Frans Cornelis Dianbunda Sosok di Balik Populernya Gemu Famire

  • Fakta.News - 6 Sep 2018 | 07:08 WIB
Sosok di Balik Populernya Gemu Famire
Frans Cornelis Dianbunda(Foto: Istimewa)

Jakarta – Masih belum lupa rasanya bagaimana senam Gemu Famire memecahkan rekor MURI. Seperti diberitakan, senam ini masuk rekor nasional setelah dilakukan secara serentak se-Indonesia. Pertanyaan soal sejarah Gemu Famire pun bermunculan hingga akhirnya mencuatkan nama Frans Cornelis Dianbunda.

Ya, bisa dibilang, dialah orang yang paling tak menyangka lagu ciptaannya, Gemu Famire, bisa tercatat di Musem Rekor Indonesia (MURI) melalui senam yang diiringi lagu tersebut. Padahal tadinya lagu tersebut cuma dibuat untuk sekadar oleh-oleh wisatawan.

Frans pun sampai terharu dan hampir menangis saat Selasa (4/9) kemarin, tarian Gemu Mamire dibawakan 346.829 peserta yang terdiri dari TNI, PNS, Dharma Pertiwi, Pramuka dan Siswa Binaan TNI di tiga zona waktu Indonesia.

Bagaimana tidak, baginya pemecahan rekor tersebut sudah menjadi penghargaan tertinggi atas lagunya.

“Kegiatan ini tidak bisa dilukiskan, tidak bisa digambarkan dengan rasa haru, tapi ini luar biasa. Apalagi kami dari jauh dari Flores,” kata Frans usai memandu Tari Gemu Famire di Mabes TNI, Jakarta, Selasa kemarin.

Baca Juga:

Frans Cornelis Dianbunda sehari-hari berprofesi sebagai Guru SMK Yohanes 23 Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). “Gara-gara” dia, goyang Gemu Famire dua-tiga tahun terakhir melanda Nusantara.

Malahan goyang atau senam ini sudah sampai ke mancanegara lewat masyarakat Indonesia di luar negeri, turis asing, dan tentu saja media sosial. Lantas bagaimana ceritanya lagu ini lahir?

Cerita dari Fransiskus Cornelis Dianbunda yang biasa disapa Nyong Frangko ini, suatu hari ia berpikir untuk menciptakan sebuah lagu khas yang bisa mengingatkan orang pada Maumere, kota kelahirannya.

Lalu Mei 2011, ia menciptakan lagu Gemu Famire. Lagu ini ringan, energik, unik, dan mengandung ciri khas budaya Maumere dan Ende. Liriknya sederhana tetapi menghibur. Musiknya sederhana dan menggairahkan serta menggoda orang untuk bergoyang.

“Dengan (Gemu Famire) setiap orang yang datang ke Maumere atau Flores, bisa diajak bergoyang. Mereka tertarik lalu bisa bawa pulang sesuatu dari sini, yakni album lagu itu,” ujar Frangko.

Adapun soal goyang khas dari lagu itu, menurut Frangko, sengaja dibuatkan juga. Sebab ia yakin banyak orang tak mengerti dengan lirik dari lagunya. Makanya ia berpikir tak apa orang tak mengerti liriknya tapi mengerti lewat goyangannya. Yang penting membuat hati orang senang.

Dan keinginan sederhana Frangko itu tercapai. Lagu Gemu Famire dengan goyangannya meliuk-liuk asyik, ke kiri, ke kanan, ke depan ke belakang, populer seantero Nusantara bahkan dunia.

Goyang ini malah dilakukan berbagai kalangan mulai ibu rumah tangga, siswa sekolah, pramugari, pilot, diplomat, tentara, orang partai, selebritas, menteri, hingga presiden.

Gemu Famire juga dilakukan orang-orang asing di berbagai negara seperti Malaysia, Hongaria, Rusia, Ceko, Kanada, Belanda, Jerman, Vietnam, Australia, dan Perancis.

Namun bicara soal syair lagu ini, rupanya diambil dari bahasa leluhur yang dirangkai dengan not-not tertentu dalam musik. Misalnya dari lirik Maumere degale kota Ende/ pepin gisong gasong// la lele luk ele rebin ha/ si la sol//.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

BACA JUGA:

Tulis Komentar