Connect with us
Faktameter

Benarkah Harga Telur di Malaysia Rp12.000 per Kilo?

Harga Telur di Malaysia

Jakarta – Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim bahwa harga telur di Malaysia Rp12.000 per kil0 dan jauh lebih murah ketimbang di Indonesia. Benarkah demikian?

Hal tersebut diungkapkan oleh Mardani Ali Sera, Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi. Ia menyebut, harga telur di Malaysia sekitar Rp12.000 per kilogram. Sementara, di Indonesia Rp25.000 per kilogram.

“Kayaan Malaysia tapi harga (telur) hanya Rp12 ribu per kilogram karena rantai pasokan cukup, rantai distribusinya sesuai,” ucap Mardani di Jakarta, Selasa (20/11).

Fakta.News mencoba menelusuri kebenaran harga telur tersebut. Dari portal resmi Jabatan Perkhitmatan Veterinar Kementerian Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia, bisa diketahui harga telur terkini.

Adapun, di Malaysia, telur terbagi 5 kelas kualitas. Dari jenis kualitas AA, A, B, C, D, hingga E. Penetapan harga telur di Malaysia berdasarkan per butir, tidak per kilogram seperti di Indonesia.

Nah, per 23 Oktober 2018, telur dengan kualitas AA di Malaysia dibanderol 39 sen ringgit per butir. Dengan perhitungan 1 kilogram telur sama dengan 16 butir dan kurs ringgit ke rupiah Rp3.500 per ringgit, didapatkan harga telur AA di Malaysia adalah Rp21.840. Sementara, untuk kelas paling buncit, per kilonya mencapai Rp17.920.

Di Indonesia sendiri, per Rabu (21/11), harga telur bervariasi tergantung daerahnya. Di DKI Jakarta, berdasarkan  situs PJ Informasi Pangan Jakarta, harga telur per kilogram mencapai Rp22.906. Di Jawa Timur, berdasarkan situs Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok, harga telur mencapai Rp21.437 per kilo.

Sementara itu, di Jawa Barat, berdasarkan situs Portal Informasi Harga Pangan, harga telur di Jabar rata-rata Rp22.547 per kilo.  Di Jawa Tengah, berdasarkan situs Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi, rerata harga telur sebesar Rp22.500 per kilo.

Baca Juga:

  • Halaman :
  • 1
  • 2
Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Sambangi Grand Indonesia di Akhir Pekan, Capres 01 Jokowi Diserbu Pengunjung Mall

Oleh

Fakta News
Capres Jokowi
Capres 01 Joko Widodo saat mengunjungi Mall Grand Indonesia, Sabtu (20/4/2019) (Foto: Biro Pers Setpres)

Jakarta – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi), Sabtu siang 20 April 2019, mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta, Grand Indonesia Mall. Jokowi tiba sekitar pukul 13.40 WIB ditemani oleh Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.

Jokowi terlihat mengenakan kemeja putih lengan panjang digulung dan celana bahan warna hitam. Begitu tiba, para pengunjung yang sudah menanti kedatangan capres petahana ini langsung berebut salam dan foto bersama atau swafoto.

Terdengar pula teriakan pengunjung yang memanggil nama Jokowi. “Jokowi! Presiden! Jokowi! Presiden!” sahut para pengunjung mall di Jakarta, Sabtu 20 April 2019.

Jokowi seperti biasa meladeni para pengunjung untuk bersalaman, foto bersama atau swafoto.

Capres Jokowi

Kemudian Jokowi pun naik ke lantai 5 mall tersebut. Jokowi menyambangi Food Court untuk santap siang bersama.

Usai santap siang bersama, Jokowi turun dan kembali bersalaman dengan para pengunjung mal. Ia kemudian menghampiri awak media yang telah menantinya.

“Makan siang saja,” ujarnya ketika ditanya para wartawan.

Jokowi juga mengaku senang melihat antusiasme warga yang menyambutnya. Selain bersalaman, warga juga menurutnya mengucapkan selamat atas hasil sementara Pilpres 2019.

