Connect with us
DPR RI

Tutup MTQ dan Beri Santunan Anak Yatim, Indra Iskandar Akui Bangga

Tutup MTQ dan Beri Santunan Anak Yatim, Indra Iskandar Akui Bangga
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar saat menutup kegiatan MTQ dan memberikan santunan kepada anak yatim di Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen, Senayan, jakarta (2/4/2024). Foto : DPR RI

Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar mengaku bangga pada pelaksanaan kegiatan MTQ di lingkungan Setjen DPR, Setjen MPR dan Setjen DPD. Ia menilai bahwa kehadiran Alquran di lingkungan parlemen ini sudah cukup merata di lingkungan pegawai, khususnya di DPR RI.

“Hari ini kita melakukan penutupan untuk acara MTQ yang ketiga di lingkungan sekretariat jenderal DPR MPR dan DPD dan kita tentu bangga ya karena teman-teman yang apa bisa menjadi apa peserta dan pemenangnya tuh itu cukup merata gitu ya dari banyak lapisan pekerja,” ungkapnya ketika ditemui tim Parlementaria usai menutup kegiatan MTQ dan memberikan santunan kepada anak yatim di Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen, Senayan, jakarta (2/4/2024).

Ia pun mengapresiasi atas kegiatan Iktikaf yang dilaksanakan pada tahun ini. Pasalnya, kegiatan iktikaf yang umumnya dilakukan di masjid masjid luar, kini diselenggarakan juga di masjid di lingkungan perkantoran seperti Masjid Baiturrahman ini. Terlebih, kegiatan ini disambut positif oleh para pegawai yang terlihat dari peserta iktikaf yang mencapai 45 orang.

“Itu cukup banyak, karyawan yang antusias untuk melakukan kegiatan itikaf ini. Jadi, saya kira, ini satu hal yang membanggakan,” kata Indra.

Ia menambahkan, hadirnya Dharma Wanita yang turut bergabung dalam kegiatan santunan pada tahun ini pun menjadi pemandangan menarik baginya. Menurutnya, keterlibatan Dharma Wanita menjadi hal yang positif sebagai bentuk kolaborasi dalam kepedulian sosial.

“Kami berharap ini akan terus terjaga kolaborasi antara KORPRI, DKM masjid dan Dharma Wanita untuk kegiatan-kegiatan kepedulian sosial, dan ini sesuatu yang konkret dan nyata. Tidak hanya berbicara tentang sesuatu yang di awang-awang, tentang teori-teori, tapi melakukan sesuatu yang penting buat orang-orang yang tidak mampu,” tutup Indra.

Diketahui Sekretariat DPR RI menggelar serangkaian kegiatan keagamaan islam selama bulan ramadan ini melalui DKM Masjid baiturrahman dan KORPRI. Kegiatan tersebut mulai dari MTQ, santunan pada anak yatim hingga kegiatan Itikaf. Adapun penutupan kegiatan MTQ dilaksanakan pada selasa ini (2/4/2024). Dalam penutupan tersebut, disampaikan sejumlah pemenang dari total 68 peserta yang turut serta dalam kegiatan MTQ tersebut.

– Cabang Tilawah Putra, JUARA 1 dimenangkan oleh Jalaludin (ASN Setjen DPR RI), juara II oleh Aidil Fitrisyah (Tenaga Ahli Setjen DPR RI) dan Juara III oleh Yazid Manan (Cleaning Service Setjen DPR RI).

– Cabang tilawah putri JUARA HARAPAN 1 dimenangkan oleh Imeldayati (ASN Setjen DPD RI),  dan JUARA HARAPAN 2 dimenangkan oleh Nur Miftahulyanah (ASN Setjen DPR RI).

– Cabang Tartil Putra, JUARA 1 dimenangkan Jamaludin (TSP Setjen DPR RI), JUARA 2 oleh Rehanul (Staf Anggota Setjen DPR RI) dan juara III oleh M. Hendar (TSP Setjen DPR RI).

– Cabang Tartil Putri, JUARA 1 dimenangkan Desi Pareni (ASN Setjen DPD RI), Juara II oleh Eti Nurmawati (ASN Setjen MPR RI), dan Juara III oleh Nensiana (ASN Setjen DPD RI).

