Connect with us

Coba 8 Tips Ini untuk Atasi Kecemasan di Tempat Kerja

(Ilustrasi)

Jakarta – Jika Anda pernah mengalami kegelisahan tiba-tiba ketika sedang bekerja, Anda berpikir rasanya seperti tidak ada yang dapat dilakukan untuk menghentikannya. Tetapi serangan panik di tempat kerja, atau bahkan hanya gelombang kecemasan yang mengerikan, adalah sesuatu yang bisa dipelajari untuk mengatasinya sehingga tidak mempengaruhi aktivitas Anda.

Namun, ketahuilah bahwa tidak apa-apa untuk merasa cemas, dan pertama-tama dan terutama, cobalah bersikap rileks dan tidak menghakimi diri sendiri karena mengalaminya. “Panik adalah perasaan tidak nyaman di tubuh, hasil dari insting ‘melawan, melarikan diri, kaku karena ketakuan, ‘ yang diprogramkan untuk dirasakan manusia,” ujar terapis trauma Joanne Mackie, LMHC, di luar kota New York, seperti dilansir dari laman Bustle.

Naluri ini, meski bersifat melindungi, sama sekali tidak membantu untuk melewati situasi atau pola pemikiran yang memicu kecemasan, kata Mackie. Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi kecemasan di tempat kerja.

#1. Nama Bentuk, Warna, Dan Suara

Fokus pada apa pun selain pikiran cemas Anda adalah kunci. “Jika Anda tidak harus terlibat dalam percakapan saat ini, diam-diam sebutkan empat bentuk, warna, suara dan tekstur di lingkungan terdekat Anda,” Dr. Karin Lawson, seorang psikolog klinis, dan asisten profesor di Nova Southeastern University’s College Psikologi. Dengan fokus pada sesuatu yang netral secara emosional yang juga membutuhkan pemikiran dan konsentrasi dapat membantu Anda keluar dari pikiran-pikiran yang membuat Anda cemas atau takut.

  • Halaman :
  • 1
  • 2
  • 3
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Hadiri Pelantikan Pengurus Anak Ranting, Risma Ajak Anak Muda Surabaya Gabung PDIP

Oleh

Fakta News
Ketua Bidang Kebudayaan DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini saat menghadiri pelantikan pengurus anak ranting, Minggu (16/2) malam

Surabaya – Ketua Bidang Kebudayaan DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini mengajak anak-anak muda di Kota Surabaya, Jawa Timur bergabung dengan partai berlambang banteng moncong putih itu.

Risma mengatakan banyak yang bisa dilakukan melalui partai politik pimpinan Megawati Soekarnoputri itu untuk menyejahterakan rakyat, khususnya menjelang Pilkada Surabaya 2020.

“Jadi jangan ragu bagi anak muda, anak-anak milenial, untuk bergabung dengan PDI Perjuangan. Ini partai besar. Banyak yang bisa dilakukan untuk menyejahterakan dan memakmurkan masyarakat. Anak muda, ayo berkontribusi untuk masyarakat,” kata Risma di Surabaya, Senin (17/2).

Menurut Risma, ajakan tersebut juga disampaikan pada saat memberi pengarahan dalam pelantikan Pengurus Anak-Anak Ranting PDI Perjuangan atau setingkat RW, dari Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Rungkut, dan Wonocolo di Aula Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Jalan Kendangsari Industri, Surabaya, Minggu (16/2) malam.

Risma memberi kejutan dengan dengan hadir dalam pelantikan pengurus PDI Perjuangan tingkat RW. Ia datang tepat pukul 19.30 WIB, dengan mengenakan seragam PDI Perjuangan. Risma pun dikerubuti kader-kader PDI Perjuangan, yang meminta swafoto. Risma dengan telaten melayani dan menyalami mereka.

“Ayo bergotong-royong, memperkuat PDI Perjuangan. Bekerja untuk rakyat Surabaya. Untuk Indonesia,” kata Risma.

Hampir satu jam Risma hadir di tengah-tengah kader dan pengurus PDIP. Ia tidak henti-hentinya memberikan semangat pada mereka.

“Bagi mereka yang baru bergabung, jangan ragu menjadi pengurus PDI Perjuangan. Sekalipun pengurus di tingkat RW, karena partai ini besar. Banyak yang bisa kita kerjakan bagi masyarakat,” kata Risma.

Ia menegaskan, Kongres V PDI Perjuangan di Bali tahun 2019 lalu, telah menetapkan target untuk memenangkan Pemilu 2024 untuk ketiga kali. “Tujuan itu bisa kita capai dengan cara bergotong-royong, bekerja keras, dan terus menjaga kesolidan. Sejak sekarang,” ujar Risma.

Risma pun mempersilakan jika nama dirinya untuk dipakai kampanye, untuk mencapai kemenangan PDI Perjuangan. Program-program pembangunan yang dihasilkan selama Risma menjadi Wali Kota Surabaya, bisa dijual kepada masyarakat.

