Parlemen Informasi Ancaman ISIS Harus Direspon Secara Terukur

Bambang Soesatyo
Ketua DPR RI
  • Fakta.News - 27 Ags 2018 | 16:22 WIB
Informasi Ancaman ISIS Harus Direspon Secara Terukur

POLRI, TNI dan BIN patut memberi respons terukur terhadap informasi mengenai ancaman sel-sel ISIS atau ancaman ISIS, yang berniat menyerang pemerintah Indonesia. Respons terukur terhadap informasi ancaman ISIS itu perlu untuk memininalisir sekaligus mereduksi potensi ancaman.

Rangkaian informasi mengenai ancaman teroris yang mengemuka sepanjang pekan ketiga Agustus 2018 jangan sampai diabaikan begitu saja. Informasi itu patut ditanggapi oleh Polri, TNI dan BIN secara terukur sehingga tidak menimbulkan rasa cemas atau kegaduhan di ruang publik. Kondusifitas di dalam negeri harus tetap terjaga, terutama karena Asian Games 2018 masih menyisakan banyak pertandingan pada berbagai cabang olahraga.

Baca Juga:

Pimpinan DPR perlu mengingatkan, hal ini karena mengacu pada kasus penembakan dua anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jabar, Aiptu Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana. Mereka ditembak oleh tiga orang tak dikenal, di Kilometer 223-400 jalur jalan Tol Kanci–Pejagan di Kabupaten Cirebon, Jumat (24/8) malam. Memang, motif penembakan itu belum diketahui, karena pelaku penembakan belum tertangkap.

Namun, kasus penembakan dua anggota Polri ini, hanya selang beberapa hari setelah beredarnya video ancaman ISIS di jagat maya, dan juga setelah Kementerian Luar Negeri Australia memperbarui travel advice (peringatan perjalanan) bagi warga Australia yang bepergian ke Indonesia. Serta keputusan Amerika Serikat (AS), menetapkan tiga orang dari Asia Tenggara sebagai teroris.

Pada Selasa (21/8), beredar di dunia maya video berisi ancaman dari Divisi Peretasan ISIS kepada pemerintahan Indonesia yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Mereka menyoroti perlakuan pemerintah Indonesia kepada rekan-rekan mereka, mulai dari pemenjaraan hingga pemblokiran akun sosial media.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar