Connect with us

Amankah Diet Rendah Karbo dan Tinggi Lemak untuk Kesehatan?

Jakarta – Banyak orang memilih diet rendah karbohidrat, namun tinggi lemak untuk penurunan berat badan yang cepat. Dari sisi kesehatan, amankah pola diet seperti ini?

Diet rendah karbohidrat adalah pola makan yang membatasi jumlah karbohidrat dan meningkatkan konsumsi protein dan lemak. Menurut US News (17/9), telah ada bukti ilmiah yang mengatakan bahwa diet ini dapat membantu turunkan berat badan dan melindungi Anda dari beberapa penyakit kronis.

Diet rendah karbohidrat biasanya disebut dengan diet ketogenik, eco-atkins, zone diet, dan lain-lain. Namun menurut Bethany M. Doerfler, seorang ahli diet, Anda tak perlu mengikuti salah satu diet terkenal tersebut sebab anda bisa membuat rencana makan rendah karbo dan tinggi lemak sendiri.

Menurut Doerfler, untuk mengikuti diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak Anda membutuhkan 50% kalori harian dari karbohidrat, kemudian asupan lemak berkisar antara 30% hingga 40% dari kalori harian, dan konsumsi protein kisaran 10% hingga 30% setiap hari. Agar lebih mudah, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi yang dapat membantu mengembangkan rencana makan Anda dan mencapai berat badan yang diinginkan.

Diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak ini dikatakan aman dilakukan, asalkan pilihan makanannya seimbang.

Hal ini dibenarkan oleh Tasha Temple, ahli diet di Northside Hospital di Gwinnett, Georgia. Sebab dengan melakukan diet ini akan membantu Anda terhindar dari risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes dan sindrom metabolik, yang termasuk obesitas.

Kemudian agar diet rendah karbo dan tinggi lemak ini berhasil, Temple menyarankan Anda untuk mengonsumsi protein seperti daging tanpa lemak, ayam, ikan, sayuran dan lemak sehat yang rendah lemak jenuh. Anda juga harus menjauhi makanan yang olahan seperti bacon dan makanan ringan seperti keripik dan kue, kata Tammy Ward, ahli diet UC Health.

Anda perlu menjauhi beberapa makanan tersebut karena mengandung lebih banyak karbohidrat, sehingga tidak pas untuk dikonsumsi ketika sedang diet rendah karbohidrat. Namun untuk menggantikan makanan manis tersebut, Anda bisa buat resep kue sendiri dengan bahan makanan seperti almond, tepung kelapa, bubuk kakao, dan mentega. Dengan memasak menggunakan bahan tersebut akan membuat makanan manis yang rendah karbohidrat.

Bukan hanya itu, makanan sehat yang bisa Anda konsumsi ketika sedang menjalankan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak ialah daging (kecuali bacon, hot dog, sosis), ayam, ikan, telur, alpukat, dan selai kacang. Sebelum dikonsumsi, pastikan Anda juga perlu berkonsultasi dengan ahli gizi.

Baca Juga:

 

Munir

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

GAYA HIDUP

Keriuhan Kick Off Piala Presiden eSports 2020

Oleh

Fakta News

Jakarta – Pemerintah berupaya mendukung lahirnya talenta eSports, yang mana bidang tersebut tumbuh sangat cepat belakangan ini. Hal tersebut diungkap saat Kick Off Piala Presiden eSports 2020.

“Pemerintah sangat concern terhadap talenta muda termasuk dalam hal ini eSports,” kata Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI (Purn) Moeldoko dalam acara Kick Off Piala Presiden 2020, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019).

Usai dilakukannya kick off, Piala Presiden Esport (PPE) akan mulai bergulir ke tahap kualifikasi, baik regional maupun negara-negara di Asia, seperti Vietnam, Thailand, Filipina dan Kamboja.

“Kita berharap pertumbuhan eSports tidak saja akan menghasilkan sebuah hiburan, tapi kita meyakini eSports mendorong pertumbuhan teknologi dan ekonomi Indonesia. Untuk itu, jangan kalian, pemerintah bersama kalian,” sambungnya.

PPE ini akan mempertandingkan beberapa game, yaitu Free Fire, Football PES 2020, game casual Mobile Premier League dan satu game nasional yang masih dikurasi oleh Dewan Kurasi Game Nasional.

Terlihat sepanjang jalannya acara, kursi yang tersedia di Tennis Indoor Stadium, Komplek Gelora Bung Karno ini terisi penuh. Para gamer hadir dan berkumpul tak henti-hentinya berteriak yang menandakan keriuhan acara tersebut.

“Aku dari Epicentrum, emang suka game makanya ke sini,” kata salah satu gamer.

