Connect with us
Konsulat Jenderal Republik Indonesia San Fransisco

Ikatan Mahasiswa Papua di Amerika Serikat Siap Mengabdi kepada Negeri

ikatan mahasiwa papua (IMAPA) amerika serikat (:Ist)

San Fransisco – Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) di Amerika Serikat (AS) mengadakan diskusi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Fransisco. Mengambil tajuk ‘Educational Development and Job Creation in the Papua Province’ IMAPA AS mengatakan keinginannya untuk mengabdi pada Indonesia.

“Mereka (IMAPA) berharap adanya lapangan kerja yang tersedia untuk wilayah Papua. Anis Labene, Ketua IMAPA juga berharap terbangunnya informasi oleh setiap Kedutaan dan KJRI kepada IMAPA, supaya mereka bisa tahu peluang kerja disana,” tutur Staff Informasi dan Hubungan Sosiokultural KJRI San Fransisco, Cindy German dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/12/18).

Baca Juga:

Dalam sesi tanya-jawab, IMAPA sampaikan antusiasnya terhadap perkembangan teknologi di wilayah San Fransisco. Mereka bercita-cita untuk mengembangkan teknologi di wilayah Papua dan Indonesia Timur.

“Banyak juga mahasiswa Papua di Amerika Serikat yang tertarik dengan perusahaan start-up berbasis high tech. KJRI San Fransisco mendorong hal tersebut terlaksana melalui integritas yang dibangun antara pemerintah dengan ikatan mahasiswa Papua di Amerika Serikat,” jelasnya.

Diskusi tersebut diadakan di Everett, Washington AS pada tanggal 23-24 Desember 2018. Diskusi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan pemerintahan Papua, Laus Rumayom yang juga mewakili komunitas umat Kristen Indonesia di AS (FICA).

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Sudah Siapkan Jawaban dan Data dari Tingkat Daerah, KPU Pede Hadapi Sidang MK

Oleh

Fakta News
Sidang MK, KPU
Anggota KPU, Pramono Ubaid Tanthowi.(Istimewa)

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum menyatakan, pihaknya pede dan optimistis dalam menghadapi sidang lanjutan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Selasa (18/6).

KPU sendiri sudah berkoordinasi dengan KPU daerah untuk menyiapkan jawaban dan data dari 15 petitum yang diajukan oleh pihak pemohon, yakni kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ali Nurdin, kuasa hukum KPU, seperti diberitakan Harian Kompas, mengatakan, koordinasi dengan KPU daerah diperlukan. Sebab, dalam perbaikan permohonan dari tim hukum 02, terdapat lokasi-lokasi baru yang diajukan. Selain itu, ada juga sejumlah kejadian disebutkan, tetapi tempat kejadian tidak dijelaskan secara detail,

“Jadi kita perlu tanya-tanya (terlebih) dulu, (maksud kejadiannya) di mana. Jadi kami (tim hukum dan KPU daerah) akan ketemu,” ujar Ali.

Dalam mempersiapkan jawaban, KPU pusat menggandeng sejumlah KPU daerah. Di antaranya, KPU DKI Jakarta, Banten, Papua, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Wilayah-wilayah ini disebut-sebut dalam perbaikan permohonan.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

MK Batasi Jumlah Saksi Pemohon dan Termohon di Persidangan

Oleh

Fakta News
Sidang PHPU, Sidang MK, Saksi, Prabowo-Sandi, KPU, Termohon, Pemohon
Ilustrasi sidang MK.(Istimewa)

Jakarta – Mahkamah Konstitusi membatasi jumlah saksi dari pihak pemohon kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan termohon, Komisi Pemilihan Umum, di persidangan. Masing-masing akan hanya boleh mengajukan 17 saksi.

“Total yang diberi kesempatan itu 17 saksi. 15 saksi keterangan dengan 2 saksi ahli,” ujar Juru Bicara MK Fajar Laksono di gedung MK, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019). Keputusan ini sesuai dengan hasil rapat permusyawaratan hakim.

Keputusan RPH ini sudah diberitahukan sebelum sidang perdana digelar pada Jumat (14/6). Meski demikian, MK tidak menutup pintu bila ada pihak yang ingin mengajukan saksi lebih. Hal tersebut akan dibahas oleh majelis hakim MK.

“Sementara ini yang diatur dalam RPH itu 17. Kalau ingin lebih ya silakan disampaikan. Tapi nanti majelis hakim yang memutuskan,” katanya.

Hingga saat ini, MK belum menerima daftar saksi yang diajukan oleh pihak Prabowo-Sandi dan KPU. Sidang kedua nanti akan diselenggarakan pada Selasa (18/6). Sidang mundur satu hari lantaran KPU meminta waktu karena tim hukum Prabowo-Sandi menambahkan petitum dalam permohonannya.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

BERITA

Survei Litbang Kompas: 53,5 Persen Pemilih Prabowo-Sandi Terima Hasil Pilpres 2019

Oleh

Fakta News
Instruksi SBY, pemilih prabowo, hasil pilpres, litbang kompas
Ilustrasi pendukung Prabowo-Sandi dalam kampanye pilpres.(istimewa)

Jakarta – Pemilihan Presiden 2019 telah usai dengan kemenangan Joko Widodo-Maruf Amin. Meski masih digugat di Mahkamah Konstitusi, 53,5 persen pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menerima apa pun hasil pemilihan.

Hal ini didapatkan dari hasil sigi Litbang Kompas pada akhir Mei lalu. Adapun, pemilih paslon 02 yang menolak apa pun hasil pilpres hanya sebesar 36,8 persen. Total, 3,5 persen pemilih paslon 02 menerima hasil pilpres bila Prabowo-Sandi menang, 0,7 persen menerima hasil bila Jokowi-Maruf menang, dan 5,5 persen pemilih 02 menyatakan tidak tahu.

Sementara itu, dari sisi pemilih Jokowi-Maruf, sebanyak 96,4 persen menerima apa pun hasil pilpres. Sementara, hanya 2,3 persen pemilih 01 yang menolak apa pun hasil pilpres. Sisanya, 0,9 persen hanya menerima hasil bila Jokowi-Maruf menang dan 0,4 persen hanya menerima hasil bila Prabowo-Sandi menang.

Litbang Kompas

Infografik: Litbang Kompas

Baca Selengkapnya