat tahun pendalamannya soal aplikasi berbuah manis. Semua itu berawal saat dirinya terdampar di dunia maya, hingga jadi ladang bermain dirinya.

Baca Juga:

Ia kini memiliki sebuah kantor. Memang hanya ruangan sederhana berukuran 3 x 3 meter, itupun hasil sulap bekas ruangan milik mertuanya. Di situ, ia ratusan kali mengembangkan gim dan membuat aplikasi.

Ayah tiga anak ini sekarang tak sendiri. Ia bersama delapan rekan kerjanya menempati kantor yang berlokasi di Jalan Sabutung Baru, Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan. Kurang lebih berjarak sekitar 700 meter dari Pelabuhan Paotere.

Henry sendiri menjadi pendiri, pembimbing sekaligus menjadi yang tertua di rumah produksi itu. Karena yang lain masih baru, Henry pun masih harus mengajarkan dan membantu rekan yang lain.

“Semuanya mulai dari nol. Ada yang malah tidak pernah pegang komputer sama sekali. Sekarang sudah ada yang lebih jago dari saya,” jelas Henry.

Perlu diketahui, Henry bukan jebolan sekolah tinggi. Jangankan kuliah, ia bahkan cuma lulusan kelas 4 SD. Maka dari itu dirinya sempat terpasa menjadi kuli.

Jika Anda pernah melihat bahkan memainkan gim-gim seperti Tebak Gambar, King Arthur, atau Unyil The Adventure, itu adalah gim buatannya. Masih ada ratusan gim lainnya yang sudah ia ciptakan bersama rekan-rekannya.

Karena hal itulah ia lantas mendapatkan berbagai sertifikat dan penghargaan. Pasalnya, selain gim, ia juga membuat aplikasi untuk membantu anak-anak belajar membaca, belajar mengenal hewan, dan beragam aplikasi lainnya.

“Kalau jumlah pastinya saya tidak hapal. Mungkin di atas 400-an, yang aktif 200-an. Habis bikin satu, saya langsung bikin lagi yang baru. Dari situ saya dikenal media, tampil di berbagai acara,” tutur Henry.

Ya, Henry pun kini kerap diminta jadi pembicara di forum-forum resmi. Ia juga sering diminta kampus-kampus untuk memberi motivasi. Rata-rata hampir semuanya kagum pada semangatnya–yang tak putus asa meski tak punya ijazah SD sekalipun.

Pencapaian Henry saat ini didapat setelah melalui perjalanan yang penuh rintangan. Saat kelas 4 SD, ia terpaksa berhenti sekolah karena faktor biaya dan keluarga.

Keadaan makin sulit lantaran dirinya anak lelaki tertua dari empat bersaudara sehingga ikut memikul beban keluarga. Saat itu, Henry sampai ikut pamannya jualan buku. Adapun buku-buku yang dijualnya seperti buku tuntunan shalat, buku pelajaran umum, dan lain-lain.

“Sambil jualan saya juga baca buku biar tidak terlal ketinggalan,” ujarnya.

Hidupnya masuk babak baru saat dirinya diajak jadi seorang TKI di Malaysia. Ia jadi buruh di perkebunan kelapa sawit di Sabah selama tiga tahun.

Namun pada 2002, ia memutuskan pulang ke Makassar. Di sanalah Henry malah menjadi kuli panggul di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Saban pagi hingga sore bahkan malam setiap hari, ia banting tulang demi sedikit uang. Pemasukkannya tak pasti. Bisa Rp100 ribu tapi kadang bisa juga hanya Rp20 ribu.

Sampai takdir akhirnya mempertemukan dirinya dengan anak-anak muda yang kerap bermain ke warnet. Dia tertarik untuk mencoba masuk. Henry mengaku kagum dengan kecanggihan internet saat itu.

Sejak itulah Henry rajin ke warnet. Selain bermain gim, ia rajin berselancar di mesin pencari.

“Di situ saya penasaran karena apa saja ada jawabannya. Satu kalimat yang saya ketik adalah ‘cara menghasilkan uang dari internet’. Ternyata ada cara menjadi blogger yang akhirnya saya ikuti,” beber Henry.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar