Bahas Terorisme yang Berkembang, 9 Negara Berkumpul di Jakarta

  • Fakta.News - 6 Nov 2018 | 16:12 WIB
Bahas Terorisme yang Berkembang, 9 Negara Berkumpul di Jakarta
Ilustrasi(Foto: Istimewa)

Jakarta – Sejumlah perwakilan dari sembilan negara Sub Kawasan bertemu di Jakarta Selasa (6/11) ini. Mereka berkumpul untuk membahas strategi dan komitmen melawan terorisme yang berkembang.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Wiranto dan Menteri Dalam Negeri Australia, Hon Peter Dutton, bertindak sebagai pemimpin pertemuan. Sedangkan tujuh negara lainnya adalah dari Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Singapura, dan Thailand.

Dalam siaran resminya yang diterima Fakta.News, Wiranto mengatakan pola penyebaran paham radikal yang merupakan cikal bakal dari aksi terorisme mengalami perubahan. Untuk itulah negara di sub kawasan juga harus berkembang pula.

“Para pelaku teror juga telah memodifikasi strategi serta pola serangan mereka,” tegas Wiranto.

Baca Juga:

Menkopolhukam lantas memberi contoh perubahan dan perkembangan tersebut. Jika sebelumnya teroris beraksi sebagai satu organisasi dalam melakukan serangan, namun kini serangan-serangan tersebut muncul daIam unit yang lebih kecil.

Bahkan, lanjut Wiranto, ada yang atas inisiasi sendiri atau “lone wolf”. Apalagi ada juga yang melibatkan kaum perempuan dan anak-anak.

Dalam menghadapi berkembangnya ancaman terorisme tersebut, maka Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia menyelenggarakan pertemuan Sub Regional Meeting on Counter Terrorism (SRM on CT). Fokus pertemuan itu sendiri adalah merespons strategi dan taktik teroris yang berkembang atau “Responding to the Evolving Terrorist Strategies and Tactics”.

“Pertemuan ini merupakan upaya diri negara-negara di sub-kawasan guna mengantisipasi dan menanggulangi masalah terorisme. Khususnya dengan melihat perkembangan dan perubahan strategi serta taktlk para teroris,” katanya.

Wiranto juga menyampaikan bahwa pertemuan ini sangat penting. Sebab di samping membangun sinergi antara pemerintah dari sembilan negara juga dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

  • Halaman :
  • 1
  • 2

BACA JUGA:

Tulis Komentar