“Wis ga popo jenengku dijual pas kampanye mene (sudah tidak apa-apa nama saya kamu jual saat kampanye nanti),” kata Risma.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Anas Karno dan Ahmad Hidayat.

Anas Karno mengatakan, pembentukan pengurus anak ranting PDI Perjuangan Surabaya sebagai bagian dari konsolidasi organisasi terus dilakukan.

“Kehadiran Bu Risma makin memompa semangat kader PDI Perjuangan Surabaya. Juga memotivasi anak-anak muda Surabaya untuk berjuang bersama PDI Perjuangan,” kata Anas Karno.

Diketahui Risma tercatat Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya yang bertabur banyak prestasi, salah satunya, dinobatkan sebagai Wali Kota terbaik dunia tahun 2014 dan 2015. Peraih Bung Hatta Anti-Corruption Award dan juga peraih delapan kali Piala Adipura Kencana.

Selama menjadi Wali Kota, Risma telah menata Kota Surabaya menjadi hijau, bersih dan asri. Ia kerap kali menjadi ikon bagi anak-anak muda.

 

Chrst

Baca Selengkapnya

BERITA

Tata Cara Pengisian Sensus Penduduk 2020 Secara Online

Oleh

Fakta News

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengadakan sensus penduduk pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini BPS menggunakan metode sensus melalui sistem dalam jaringan (daring) atau online.

Nantinya, masyarakat diminta untuk mengisi data sensus secara online.

Berikut tata cara pengisian sensus penduduk dengan sistem online yang dikutip Kompas.com dari harian Kompas edisi 17 Februari 2020:

  1. Masuk ke laman www.sensus. bps.go.id menggunakan perangkat elektronik yang terhubung dengan internet.
  2. Mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP.
  3. Mengisi nomor Kartu Keluarga (KK).
  4. Membuat Password dan memilih pertanyaan pengaman untuk menjaga keamanan data.
  5. Layar daftar pertanyaan akan muncul, lalu isi daftar pertanyaan sesuai dengan kondisi saat ini.
  6. Contoh pertanyaan meliputi alamat, daya listrik, jenis air minum yang digunakan, dan data anggota keluarga lainnya.
  7. Setelah selesai mengisi daftar pertanyaan, klik kirim.
  8. Klik unduh bukti pengisian.
  9. Selesai.

Meski demikian, selain menggunakan metode online, BPS juga akan tetap menggunakan metode sensus konvensional yang akan dilaksanakan pada Juli 2020.

 

Mujafi

Baca Selengkapnya

BERITA

Survei Litbang Kompas Sebut Mayoritas Masyarakat Tidak Tahu Ada Sensus Penduduk

Oleh

Fakta News

Jakarta – Litbang Kompas melakukan jajak pendapat tentang pengetahuan masyarakat terkait informasi adanya sensus penduduk yang dilakukan pada 15 Februari hingga Maret 2020. Dilansir dari Harian Kompas edisi 17 Februari 2020, sebanyak 60,9 persen responden tidak tahu akan diadakan sensus penduduk.

Dalam sensus tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggunakan sistem dalam jaringan (daring) atau online. Sensus dengan cara konvensional akan dilakukan pada Juli 2020.

Terkait Informasi tersebut, hasil jajak pendapat Litbang Kompas menyebut 54,3 persen responden tidak tahu bahwa sensus penduduk tahun ini akan menggunakan sistem online. Sementara, sebanyak 30,4 persen tahu dan bersedia mengisi data secara online. Sedangkan 15,3 persen tidak tahu informasi tersebut dan tidak bersedia mengisi data sehingga memilih untuk didatangi petugas sensus saja.

Ketika responden ditanya lebih memilih mengisi sensus secara online atau didatangi petugas di rumah, hasilnya 51,5 responden masih memilih untuk didatangi petugas sensus. 25,8 persen setuju mengisi secara online dan 22,3 persen memilih tidak masalah mengisi data sensus secara online ataupun didatangi ke rumah oleh petugas.

Jajak pendapat ini dilakukan sejak 12 hingga 13 Februari 2020 dengan metode jajak pendapat melalui telepon.

Jumlah responden yang digunakan sebanyak 530 berusia minimal 17 tahun berbasis rumah tangga dipilih secara bertingkat di 17 kota besar di Indonesia. Di antaranya Banda Aceh, Padang, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Makassar, Manado, Ambon dan Jayapura.

Jumlah responden ditentukan secara proporsional di setiap kota. Tingkat kepercayaan jajak pendapat 95 persen dengan nirpencuplikan kurang lebih 4,3 persen.

Meski demikian, kesalahan pencuplikan bisa saja terjadi. Hasil jajak pendapat ini mencerminkan pendapat masyarakat sesyai karakteristik responden di 17 kota besar.

Baca Selengkapnya