– Cabang Dai, Juara I dimenangkan Moch. Thamrin (TSP Setjen DPR RI), Juara II dimenangkan Hariyanto (ASN Setjen MPR RI), dan Juara III dimenangkan Saepuloh (PPNPN Setjen DPD RI).

– Cabang Daiyah, Juara Harapan I diperoleh Septiani Puji Rahayu (ASN Setjen DPR RI), dan Juara Harapan II oleh Maghfira (ASN Setjen DPR RI).

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Komisi III Minta Komnas HAM Tingkatkan Peran, Selesaikan Pelanggaran HAM Berat

Oleh

Fakta News
Komisi III Minta Komnas HAM Tingkatkan Peran, Selesaikan Pelanggaran HAM Berat
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh saat memimpin rapat kerja dengan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di ruang rapat Komisi III, Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2024). Foto: DPR RI

Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh memimpin rapat kerja dengan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Dalam rapat ini Komisi III meminta Komnas HAM untuk meningkatkan peran dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam mendukung penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM, termasuk pelanggaran HAM berat.

“Baik itu penyelesaian yudisial maupun non-yudisial, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” ujarnya di ruang rapat Komisi III, Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2024).

Lebih lanjut Komisi III DPR meminta Komnas HAM untuk segera menyelesaikan peraturan terkait Penilaian Tindak Lanjut Kepatuhan Rekomendasi, agar dapat menjadi informasi dan tolak ukur dalam tindak lanjut rekomendasi yang telah diberikan.

Bahkan Komisi III meminta Komnas HAM dan Komnas Perempuan untuk lebih proaktif dan sinergis dalam mengidentifikasi potensi permasalahan, melakukan penanganan, maupun pendampingan terhadap seluruh pihak, dalam penerapan dan penegakan prinsip-prinsip HAM, termasuk perlindungan terhadap perempuan di seluruh sektor dan kegiatan.

Sementara itu di lain pihak, Ketua Komnas HAM Atnike Nova Sigiro menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah menyusun rancangan Peraturan Komnas HAM terkait Penilaian Tindak Lanjut Kepatuhan Rekomendasi Komnas HAM. “Sebagai salah satu upaya pemasangan untuk meningkatkan efektivitas dari rekomendasi yang diberikan oleh Komnas HAM,” papar Atnike saat rapat.

Menurutnya rekomendasi yang diberikan oleh Komnas HAM dari hasil pemantauan, mediasi, maupun kajian tidak selalu ditindaklanjuti oleh stakeholders maupun kementerian/lembaga karena dianggap tidak mengikat. “Sejumlah kasus juga menunjukkan fungsi mediasi Komnas HAM masih belum dipahami sebagai sebuah solusi strategis,” ucap Atnike.

Baca Selengkapnya

BERITA

Anggaran Pendidikan Kemenag Dinilai Masih Kecil

Oleh

Fakta News
Anggaran Pendidikan Kemenag Dinilai Masih Kecil
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily. Foto: DPR RI

Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menilai besaran anggaran pendidikan yang diterima Kemenag (Kementerian Agama) untuk mendanai seluruh lembaga pendidikan Islam dan keagamaan masih timpang dibanding kementerian lain.

“Soal anggaran pendidikan di bawah Kementerian Agama harus betul-betulan keadilan anggaran. Kalau kita dengar pidato Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dalam rapat paripurna, ya anggaran pendidikan Rp630 triliun, tapi kalau Kemenag hanya dapat Rp35 triliun, buat saya mengkhawatirkan,” kata Kang Ace, sapaannya, dalam keterangan persnya, Rabu (29/5/2024).

Politisi Partai Golkar itu menyatakan, selain Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kemenag, anggaran terbesar juga diberikan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag sebesar Rp35 triliun.

Ada satu hal yang sangat penting untuk didiskusikan bersama adalah soal berbagai hal terkait anggaran pendidikan nasional. Dari penjelasan Plt Dirjen Pendis, berapa persen KIP Kuliah untuk Perguruan Tinggi Agama Islam (PTKAI) dan perguruan tinggi agama lain.

“Apakah PIP, KIP, apakah sudah mencerminkan suatu keadilan anggaran? Rehab ruang kelas juga belum mencerminkan keseluruhan,” ujar dia.

