Andia Sumarno Ahli Konservasi dan Restorasi Benda Bersejarah

  • Fakta.News - 7 Mei 2018 | 20:37 WIB
Ahli Konservasi dan Restorasi Benda Bersejarah
Andia Sumarno(Sumber: Kompas)

Jangankan namanya, profesinya saja tak populer. Namun siapa sangka seorang ahli konservasi dan restorasi ternyata sangat penting dan dibutuhkan.

Dia adalah Andia Sumarno, seorang pensiunan pegawai Pusat Konservasi Cagar Budaya yang sebelumnya bernama Balai Konservasi. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Restorasi dan Reservasi Balai Konservasi DKI Jakarta.

Dalam bahasa sederhana, Andia adalah seorang perawat benda-benda kuno dan bersejarah. Profesi yang bukan jadi jawaban favorit saat ditanyakan soal cita-cita ke anak kecil.

Saat ini jumlah ahli konservasi di Indonesia terbatas, hanya enam orang. Andia merupakan satu-satunya yang bisa mengerjakan konservasi organik ataupun anorganik, seperti logam dan batu.

Sementara teman-teman lainnya lebih spesialisasi ke logam, kayu, dan bangunan. Beberapa yang lain ada juga yang ke tekstil dan lukisan.

Rupanya, ia tidak sengaja menjadi ahli konservasi. Sejak lulus SMA, ia sudah bekerja dan ditempatkan di Museum Tekstil Jakarta. Nah, saat ini Andia tengah ada proyek konservasi logam di sana.

Awal-awal menjadi pegawai negeri, Andia kerap ditugaskan mengikuti berbagai lokakarya terkait konservasi koleksi museum. Kini, ia sering diminta mengajar di sana-sini soal konservasi. Namun ya tetap saja sedikit orang yang mau jadi sepertinya.

Ilmu konservasi memiliki pakem dan aturan dasar yang wajib diikuti. Misalnya, untuk konservasi kain dan tekstil jelas berbeda dengan konservasi logam, batu, kayu, dan bangunan.

Begitu pula dengan langkah dan ramuan untuk mengobati serta merawat benda tersebut.

Secara garis besar, langkah awal adalah mengidentifikasi benda serta jenis logam atau tekstil yang akan dikonservasi. Kemudian memandingkan kondisi benda lewat foto, misalnya sebelum rusak dan setelah rusak terbakar.

Berikutnya adalah pembersihan kering, seperti dilap hati-hati, untuk membuang debu dan kotoran ringan.

Kemudian pembersihan kimiawi. Khusus logam perlu membuang polutan dan karat. Sementara untuk tekstil perlu dilihat apa saja noda dan penyakitnya. Untuk itu perlu pelarut organik.

Nah untuk pembersihan kimiawi, Andia rupanya hapal takaran dan unsur apa saja yang boleh dipakai dengan aman. Jadi memang tidak bisa beli sembarangan di toko kimia. Harus diracik sendiri.

Maka dari itu sesungguhnya orang-orang seperti Andia harus diapresiasi keberadaannya. Sebab, tak sembarang orang bisa melakukan pekerjaannya.

Sehari-hari, ia mengenakan jas lab, sarung tangan, serta menggunakan peralatan seperti gelar ukur dan timbangan digital untuk menakar bahan kimia.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

BACA JUGA:

Tulis Komentar