“Ya masyarakat yang senang, tapi saya lebih senang,” ungkapnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Alumni Menteng 64 Bersyukur atas Kemenangan Jokowi-Amin dan Serukan Masyarakat tetap Tenang dan Gembira Menunggu Hasil Resmi dari KPU

Oleh

Fakta News
Capres 01 Joko Widodo (ist)

Jakarta – Pemilu 2019 terus menarik perhatian berbagai kalangan terlebih para relawan, terutama Relawan Alumni Menteng 64 (AM64). Ketua AM64, Irlan Suud menyatakan rasa syukur atas pelaksanaan Pemilu 2019 yang berlangsung sukses, damai dan aman.

Irlan menilai sukses Pemilu 2019 juga menunjukkan bahwa KPU, Bawaslu serta ditopang oleh TNI dan Polri telah bekerja keras secara profesional, dimana partisipasi pemilih meningkat lebih dari 80 persen.

“Pemilu 2019 telah berlangsung dengan aman, damai, jujur dan adil dengan tingkat partisipasi pemilih lebih dari 80 persen. Ini adalah bukti bahwa rakyat Indonesia semakin matang dalam berdemokrasi, ” kata Irlan Suud dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/4/2019).

Irlan juga menyampaikan bahwa hasil hitung cepat yang dilakukan oleh 12 lembaga survei kredibel dan independen yang memiliki tradisi keilmuan teruji dan terbukti selama ini, memperlihatkan bahwa pasangan Jokowi-Amin unggul secara nasional termasuk di Jakarta.

“Kami Alumni Menteng 64 sebagai relawan Jokowi-Amin bersyukur atas hasil yang menggembirakan ini.  Kami pun optimis bahwa hasil penghitungan resmi KPU nantinya tidak akan jauh berbeda dengan hitung cepat tersebut, ” kata Irlan lagi menanggapi hal tersebut.

Baca Selengkapnya

BERITA

Langgar Larangan Pemantau Pemilu, Bawaslu Cabut Sertifikat Akreditasi Jurdil 2019

Oleh

Fakta News

JakartaBadan Pengawas Pemilu (Bawaslu) secara resmi mencabut akreditasi PT Prawedanet Aliansi Teknologi yang mengembangkan perangkat Jurdil 2019 sebagai pemantau pemilu 2019. Pasalnya Jurdil 2019 tercatat di Bawaslu sebagai pemantau pemilu bukan sebagai lembaga survei yang malah memublikasikan hasil quick count Pilpres 2019.

“Jurdil 2019 adalah pengembangan dari pemantau PT Prawedanet Aliansi Teknologi. Akhirnya kita cabut akreditasinya hari ini sebagai pemantau karena tidak sesuai dengan prinsip pemantauan. Bawaslu menilai PT Prawedanet Aliansi Teknologi telah melanggar larangan bagi pemantau pemilu,” ungkap anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin, Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Bawaslu telah mengeluarkan surat kepada Direktur Utama PT Prawedanet Aliansi Teknologi perihal pencabutan sertifikat akreditasi pemantau pemilu dengan Nomor Surat 0872/K.BAWASLU/PM.00.00/4/2019.

Dalam surat tersebut dijelaskan Bawaslu memberikan persetujuan terhadap PT Prawedanet Aliansi Teknologi yang mengajukan permohonan untuk menjadi pemantau pemilu dengan membuat aplikasi pelaporan dari masyarakat terhadap adanya dugaan pelanggaran pemilu.

Namun dalam kenyataannya mereka melakukan quick count dan memublikasikan hasil quick count melalui Bravos Radio dan laman www.jurdil2019.org.

Atas hal tersebut Bawaslu menilai PT Prawedanet Aliansi Teknologi telah menyalahgunakan Sertifikat Akreditasi Nomor 063/BAWASLU/IV/2019 yang dikeluarkan Bawaslu.

Baca Selengkapnya