Menggugat Gerakan #Gantipresiden dalam Perspektif Adab

Tuan Guru Syekh Ahmad Sabban El Rahmaniy Rajagukguk
Pimpinan Persulukan Majelis Zikir Tareqat Naqsabandiyah
  • Fakta.News - 27 Ags 2018 | 05:32 WIB
Menggugat Gerakan #Gantipresiden dalam Perspektif Adab
Penolakan masyarakat terhadap gerakan tagar 2019 ganti presiden(ist)

“…janganlah karena kebencianmu engkau menjadi tidak bersikap adil dalam pikiran, tindakan dan akhlakmu. Berlaku adil karena itu lebih dekat dgm taqwa. Ber-adablah karena Nabi diturunkan utuk memperbaiki akhlak.”

Saya ini bukan tim sukses Presiden Jokowi dan Capres Prabowo. Saya hanya anak bangsa yang berusaha mencintai dan mendoakan bangsa ini dan siapapun pemimpin yang ditakdir Tuhan untuk negeri ini.

Sebab begitulah yang saya tahu di-ajarkan agama dalam menyikapi kepemimpinan bernegara. Saya gak tahu jika ada ilmu-ilmu baru atau ilmu yang lebih tinggi dari itu yang diajarkan Ulama-ulama muta’akhir saat ini yang menghalalkan gerakan yang menimbukan gesekan sosial seperti ini.

Saya semula termasuk mendukung gerakan konstitusional #gantipresiden. Sebab bagi saya istilah “konstitusional” menjadi paku mati tentang syah dan legal dalam mengeluarkan pendapat. Bahkan tulisan saya tentang persekusi Ustadzah Neno Warisman sewaktu di Batam turut serta begitu tegas mengecam.

Namun akhir-akhir ini jika kita merenungi dengan hati yang bersih ada kesan gerakan ganti presiden ini berubah menjadi gerakan sporadis tapi terorganisir anti presiden yang menurut saya kurang menghargani nilai-nilai keberadaban. Dan efeknya psikologis dan sosial yang ditimbulkannya. Ini yang saya maksud krisis adab.

BACA JUGA:

Tulis Komentar