KH Ahmad Mustofa Bisri Penjaga Nasionalisme dan Hak Asasi Manusia

  • Fakta.News - 8 Jun 2018 | 17:09 WIB
Penjaga Nasionalisme dan Hak Asasi Manusia
KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)(Foto: Istimewa)

Jakarta – Sekitar pertengahan bulan pertama di tahun ini, KH Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus, menerima penghargaan Yap Thiam Hien. Ia terpilih karena ketokohannya dalam memperjuangkan kebebasan beribadah dan beragama.

Tak ada yang meragukannya soal itu. Namun siapa sangka ia justru mengaku tak paham soal nasionalisme ataupun hak asasi manusia.

Padahal pandangan dan sikap hidupnya sesungguhnya sangat menjaga nasionalisme dan menghormati HAM.

Ya, bagi Gus Mus, sapaannya, nasionalisme bukan untuk dimengerti. Nasionalisme bukan untuk dijadikan pengetahuan. Dan hak asasi manusia juga bukan sebuah pengetahuan.

Baca Juga:

“Saya tidak tahu HAM, enggak tahu nasionalisme. Saya tidak tahu,” ujarnya saat memberi sambutan atas penghargaan waktu itu.

“Saya hanya tahu pondok pesantren dengan guru-guru saya, orang-orang sederhana yang mengajari ‘Indonesia adalah rumahmu’,” akunya. “Jadi saya jaga rumah saya. Saya tidak tahu nasionalisme,” ujarnya lagi.

Ya, dari para gurunya itu,Mustofa Bisri memang mendapat wejangan untuk mendahulukan kewajiban daripada hak. Soal hak ini juga tertulis dalam kitab suci.

“Jadi kalau saya memaknai hak, maka saya wajib menghargai hak orang lain, itu hak asasi manusia,”  katanya.

BACA JUGA:

Tulis Komentar