Wasekjen Mundur Karena Gerindra Tunggangi Isu SARA dan Fadli Zon Hina Kiai

  • Fakta.News - 13 Jun 2018 | 01:43 WIB
Wasekjen Mundur Karena Gerindra Tunggangi Isu SARA dan Fadli Zon Hina Kiai
Mohammad Nuruzzaman Wasekjen Gerindra(Foto: istimewa)

Jakarta – Wasekjen DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman menyatakan diri mundur dari jabatan yang selama ini diembannya. Pernyataan mundur dari Wasekjen Gerindra ini diungkapkan Nuruzzaman lewat sebuah surat yang ditujukan kepada Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Selasa (12/6/2018).

Berdasarkan isi surat yang telah menyebar dikalangan media. Nuruzzaman yang bergabung di Gerindra sejak tahun 2014 ini mengungkapkan kekecewaan dibalik keputusan mundur dirinya dari jabatan Wasekjen Gerindra. Adapun salah satu yang menjadi kekecewaan dirinya adalah politisasi atas kunjungan KH Yahya Cholil Staquf ke Israel. Yang dipelintir ke isu ganti Presiden. Hal tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang juga elite Partai Gerindra.

Menurut Nuruzzaman yang juga Komandan Densus 99 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) PP GP Ansor, tindakan yang dilakukan Fadli Zon tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap kiai yang selama ini ia hormati. Sebagai pribadi yang berlatarbelakang seorang santri, Nuruzzaman menyebutkan bahwa bagi santri, penghinaan pada kiai adalah tentang harga diri dan marwah.

Selain itu Nuruzzaman juga mengingatkan kepada Prabowo mengenai garis perjuangan Gerindra yang dianggapnya telah melenceng dari tujuan awal. “Waktu pun berjalan. Partai Gerindra ternyata belok menjadi sebuah kendaraan kepentingan yang bukan lagi berkarakter pada kepedulian dan keberanian. Tapi berubah menjadi mesin rapuh yang hanya mengejar KEPENTINGAN SAJA! Mark my words Pak Prabowo,” kata Nuruzzaman dalam isi suratnya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar