Connect with us
Fesyen

Chanel Umumkan Tak Lagi Pakai Bulu dan Kulit Binatang untuk Koleksi Busananya

chanel
Logo Chanel.(Foto: Istimewa)

Jakarta – Sejak lama bulu dan kulit binatang menjadi bagian dari fashion kelas atas. Ada masanya saat high-end brand seperti Gucci, Hermes, dan Chanel menampilkan koleksi dari kulit ular dan bulu cerpelai berkualitas tinggi. Namun kini Chanel mengambil tindakan drastis dengan menghentikan penggunaan kulit dan bulu binatang di semua koleksi fashion-nya.

Perusahaan yang didirikan pada 1909 itu mengaku ingin melakukan perubahan standar etika menyusul tingginya tekanan dari para aktivis hewan langka. Seorang sumber dari Chanel mengatakan dewan direksi perusahaan mengeluarkan kebijakan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan binatang yang dilindungi.

“Di Chanel, kami terus mengkaji rantai suplai pasokan barang untuk memastikan ekspektasi perusahaan terpenuhi,” ungkap Chanel, dikutip cnn.com. “Sepengalaman kami, semakin hari semakin sulit mencari kulit binatang yang memenuhi standar etika. Kebijakan ini juga diterapkan di produk berbahan dasar bulu,” tambahnya.

Meski tidak lagi menggunakan bulu dan kulit binatang, Chanel berharap dapat menciptakan produk kelas atas generasi baru dengan kualitas terbaik. Keputusan ini disambut baik dan dianggap sebagai kemenangan oleh organisasi hak asasi binatang asal AS People for the Ethical Treatment of Animals (PETA).

Diketahui, selama beberapa dekade, PETA telah menyerukan kepada merek-merek kelas atas untuk meninggalkan kebiasaan menggunakan hewan sebagai bahan dasar pembuatan produk fesyen. Mereka meminta label-label ternama itu untuk menciptakan produk fesyen tanpa ada kekejaman terhadap hewan di baliknya.

“Dan sekarang saatnya bagi perusahaan lain seperti Louis Vuitton untuk mengikuti jejak dari deret merek lainnya dan melakukan hal yang sama,” ujar Wakil Presiden Eksekutif PETA, Tracy Reiman.

(Baca Juga: Pemerintah Dukung Indonesian Fashion Week 2018)

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Investasi yang Tepat untuk Karyawan

Oleh

Fakta News

Jakarta – Ada 130 juta tenaga kerja di Indonesia dengan beragam tantangan yang dihadapi dan kekhawatiran bagaimana masa depan kita kelak setelah tidak lagi bekerja/pensiun.

Sebagai karyawan, kita kadang tidak tahu masa depan perusahaan tempat kita bekerja. Sangat bersyukur jika kita bisa bekerja hingga masa pensiun. Namun seringkali kondisi tidak seideal itu, ada saja PHK atau mungkin perusahaan yang terpaksa gulung tikar karena bangkrut.

Yang sering terjadi juga adalah ketika pensiun terpaksa harus menurunkan standar hidup karena penghasilan tidak ada atau mengharapkan bantuan dari anak. Lalu bagaimana jika tidak memiliki anak?. Atau kalapun ada, bagaimana jika anak kita sendiri belum memiliki penghasilan yang cukup untuk menghidupi orangtuanya?. Disinilah dibutuhkan yang namanya persiapan sejak dini.

Lalu bagaimana kita mempersiapkan masa depan sebagai karyawan?. Karena tidak sedikit juga yang terpaksa harus bekerja kembali setelah pensiun di usia 55 tahun karena tidak memiliki cukup aset yang dapat memberikan passive income untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Lingkungan pergaulan, gaya hidup dan sosial media memberi tantangan tersendiri untuk kita dalam mengatur keuangan, karena ada kecenderungan untuk bisa diakui dan masuk dalam komunitas atau pergaulan tertentu. Seringkali yang menjadi standar adalah barang apa yang anda miliki. Mobil apa yang Anda miliki?. Sudah pernah jalan-jalan kemana saja?. Itu tas merk apa?.

