Survei LSI Menyebutkan Tingkat Intoleransi Meningkat Pasca Demo Anti Ahok

  • Fakta.News - 25 Sep 2018 | 05:35 WIB
Survei LSI Menyebutkan Tingkat Intoleransi Meningkat Pasca Demo Anti Ahok
Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei LSI(ist)

Jakarta – Tingkat intoleransi politik Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam rentang waktu 2016-2017, faktor ini terasa usai demo anti Ahok yang terjadi pada akhir 2016 silam.

Hasil ini didapatkan berdasarkan data survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang bertajuk “Persepsi Publik Tentang Demokrasi, Korupsi dan Intoleransi di Indonesia”. Peneliti senior LSI Burhanuddin Muhtadi, mengatakan bahwa aksi 212 justru membuka keran naiknya tingkat intoleransi di Indonesia. “Ada klaim dari sarjana mengatakan bahwa demo-demo anti Ahok adalah puncak radikalisme, itu kurang kuat justifikasinya. Yang terjadi justru sebaliknya,” ungkapnya, Senin (24/9/2018).

“Dari simulasi pertanyaan kepada responden muslim yang keberatan atau tidak jika orang non-muslim menjadi presiden, sebanyak 59 persen responden menjawab keberatan. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2016 dan 2017, yaitu 48 dan 53 persen keberatan non muslim jadi presiden,” sambung Burhanuddin.

Baca Juga:

Sementara itu, lanjut Burhanuddin, jawaban responden muslim yang keberatan jika non-muslim jadi wakil presiden sebanyak 55 persen. “Pada data 2016 dan 2017, sebanyak 41 dan 50 persen responden muslim keberatan non-muslim menjadi wakil presiden,” paparnya.

“Sedangkan responden muslim yang keberatan non muslim menjadi gubernur sebanyak 52 persen di 2018. Angka tersebut juga meningkat dibandingkan 2016 dan 2017, yaitu 40 dan 48 persen,” imbuhnya.

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar