World Bank Group dan Pengembangan Infrastruktur Pulau Dewata

Ambasador Freddy Numberi
(Mantan Menteri Perhubungan)
  • Fakta.News - 21 Mar 2018 | 15:50 WIB
World Bank Group dan Pengembangan Infrastruktur Pulau Dewata

 Perlunya dibangun sebuah bandara di suatu daerah, maka daerah bersangkutan itu sendiri yang tahu. Seperti rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU), maka yang tahu pentingnya bandara tersebut dbangun di wilayah itu, adalah kepala daerahnya seperti Bupati Buleleng dan Gubernur Bali, Komjen Pol I Made Mangku Pastika.

Hal itulah yang ditegaskan Mangku Pastika dalam pertemuan dengan World Bank Group (WBG), para staf kementerian terkait (Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Bidang Maritim), pada Senin (19/3/2018), di Kantor Kemenko Maritim. Pertemuan itu, sangat menarik untuk disimak.

Dalam presentasinya yang berjudul “Bali Sustainable Transport and Connectivity Initiative” (Inisiatif Keberlanjutan Transportasi dan Konektivitas Bali), WBG menyatakan bahwa pengembangan Bandara Bali Utara “untuk sementara ini tidak diperlukan”, malah dinyatakan tidak “feasible”.

Lebih lanjut, WBG dan hasil surveynya menyimpulkan, bahwa cukup Bandara Ngurah Rai yang dikembangkan dengan berbagai alasan serta melalui  suatu proses reklamasi pantai untuk penambahan konstruksi parallel taxiway, rapid exit taxiways dan extension daripada apron. Untuk menghadapi lonjakan penumpang dan pergerakan pesawat pada tahun 2031, cukup dibuat tambahan “runway” baru melalui reklamasi di sekitar kawasan bandara Ngurah Rai saat ini.

Secara menyeluruh materi yang dipaparkan oleh WBG dalam hal proyek infrastruktur untuk Pulau Dewata ini, meliputi bandar udara, jalan raya, pelabuhan laut dan jalur kereta api.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar