Connect with us

NU dan Pergerakan Kebangsaan Kemandirian Pertanian Indonesia

Penulis:
Ir. Bambang Sutrisno
Sekretaris Dewan Pengarah KAPT

Muktamar Nahdatul Ulama (NU) ke-34 tanggal 22-23 Desember yang mengusung tema Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia. Sejatinya, muktamar bukan saja menyoroti pemilihan pemimpin kharismatik (Rois ‘Aam) dan pemimpin eksekutif (Ketua Umum Tanfidziyah). Namun, lebih dari itu kita menunggu apakah gerbong kereta organisasi islam terbesar di Indonesia bahkan dunia ini akan menelurkan panduan, landasan untuk memperkuat pilar organisasi NU yang akan memasuki usia satu abad pada 2026 mendatang. Khususnya di bidang pertanian menuju kemandirian pertanian Indonesia.

Pasalnya, anggota NU sebanyak 108 juta orang atau 49,5 persen dari jumlah penduduk muslim Indonesia (Lembaga Survei Indonesia, 2019). Mayoritas warga NU berada di pedesaan bermata pencaharian sebagai petani. Meski sebagian ada yang di perkotaan, tetapi jumlahnya masih relatif sedikit.

Perhatian NU untuk pembangunan ekonomi merupakan salah satu dari tiga amanah Muktamar ke-33 di Jombang. Dua poin lainnya adalah peningkatan bidang pendidikan dan peningkatan bidang kesehatan. Namun, poin peningkatan bidang ekonomi dirasa belum optimal dan ini menjadi kritik internal yang disampaikan Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin pada Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-98 bahwa NU belum optimal dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan khususnya untuk warga NU gerakan kemasyarakatan. Pernyataan ini juga ditegaskan oleh KH. Ali Masykur Musa dalam diskusi webinar Arah NU 100 tahun ke dua : Kemandirian dan Teknokrasi Untuk Peradaban Dunia.

Kemandirian Pertanian

Pentingnya pembangunan perekonomian NU melalu kemandirian pertanian sudah menjadi perhatian Harvick Hasnul Qolbi, Wakil Menteri Pertanian RI dalam media Republika (14/12). Selain adanya ikatan sejarah dan ilmiah bahwa Hadratus Syaikh Kiai Haji Hasyim Asy’ary menyatakan salah satu cara untuk mewujudkan kecintaan pada negeri adalah dengan memberikan atensi besar pada petani dan juga sektor pertanian. Solusi yang dilontarkan adalah penguatan proses agrobisnis di hulu dan hilir proses pascapanen atau off farm. Artinya, perlu fokus dan gencarkan pada sisi pengolahan-pengolahan. Penelitian yang berorientasi pada kerja-kerja pascapanen pun perlu dikuatkan. Agar antara produksi, distribusi, dan observasi berjalan seiring, dan hal ini tentu saja akan berdampak langsung pada menggeliatnya pertanian kita.

Meskipun hingga titik ini pertanian Indonesia belum keluar dari kekuatan liberalisasi industri pertanian dunia. Kondisi ini dapat dimengerti sebagai bentuk “keterbukaan” dalam fenomena “transnasionalisasi” ekonomi, menyangkut komponen-komponen utama proses industri pertanian, mulai dari bibit, pupuk, tekhnologi, obat-obatan untuk hama dan penyakit tanaman, modal kerja, bantuan tenaga ahli sampai dengan produk akhir. Sehingga, liberalisasi pertanian memastikan terjadinya persaingan petani lokal dengan kekuatan asing yang tidak terkendali, petani dengan perusahaan multinasional (MNEs), karena sepertiga dari perdagangan internasional terjadi dalam perusahaan transnasional (Stiglitz, 2002), dengan kecenderungan MNEs sebagai aktor utama globalisasi atau agen utama dalam integrasi ekonomi.

Ciri NU

Atas dasar ini NU perlu menciptakan lokus-lokus kemandirian pertanian berciri NU. Jika NU mampu menelurkan Islam Nusantara kepada dunia maka keyakinan yang sama akan tercipta terlebih dengan potensi yang NU miliki akan mampu memberikan insparasi atas kemandirian ekonomi pertanian yang benar-benar mandiri bukan atas ide kegenitan “kemandirian” yang sejatinya masih terkukung dengan liberalisasi industri dunia. Perkembangan yang ada lebih merupakan bayangan dari perkembangan ekonomi negara maju.

Kuncinya ada 3, yang pertama adalah kolaborasi. Kerja-kerja praktis lapangan merupakan kerja kolaborasi. Tidak mungkin NU bekerja sendiri tanpa melibatkan kekuatan pihak lain, baik pemerintah, LSM, ataupun perguruan tinggi. Semakin baik NU berkolaborasi dengan lembaga-lembaga diluar NU dalam pengembangan pertanian, maka hasil kerjanya pun akan semakin luas dampaknya.

Kedua adalah inovasi. Kesulitan utama mengubah sektor pertanian menjadi lebih modern adalah lambatnya inovasi dilakukan di tingkat akar rumput. Semakin baiknya inovasi diimplementasikan ke lapangan, akan mampu meningkatkan hasil pertanian dan efisiensi sektor pertanian.

Diperlukan sentuhan NU yang mengerti bahasa qolbu sehingga implementasi inovasi di sektor pertanian dapat dilakukan.

Yang ketiga adalah Komunikasi. NU harus membuka basis-basis pendidikannya bukan hanya untuk mendidik santri saja, tetapi memanfaatkannya untuk sentra pembelajaran ilmu kehidupan, yang di desa lebih dekat dengan ilmu-ilmu pertanian. Dengan menjadi pusat pembelajaran ilmu kehidupan, pesentren akan mencetak manusia-manusia mumpuni yang paham ilmu akherat dan sekaligus paham ilmu dunia.

Pekerjaan ini bukan pekerjaan instan dua atau lima tahun, ini adalah pekerjaan rumah yang panjang. Memberikan anak cucu kita asupan pangan yang ramah lingkungan, bersih dari pestisida serta mengusung keberlanjutan dalam pertanian adalah hal utama. Selamat ber-Muktamar Nahdatul Ulama!

 

Ir. Bambang Sutrisno

Sekretaris Dewan Pengarah Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT)

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Jelang Armuzna, Menag Yaqut: Layani Jemaah Seperti Orang Tua Sendiri

Oleh

Fakta News
Menag Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan sambutan pada malam Taaruf Petugas PPIH Arab Saudi. Selasa (5/7/2022)

Jakarta – Tiga hari lagi jemaah haji Indonesia akan melakukan proses puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta para petugas yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk totalitas melayani jemaah.

Pesan ini ditegaskan Menag saat Ta’aruf Petugas PPIH Arab Saudi di Gedung Wardstul Baidho, Syara’i Al Khadra Mekkah. “Tolong jemaah haji di tanah suci ini anggaplah sebagai ibu kita, bapak kita, saudara kita, adik kita, kakak kita sehingga secara total bisa memberikan pelayanan dengan baik,” kata Menag Yaqut di hadapan dua ribu petugas haji Indonesia, Selasa (5/7/2022) malam.

Menag berharap petugas haji dapat berempati kepada para jemaah yang telah menantikan momentum sakral ini. “Jemaah haji ini sudah menunggu sangat lama hingga puluhan tahun. Tolong berikan pelayanan terbaik,”ujar pria yang akrab disapa Gus Men.

Acara Malam Ta’aruf diikuti para petugas haji dari seluruh Daerah Kerja (Daker) mulai Makkah, Madinah serta Daker Bandara dengan seluruh sektor yang ada.

Seluruh Amirul Hajj, perwakilan anggota DPR, DPD, BPK, BPKH, serta seluruh pejabat Kementerian Agama dan pejabat dari berbagai lembaga yang membidani haji juga hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Men juga mengapresiasi pelayanan yang telah diberikan petugas sejak dimulainya operasional haji hingga saat ini.

“Jika mampu saya ingin berganti tempat (dengan para petugas). Saya serius. Karena petugas itu pahalanya tidak terbalas dengan apa yang saya lakukan hari ini,” tuturnya.

Ia berharap, semangat melayani ini terus ada sepanjang rangkaian Armuzna hingga selesai operasional haji. “Petugas haji harus tetap semangat karena dalam proses Armuzna membutuhkan tenaga yang ekstra dalam melayani jemaah haji lusa nanti,” pesan Gusmen.

“Kita tetap semangat melayani jemaah haji Indoensia, yakinlah pahala yg saudara terima, tidak hanya mengalir untuk diri sendiri. Tapi akan meleber saudara di rumah bapak, ibu, adik, kakak, keluraga kita. Insya Allah,” pungkasnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Ganjar Minta ASN Ikut Pelatihan Jangan Cuma Diskusi, Harus Hasilkan Sesuatu yang Konkret

Oleh

Fakta News

Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk II Angkatan XIII Provinsi Jawa Tengah, di BPSDMD, Rabu (6/7/2022). Dia berharap ASN yang ikut pelatihan tak sekadar diskusi, tapi menghasilkan sesuatu yang konkret.

