Connect with us
Jerman

Pameran Industri Hannover Messe Angkat Merek-merek Indonesia

Penandatanganan kerja sama official country partner pameran Hannover Messe
Penandatanganan kerja sama Kemenperin di Hannover Messe(Foto: Istimewa)

Jakarta – Ada yang menarik dari pameran industri Hannover Messe kali ini. Di pameran industri terbesar di Eropa tersebut, Indonesia menjadi negara mitra resmi atau official country partner.

Hal itu dipastikan setelah dilakukan penandatanganan kontrak antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Ekonomi dan Energi Jerman.

Kepastian ini pun dikonfirmasi kembali oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada awak media di Jakarta, Kamis (1/11). “Dari negara ASEAN, Indonesia yang pertama menjadi Official Country Partner untuk pameran ini,” katanya.

Baca Juga:

Pernyataan Airlangga didampingi langsung oleh Menteri Ekonomi dan Energi Jerman Peter Altmaier. Keduanya menjadi saksi penandatanganan kontrak yang dilakukan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin Ngakan Timur Antara dengan Chairman of Managing Board of Deutsche Mess AG Jochen Kockler.

Sebagai Official Country Partner, Airlangga mengatakan Indonesia jadi punya kesempatan untuk memamerkan produk unggulannya di perhelatan atau pameran Hannover Messe tersebut. Sedianya, pameran industri Hannover Messe yang bergengsi itu akan digelar pada 2020 mendatang.

“Yang akan kami pamerkan adalah lima industri unggulan dalam program Making Indonesia 4.0. Kelimanya adalah industri makanan dan minuman, otomotif, tekstil dan produk tekstil, elektronika, dan kimia,” ujarnya.

Partisipasi Indonesia di Hannover Messe ini, lanjut Airlangga, merupakan salah satu upaya untuk mendorong peran industri manufaktur terhadap perekonomian Indonesia. Seperti diketahui, industri Indonesia masih menjadi tulang punggung pendapatan negara.

Selain itu, lanjut Menperin, pameran tersebut juga sejalan dengan kampanye Making Indonesia 4.0 yang merupakan inisiasi strategis untuk merevitalisasi industri nasional. Seperti pernah ditegaskan Presiden Joko Widodo, implementasi teknologi dalam revolusi industri ke empat tengah didorong.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Kasus Covid-19 Per 19 September: 240.687 Positif, 174.350 sembuh, dan 9.448 Meninggal

Oleh

Fakta News

Jakarta – Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19, tetapi jumlah kasusnya masih terus bertambah hingga hari ini, Sabtu (19/9/2020). Pemerintah menyatakan bahwa penularan virus corona masih terjadi, sehingga terjadi penambahan pasien Covid-19 dalam jumlah cukup tinggi.

Berdasarkan data hingga Sabtu ini pukul 12.00 WIB, terdapat 4.168 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Hal itu menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 240.687 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini diungkap Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui data yang disampaikan kepada wartawan pada Sabtu sore. Data juga dapat diakses di situs covid19.go.id atau laman Kementerian Kesehatan yang diperbarui setiap sore.

Jumlah kasus Covid-19 memang terus meningkat, tetapi pemerintah berusaha memberi harapan dengan memperlihatkan banyaknya pasien yang sembuh.

Dalam sehari, tercatat ada penambahan 3.576 pasien Covid-19 yang sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona. Dengan demikian, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 174.350 orang.

Akan tetapi, kabar duka masih melanda Indonesia dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Pada periode 18 – 19 September 2020, ada 112 pasien Covid-19 yang tutup usia.

Dengan begitu, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 9.448 orang.

Baca Selengkapnya

BERITA

Setelah Ketua KPU, Kini Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi yang Dinyatakan Positif Covid-19

Oleh

Fakta News
Sidang MK, KPU
Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi

Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengumumkan bahwa dia terkonfirmasi positif Covid-19. Pengumuman itu dia sampaikan dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

“Teman-teman yang baik, saya ingin mengabarkan bahwa berdasarkan tes swab pada Jumat (18/9/2020) yang hasilnya saya dapatkan Sabtu siang, saya dinyatakan positif terpapar Covid-19,” kata Pramono.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisinya baik-baik saja. Pramono mengaku tidak mengalami gejala sakit.

Pramono mengatakan, sejak Jumat pagi, ia melaksanakan isolasi mandiri di rumah dinas di Kompleks KPU yang berada Jl Siaga Raya, Jakarta Selatan.

Sementara itu, keluarganya tinggal di rumah pribadi di Tangerang. Pramono juga mengatakan, tugas sebagai Komisioner KPU tetap dilaksanakan dari rumah dinas.

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengumumkan bahwa dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu diketahui usai Arief menjalani tes PCR atau swab test pada Kamis (17/9/2020) sebagai syarat menghadiri rapat di Istana Bogor.

Sementara itu, sebelum Arief, Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik juga dinyatakan positif Covid-19 pada 9 September 2020.

Dengan demikian, Pramono menjadi anggota KPU ketiga yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Baca Selengkapnya

BERITA

Rektor IPB Dinyatakan Positif Covid-19, Masa Pembatasan Kampus Diperketat dan Diperpanjang 2 Minggu

Oleh

Fakta News

Kabupaten Bogor – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria dinyatakan positif terjangkit virus corona atau Covid-19. Hal itu disampaikan langsung oleh Arif Satria setelah melakukan pemeriksaan swab pada Jumat (18/9/2020).

“Atas inisiatif saya sendiri, saya melakukan test swab dan ternyata hasilnya dinyatakan positif (Covid-19),” kata Arif melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2020).

Arif menjelaskan, meskipun dinyatakan positif, saat ini dirinya dalam kondisi fisik yang baik. Arif juga bisa tetap beraktivitas dan melaksanakan tanggung jawab selaku rektor melalui koordinasi secara virtual.

“Saya akan melaksanakan protokol kesehatan untuk isolasi mandiri sampai dengan dinyatakan sembuh,” ujar dia.

Arif berharap, seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan IPB dalam keadaan sehat meski sedang melaksanakan agenda yang padat.

Arif berharap agar semuanya menjaga kesehatan pribadi maupun keluarga dan kampus IPB dapat tetap kondusif dengan menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan.

“Mohon doanya, semoga Allah memberi karunia kesehatan, dan saya pun mendoakan agar kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan, sehingga kita bisa terus beraktivitas, berinovasi dan saling menginspirasi,” kata dia.

Arif mengatakan, atas kejadian ini dirinya memutuskan untuk memperpanjang dan memperketat masa pembatasan masuk kampus, terhitung 14 hari sejak hari ini.

“Sebagai ikhtiar kita telah mengikuti imbauan Gubernur Jawa Barat, Wali Kota dan Bupati Bogor dengan menerapkan kembali pembatasan masuk kampus IPB,” kata dia.

“Saya mengerti dan memahami bahwa hal ini sangat berat bagi kita semua, dan untuk itu saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujar Arif.

Baca Selengkapnya