Usung Prabowo, PKS Terancam Gagal ke Parlemen

  • Fakta.News - 20 Apr 2018 | 00:56 WIB
Usung Prabowo, PKS Terancam Gagal ke Parlemen
Prabowo Subianto bersama Presiden PKS Sohibul Iman(Foto: pks.id)

Jakarta – Figur ketokohan yang diusung masing-masing partai politik menjadi salah satu bagian dari strategi untuk memanfaatkan suara masyarakat dalam Pemilu 2019 nanti. Figur Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto masih mendominasi berbagai survei yang dilakukan lembaga riset nasional, meski muncul nama-nama lainnya.

Dari hasil survei yang dirilis oleh Cyrus Network pada Kamis (19/4/2018), ternyata pilihan figur tokoh tersebut belum mampu mengerek perolehan suara para parpol itu. Misalnya parpol yang mengusung Jokowi sebagai capres 2019 yakni Partai Nasdem, Partai Hanura dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Baca Juga: Presiden Jokowi Hormati Keputusan Pencapresan Prabowo Subianto

Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Alfianto mengatakan dalam simulasi elektabilitas parpol untuk kursi DPR RI, partai pendukung Jokowi itu dalam hasil surveinya terancam tidak mendapatkan ambang batas parlemen. Menurut dia partai-partai itu tidak bisa mengoptimalkan figur Jokowi untuk mendongkrak keterpilihan partai. “Beberapa partai pengusung Jokowi pun malah berada pada titik rawan atau terancam tak lolos parliamentary threshold sama sekali, seperti NasDem yang hanya meraih 3,3 persen, Hanura 1 persen, dan PSI 0,3 persen,” ujar Eko.

Eko lebih lanjut memaparkan, sedangkan partai-partai lainnya diluar pengusung Jokowi cenderung stabil perolehannya suaranya, namun hal itu tidak berlaku untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Eko mengungkapkan PKS malah semakin menurun perolehan suaranya dan juga terancam gagal ke parlemen. “Pada partai koalisi di luar pengusung Jokowi, tampaknya hanya Gerindra yang bisa meraih dukungan stabil di angka 11,5% dengan persepsi publik bahwa lawan Jokowi adalah Prabowo. Tapi hal ini tidak berlaku bagi PKS, yang angkanya hari ini hanya berkisar 3,5%,” jelas Eko.

Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, ambang batas parlemen adalah 4 persen dari total suara sah nasional di pemilu legislatif.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar