Connect with us
Artidjo Alkostar

Hakim Tanpa Saraf Takut

Artidjo Alkostar
Artidjo AlkostarFoto Politiktoday

Kursi pimpinan kamar pidana Mahkamah Agung (MA) masih kosong. Penguasa kursi sebelumnya sudah resmi pensiun. Tanpa dirinya, profesionalitas MA pun diuji. Publik juga menantikan, apakah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia itu bisa tetap setegas era Artidjo Alkostar.

Ya, Artidjo Alkostar adalah seorang hakim ternama di Indonesia. Senior yang pernah mencapai titel Hakim Agung ini selalu disorot tiap keputusan dan pernyataan beda pendapatnya dalam banyak kasus besar. Spontan saja Ketua Muda Kamar Pidana MA sejak 2014 itu disegani.

Artidjo berdarah Madura. Ia lahir di Situbondo pada 22 Mei 1949. Sampai SMA, ia mengenyam pendidikan di Asem Bagus, Situbondo. Barulah setelah lulus, ia hijrah ke Yogyakarta untuk melanjutkan studinya.

Baca Juga:

Meski kini disegani, dunia hukum baginya ternyata berawal dari sebuah kebetulan. Ia mengatakannya saat dirinya menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universtas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Sebab, dengan bekal ilmu IPA ketika SMA, Artidjo sebenarnya lebih ingin masuk dunia pertanian. Namun kala itu pendaftaran sudah tutup. Artidjo pun mendaftar ke Hukum UII yang saat itu masih buka. Meski asing baginya, ternyata jodohnya memang di situ.

Selepas menyandang gelar Sarjana Hukum dari UII pada 1976, Artidjo ketagihan jadi dosen di almamaternya, bahkan hingga saat ini. Ia mengajar mata kuliah Hukum Acara Pidana dan Etika Profesi dan mata kuliah HAM untuk mahasiswa S2. Ia mengajar setiap Sabtu, dari pagi sampai malam dan kembali ke Jakarta pada Senin pagi.

Tak cuma dosen, Artidjo juga pernah aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. Jabatannya Wakil Direktur sejak 1981 hingga 1983. Karena reputasinya, ia diangkat menjadi Ketua LBH Yogyakarta sampai dengan 1989.

Di rentang 1989 dan 1991, Artidjo terbang ke New York untuk pelatihan pengacara mengenai HAM. Ia mengikuti bimbingan di Columbia University selama enam bulan. Selama itu, sekitar dua tahun, Artidjo juga bekerja di Human Right Watch divisi Asia di New York.

Tak lama, Artidjo pulang ke Indonesia. Ia segera mendirikan kantor hukum bernama Artidjo Alkostar and Associates.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

‘The New Bali’, Lirik Potensi Pasar Pariwisata Indonesia di AS

Oleh

Fakta News
the new bali pariwisata indonesia dan ekonomi digital
Indonesia-San Francisco Business Forum 2019 di hotel Nikko, San Francisco, Amerika SerikatKJRI San Fransisco

San Fransisco – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco bekerja sama dengan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) New York mengajak perusahaan IT, Chamber of Commerce, serta pemerintah San Francisco Bay Area untuk menanamkan investasi di sektor pariwisata Indonesia dan ekonomi digital. Pertemuan tersebut bernama Indonesia-San Francisco Business Forum 2019.

Mengusung tema ‘Invest in A Reformed Indonesia: Utilizing Digital Technology in Developing Regional and Tourism Investment Opportunities’ KJRI San Francisco memaparkan program pembangunan 10 titik pariwisata Indonesia bernama ‘The New Bali’.

Acara yang dihelat di hotel Nikko, San Francisco, Amerika Serikat pada Rabu (20/2) juga turut mengundang Bank Indonesia (BI) New York dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) New York Agency sebagai pembicara.

Acting Konsul KJRI San Fransisco Hanggiro Setiabudi menyampaikan, kunjungan presiden Joko Widodo pada 2016 lalu ke Silicon Valley sebagai sinyal kuat untuk AS melihat potensi ekonomi digital Indonesia.

Business forum ini diselenggarakan untuk semakin mendekatkan Indonesia ke kalangan bisnis dan masyarakat di California Utara. Kunjungan Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 ke Silicon Valley mencerminkan niat Indonesia untuk membangun digital ekonomi,” katanya.