Baca Juga:

 

Munir

Baca Selengkapnya

GAYA HIDUP

Sepuluh Masalah Kesehatan yang Dialami Kaum Milenial

Oleh

Fakta News

Jakarta – Kaum milenial yang lahir di tahun 1980-an hingga 1997 disebut-sebut generasi yang memiliki investasi kesehatan lebih baik daripada generasi sebelumnya. Namun, sebuah penelitian yang dilakukan Blue Cross Blue Shield Association (BCBSA) menemukan adanya 10 besar masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada kaum milenial atau yang disebut generasi Y.

Sepuluh besar masalah kesehatan pada kaum milenial dari yang memiliki dampak paling besar:

– Depresi
– Penyalahgunaan obat terlarang
– Gangguan penggunaan alkohol
– Hipertensi
– Hiperaktif
– Kondisi psikotik
– Penyakit Crohn dan Kolitis ulseratif
– Kolesterol Tinggi
– Penyalahgunaan tembakau
– Diabetes tipe 2

Bila dibandingkan dengan populasi nasional, generasi milenial lebih dipengaruhi oleh kondisi kesehatan perilaku daripada fisik, seperti depresi dan hiperaktif. Prevalensi masalah kesehatan pada kaum milenial lebih tinggi daripada generasi X atau baby boomer.

“Sepuluh masalah kesehatan yang memengaruhi kaum milenial ini tidak terlalu mengejutkan, yang mengejutkan adalah prevalensi masing-masing masalah pada kaum milenial jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya,” kata wakil ketua peneliti BCBSA, Dr Vincent Nelson dikutip dari Healthline.

Sebanyak 83 persen dari 55 juta kaum milenial yang disurvey pada 2017 menganggap dirinya memiliki kesehatan yang baik bahkan lebih. Sayangnya, hal itu berkebalikan dengan hasil penelitian BCBSA.

Berdasarkan penelitian, kaum milenial yang berusia 34-36 tahun pada 2017 memiliki 11 persen kesehatan yang lebih buruk daripada generasi X yang berusia 34-36 tahun pada 2014. Dan kaum milenial memiliki peningkatan dua kali lipat untuk didiagnosis 8 dari 10 masalah kesehatan di atas.

“Karena tantangan kesehatan meningkat secara signifikan di kalangan kaum milenial lebih awal dibandingkan generasi sebelumnya, maka dari itu kita harus mengatasi masalah ini sekarang,” tandas Nelson.

Baca Juga:

 

Munir

Baca Selengkapnya

GAYA HIDUP

Dear Milenial: Ayo Melek Investasi, Nabung aja gak Cukup!

Oleh

Fakta News

Jakarta – Dalam merancang postur keuangan, biasanya dibuat pos pengeluaran menabung dan investasi untuk masa depan. Idealnya dari gaji bulananmu, porsi tabungan dan investasi sebesar 20%.

Misal kalau gaji kamu Rp7 juta per bulan, berarti 20%-nya sebesar Rp1,4 juta. Dibagi dua masing-masing Rp700 ribu untuk tabungan dan investasi.

Bagian uang untuk menabung dan investasi disisihkan bukan disisakan. Jadi biasakan setelah menerima gaji, langsung alokasikan 20% untuk tabungan dan investasi.

Bukan nanti menunggu sisa gaji setelah kebutuhan lain terpenuhi, seperti bayar sewa kos, cicilan, tagihan air, listrik, pulsa, hingga liburan.

Melihat konsepnya sih sama, tapi sebetulnya antara menabung dan investasi berbeda loh. Mulai dari pengertian, tujuan, sampai keuntungannya gak sama.

  1. Menabung

Menabung adalah menyimpan uang untuk memenuhi kebutuhan atau keperluan mendadak. Jadi setiap saat uang bisa diambil. Karena rendah risiko, keuntungan atau bunga yang diterima nasabah biasanya sekitar 4-5% per tahun.

Sayangnya bukan berkembang, tapi malah digerogoti inflasi setiap tahun sekitar 3-4%. Itu artinya, bunga yang kamu nikmati hanya 1-2% saja. Kecil kan.

  1. Investasi

Beda dengan investasi. Yakni, kegiatan menanam uang atau modal pada sebuah produk investasi dan bertujuan mendapat keuntungan di masa depan. Sifatnya jangka menengah-panjang, 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, sampai 20 tahun.

Keuntungan atau imbal hasil yang ditawarkan investasi lebih besar dibanding menabung. Bahkan bisa sampai dobel digit per tahun.

Pantas saja banyak yang bilang investasi merupakan cara paling tepat untuk ‘menggandakan’ uang. Keuntungan yang besar ini sepadan dengan risikonya.

Baca Selengkapnya