Ganjar mengatakan saat ini terjadi perubahan geopolitik global. Perubahan itu harus direspon birokrasi dengan adaptif, dan bisa membaca data sains yang ada. Antara lain perubahan iklim, pangan, politik, hingga energi.

“Bagaimana kemudian birokrasi bisa sangat adaptif, di situ sangat bergantung pada pemimpin,” katanya, seusai acara.

Ganjar menegaskan, untuk mencapai itu pemimpin tertinggi harus mau melakukan beberapa hal. Yakni memberi ruang inovasi dan percaya pada para ASN.

“Satu; berikan ruang untuk mereka berekspresi berinovasi berkreasi dan kedua; dipercaya. ketika kemudian ruang ekspresi dan dipercaya itu bisa dilakukan, maka mereka akan berinovasi,” tegasnya.

Ganjar mengatakan hal itu terbukti di Jawa Tengah. Hingga saat ini sudah banyak proyek perubahan yang lahir dari hasil keikutsertaan dalam diklatpim.

Artinya, lanjutnya, diklatpim selain menjadi ruang menambah ilmu, berbagi pengalaman, diskusi. Tapi jadi ruang untuk mewujudkan imajinasi menjadi inovasi dari persoalan di dinasnya masing-masing.

“Sehingga tidak hanya sekadar menjadi tambah ilmu, diskusi tok, ikut pelatihan, dapat sertifikat, enggak. Harus ada yang konkret,” tegas gubernur.

Sebagai informasi, Pelatihan Kepemimpinan Nasional tersebut diikuti ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah. Selain itu, ASN dari beberapa lembaga seperti LAN. Ada pula peserta dari Provinsi Papua dan sejumlah ASN daerah di Jateng.

Baca Selengkapnya

BERITA

Selain Blokir 60 Rekening Yayasan ACT, PPATK Duga Ada Aliran Transaksi Keuangan ke Al-Qaeda

Oleh

Fakta News
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana

Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan pemblokiran terhadap 60 rekening atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang tersebar di 33 penyedia jasa keuangan mulai hari ini, Rabu (6/7/2022). Sebanyak 60 rekening yang diblokir itu sudah termasuk yang berafiliasi dengan ACT.

“Kami putuskan untuk menghentikan sementara transaksi atas 60 rekening atas nama Yayasan ACT di 33 penyedia jasa keuangan,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam jumpa pers di Kantor PPATK, Jakarta.

Salah satu latar belakang PPATK memblokir 60 rekening ini karena adanya temuan kasus dalam pengelolaan donasi oleh ACT. Pemblokiran ini merupakan hasil dari analisis PPATK terhadap Yayasan ACT sejak 2018.

Secara lebih rinci, Ivan menjelaskan, PPATK menemukan adanya transaksi yang melibatkan entitas perusahaan dengan Yayasan ACT senilai Rp 30 miliar. Saat ditelusuri, pemilik entitas perusahaan tersebut ternyata salah satu pendiri Yayasan ACT itu sendiri.

“Ternyata transaksi itu berputar antara pemilik perusahaan yang notabene juga salah satu pendiri Yayasan ACT,” ungkap Ivan.

Selain itu, PPATK menemukan adanya aliran donasi yang tak langsung disumbangkan. Menurut Ivan, ACT lebih dulu menghimpun dana tersebut, karena itu, ia menduga donasi tersebut dihimpun untuk dikelola secara bisnis ke bisnis.

“Sehingga tidak murni menghimpun dana kemudian disalurkan kepada tujuan. Tetapi sebenarnya dikelola dahulu sehingga terdapat keuntungan di dalamnya,” jelas dia.

Selain itu PPATK juga menduga ada aliran transaksi keuangan dari rekening Yayasan ACT ke anggota Al-Qaeda. Ivan mengatakan, dugaan adanya aliran transaksi keuangan tersebut berdasarkan hasil kajian dan database yang dimiliki PPATK.

Ivan menyebut anggota Al-Qaeda tersebut merupakan satu dari 19 anggota yang pernah ditangkap pihak keamanan Turki.

“Yang bersangkutan pernah ditangkap, menjadi salah satu dari 19 orang yang ditangkap oleh kepolisian di Turki karena terkait Al-Qaeda,” kata Ivan.

Ivan menduga bahwa transaksi tersebut dilakukan oleh salah satu pegawai ACT. Hingga kini, pihaknya masih terus melakukan kajian terhadap transaksi keuangan tersebut.

“Ini masih dalam kajian lebih lanjut, apakah ini memang ditujukan untuk aktivitas lain atau ini kebetulan. Ada yang lain yang terkait tidak langsung yang melanggar peraturan perundangan,” katanya.

Baca Selengkapnya