Baca Selengkapnya

GAYA HIDUP

Agar Lebih Bahagia, Lakukan 5 Cara Ini Saat Liburan

Oleh

Fakta News
liburan

Jakarta – Tak ada yang bisa menolak kalau diajak liburan. Apalagi saat liburan gratis. Memang sudah banyak penelitian yang membuktikan kalau liburan memang baik untuk kesehatan Anda, salah satunya adalah untuk menghilangkan stres.

Mengutip Lonely Planet, sebuah studi terbaru di New York mengungkapkan bahwa liburan juga bakal membuat Anda lebih sehat dan bahkan menyelamatkan nyawa. Penelitian dari NCBI ini menunjukkan bahwa liburan lebih sering bisa membuat pria yang terkena serangan jantung jadi lebih sedikit.

Liburan juga diketahui bisa meningkatkan kebahagiaan, membuat Anda lebih produktif, meningkatkan toleransi, dan juga meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.

Tapi tak bisa dimungkiri kalau ternyata liburan juga mungkin membuat Anda merasa lebih lelah. Nah, mengutip Travel and Leisure, berikut adalah beberapa kunci untuk hidup lebih bahagia dengan berwisata.

1. Merencanakan wisata dengan baik

Sebuah studi yang di Applied Research dalam Quality of Life, mengatakan merencanakan wisata memiliki andil dalam menanamkan rasa bahagia.

Saat merencanakan wisata, wisatawan dapat membayangkan kegiatan apa yang akan dilakukan ketika berlibur.

Jadi tak ada salahnya untuk mulai merencanakan kegiatan wisata dari jauh hari.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya

GAYA HIDUP

Masih Muda Sudah Muncul Uban? Ternyata Ini Penyebabnya

Oleh

Fakta News
uban
Ilustrasi.

Jakarta – Berubahnya warna rambut menjadi putih atau sering juga disebut ubanan merupakan hal yang lumrah, seiring bertambahnya usia. Namun, jika uban tumbuh pada mereka yang masih remaja, tentu ini menjadi masalah.

Dilansir Reader’s Digest, ada 6 hal yang dapat memengaruhi memutihnya rambut, terutama pada mereka yang masih remaja atau berusia sekitar 20 tahun. Berikut di bawah ini:

1. Gen

Sebagian dari Anda mungkin bingung apa penyebab munculnya uban. Profesor Dermatologi New York University Langone Medical Center Doris Day mengatakan bahwa gen bisa jadi penyebabnya. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Nature Communicaton meneliti satu variasi gen terkait uban setelah memeriksa rambut dari 6000 orang Amerika latin.

Doris mengatakan bahwa gen dapat mempengaruhi pertumbuhan uban sama seperti ketebalan rambut yang Anda miliki. Gen tersebut diwariskan dari kedua orang tua Anda.

2. Kondisi Penyakit

Penyakit kulit autoimun yang disebut alopecia areata dapat menyebabkan rambut berubah menjadi wana putih terang. National Alopecia Areata Foundation (NAAF) menjelasakan bahwa seseorang dengan kondisi ini mengalami kondisi tertentu pada kulit kepala yang dapat menyebabkan penderita kehilangan rambut di kepala bahkan seluruh tubuh.

“Hal ini terjadi karena sistem imun menyerang folikel rambut Anda yang menyebabkan rambut rontok. Saat tumbuh kembali, rambut akan berwarna putih,” kata Doris.

Berdasarkan NAAF, sekitar 6.8 juta orang di Amerika mengalami atau akan mengalami kondisi ini. Bila Anda mengalami gejala tertentu terkait rambut rontok, kunjungilah dermatolog Anda.

Baca Juga:

Baca Selengkapnya