Baca juga:

Executive Director Global SF, Darlene Chiu Bryant mengatakan Indonesia mempunyai kesamaan dengan San Fransisco, yakni gerbang menuju Pasifik (gateway). Menurutnya, hal tersebut membuat Indonesia mempunyai potensi besar dalam perekonomian.

“Indonesia adalah negara yang besar dan kaya akan sumber mineral dan minyak bumi. Kami melihat industri yang berkembang antara lain industri makanan, pertanian, garmen, manufaktur, dan pariwisata,” imbuhnya.

Pertemuan ini memang ditujukan untuk membahas sektor potensial Indonesia terkini di bidang pariwisata dan ekonomi digital yang diminati oleh investor di area California Utara.

Baca Selengkapnya

BERITA

Bamsoet Serahkan Bantuan Alsintan untuk Gapoktan di Kebumen

Oleh

Fakta News
Alsintan, Gapoktan
Bamsoet saat menyerahkan bantuan Alsintan kepada perwakilan Gapoktan se-Kebumen(Foto: Istimewa)

KebumenKetua DPR RI Bambang Soesatyo menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) pra panen dan pasca panen kepada Gapoktan atau Gabungan Kelompok Tani se-Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Bantuan Alsintan itu berupa, 1 traktor roda empat, 25 traktor roda dua, 14 pompa air empat inch. Serta, 8 pompa air delapan inch, 50 hand sprayer, dan 5 power thresher.

Pendistribusian Alsintan, adalah salah satu strategi pemerintahan Presiden Joko Widodo bersama DPR RI. Tujuannya, untuk menyempurnakan manajemen teknis guna mendongkrak produksi pertanian.

“Petani juga bisa lebih nyaman mengelola lahan karena tidak perlu memikirkan pengeluaran uang untuk membeli Alsintan. DPR RI selalu memastikan agar petani terfasilitasi dengan baik, mulai dari benih, bibit, pupuk, irigasi, sampai ke pemasaran hasil pertanian. Karena saya percaya, menyejahterakan bangsa Indonesia salah satu caranya harus dimulai dengan menyejahterakan petaninya,” ujar Bamsoet. Hal itu diungkapkannya saat menyerahkan bantuan Alsintan di Desa Entak, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Jumat, (22/02/19).

Hadir dalam acara tersebut antara lain Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil, Bupati Kabupaten Kebumen Yazid Mahfudz. Lalu Kapolres Kabupaten Kebumen AKBP Robertho Pardede, Komandan Kodim 0709/Kebumen Letkol Inf. Zamril Philiang dan Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edy.

Baca Selengkapnya

BERITA

Bamsoet: Jangan Pinggirkan Kaum Milenial dari Urusan Politik

Oleh

Fakta News
Kaum Milenial, Bamsoet, Politik
Bamsoet saat pengukuhan Kader dan Saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) Tim Pemenangan Bambang Soesatyo di Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (22/02/19).

Purbalingga Ketua DPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta kaum millenial yang lahir antara tahun 1980-2000 tidak dipinggirkan dari urusan politik. Justru saat ini, dengan jumlah yang diperkirakan mencapai 44 persen total pemilih, kaum millenial telah menjadi kunci penting dalam Pemilu 2019.

“Dari daftar pemilih tetap (DPT) yang diperkirakan berjumlah 192,8 juta, 85 juta diantaranya adalah kaum millenial. Mereka bukan hanya pemeran utama, melainkan sudah menjadi pemain kunci,” ujar Bamsoet usai melakukan pengukuhan Kader dan Saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) Tim Pemenangan Bambang Soesatyo di Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (22/02/19).

Bamsoet mengukuhkan ratusan kader dan saksi TPS Tim Pemenangan Bamsoet di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kemangkon, Bukateja dan Purbalingga.

Menyadari besarnya potensi millenial tersebut, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengajak tim pemenangan kandidat Capres-Cawapres maupun para Caleg dan Partai Politik untuk menjalankan kampanye yang mencerdaskan. Hindari melancarkan aksi kampanye yang justru membuat millenial antipati dengan politik.

“Kaum Millenial sangat akrab dengan gadget dan teknologi informasi. Sasaran kampanye kandidat harus menyasar kesana. Jika kandidat bisa menyajikan informasi yang berkualitas di berbagai platform media sosial, terutama tentang pentingnya memilih dalam Pemilu sebagai perjuangan membangun bangsa, kaum millenial pasti tanpa ragu akan terlibat aktif dalam politik,” tutur Bamsoet.

Baca Selengkapnya