Ustaz Abdul Somad Mulai Mencari Substitusi Makna Khilafah

Sukmadji Indro Tjahyono
  • Fakta.News - 13 Sep 2018 | 15:02 WIB
Ustaz Abdul Somad Mulai Mencari Substitusi Makna Khilafah

Dalam ceramahnya di Pontianak, sebagian isi ceramahnya tetap berbau khilafah. Namun terselubung dan orang malah tidak mengerti. Karena disuruh untuk mencintai dan menghormati keluarga Rasulullah.

Tentu semua termasuk ulama tidak keberatan, karena pasti shalawat untuk mereka selalu dilantunkan. Tetapi kalau yang dimaksud adalah kekhilafahan yang dipegang oleh keturunan Nabi Muhammad saw, maka ini urusan sosiologi dan bukan religi.

Mencintai secara pribadi adalah wajib sebagai muslim, tetapi tidak perlu mengagumi kekhilafahannya. Karena dalam sejarah, kekhalifahan itu mengerikan. Berdasar sejarah, ketika agama dihimpitkan dengan kekuasaan politik, umat pun bukan bersatu. Tetapi justru terpecah belah. Sedang sejak saat itu pula muncul sempalan-sempalan kekuasaan (pengaruh) dari ulama-ulama yang mendirikan tarekat di negara-negara sekitar Arab Saudi.

Jadi khilafah telah menghancurkan Islam, baik secara sosiologis sebagai umat dan secara theologis sebagai ajaran. Orang yang mempercayai empirisme dan histori, yang belajar bagaimana kekacauan paska wafatnya Nabi Muhammad saw, pasti tidak akan menerima konsep khilafah. Tetapi mengapa ada kelompok yang bertaklid seolah-olah khilafah adalah tuntutan untuk mengkonsolidasi ajaran dan menyatukan umat?

Kalau dalam politik bisa dijelaskan perbedaan antara ideologi dan utopia. Ideologi adalah keyakinan dan ajaran berpolitik. Sedang utopia adalah nilai dan wujud masyarakat yang diimajinasikan oleh ideologi tersebut.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3

BACA JUGA:

Tulis Komentar