Kang Ace melihat dari total anggaran pendidikan Rp630 triliun di APBN, Kemenag hanya mendapatkan Rp35 triliun, artinya belum mencerminkan suatu kesetaraan anggaran.

“Padahal anak-anak madrasah, yang kuliah di UIN, STAIN, STAI atau di manapun, mereka juga anak-anak bangsa yang sama untuk mendapatkan perlakuan sama dalam akses pendidikan,” tutur Kang Ace.

Ace mengatakan, keputusan tepat telah diambil Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menunda status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) bagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Itu keputusan yang tepat. Kalau tidak, meresnya sama mahasiswa. Berat,” ucap dia.

Jujur saja, ujar Ace, hampir sebagian besar  siswa dan mahasiswa yang sekolah di bawah Kemenag berlatar belakang sosial ekonomi kelas menengah bawah. Namun penyaluran program KIP dan PIP untuk mereka juga sedikit.

“Itu anehnya. Jadi ada yang salah dari proses pendataan penyaluran program negara untuk kelompok-kelompok yang membutuhkan itu,” ujar Kang Ace.

Baca Selengkapnya

BERITA

Imbas Kebakaran Smelter Nikel PT KFI, Komisi VII akan Audit Investigasi

Oleh

Fakta News
Imbas Kebakaran Smelter Nikel PT KFI, Komisi VII akan Audit Investigasi
Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru saat memimpin Tim Kunspek Komisi VII DPR mengunjungi PT KFI di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (29/5/2024). Foto: DPR RI

Kutai Kartanegara – Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru mengatakan, pihaknya akan segera melakukan audit investigasi terhadap pabrik smelter nikel PT Kalimantan Ferro Industri. Hal tersebut imbas dari peristiwa dua kali ledakan di pabrik smelter PT KFI yang menewaskan pekerja asing dan lokal belum lama ini.

“Kami akan panggil PT KFI beserta seluruh jajaran direksinya, untuk datang ke Gedung Senayan dan kami akan melakukan audit investigasi. Secara mekanisme, bisa dengan membuat panja nikel atau kita panggil secara khusus di Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kami juga tentunya akan melibatkan Kementerian Perindustrian dan Kementerian KLHK dari sisi amdalnya, supaya benar-benar kita melihat secara komprehensif sebab terjadinya ledakan,” ujarnya saat memimpin Tim Kunspek Komisi VII DPR mengunjungi PT KFI di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (29/5/2024).

Menurut Politisi F-PDI Perjuangan ini, pihaknya menilai, hasil dari temuan dilapangan seperti sarana untuk keselamatan kerja dan sebagainya juga masih jauh dari kurang. Walaupun mereka sudah mendatangkan tim dari Kementerian Industri untuk mekanisme aturan pedomannya, tetapi pihaknya menemukan fakta di lapangan masih belum sesuai dengan harapan.

“Saya berpesan agar tidak terulang terjadi kebakaran atau ledakan, yang paling penting ini adalah mesin yang ada di setiap semelter itu perlu dicek selalu setiap periodik. Kemudian, kalibrasi mesin itu juga penting karena dengan begitu kita akan tahu ukuran mesin ini sesuai dengan kapasitasnya dia berproduksi atau tidak. Sehingga, Insya Allah dengan adanya perawatan yang berkala dan pengawasan yang kita lakukan ini Insya Allah tidak akan terjadi kembali,” jelas Nasyirul.

Selain itu, kami juga tidak menemukan alat pemadam kebakaran sepanjang jalan menuju lokasi meledaknya smelter. Kemudian, rambu-rambu yang ada juga masih sangat terbatas sekali, sehinhha dianggap tidak layak untu perusahaan smelter. “Jadi ini harus segera diperbaiki,” imbuhnya.

“Kita menemukan sesuatu yang di luar dugaan, ketika PT KFI lagi dibangun ada proses namanya commissioning atau uji coba tetapi sudah menimbulkan kejadian terjadinya ledakan. Padahal masih tahap uji coba, tetapi dua tenaga kerja asing dan dua pekerja lokal turut menjadi korban akibat ledakan di smelter nikel tersebut,” ucapnya lagi.

Baca Selengkapnya