Connect with us

Siti Noor Laila: Negara Harus Hadir dan Tegas dalam Penghormatan Kebebasan Beragama

Siti Noor Laila

Jakarta – Menjelang perayaan Natal, beberapa kelompok intoleran yang masih berkembang di Indonesia biasanya melakukan sweeping ke swalayan atau daerah pertokoan yang pekerjanya menggunakan atribut untuk kemeriahan menyambut Natal, bahkan sampai pada pelarangan memperingati Natal bagi kaum Kristen protestan maupun katolik.

Demikian disampaikan, Dewan Pakar DPN Seknas Jokowi, Siti Noor Laila dalam keterangan tertulisnya Minggu (22/12/2019).

Laila mengungkapkan kondisi ini dialami oleh umat Katolik di Jorong Kampung Baru, Nagari Sikabau, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, yang tidak diizinkan menggelar misa dan merayakan Natal bersama, karena dilarang oleh Pemerintah Nagari Sikabau (setingkat desa) di rumah ibadah sementara.

“Kami sangat menyesalkan peristiwa tersebut, dan meminta Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menkopolhukam, Aparat Keamanan, Pemerintahan Daerah dan tokoh-tokoh masyarakat serta agama untuk segera menyelesaikan situasi ini secara berkeadilan dan bermartabat,” tegas Laila.

“Hak atas kebebasan beragama dan menjalankan ibadah seluruh warga negara telah dijamin pada pasal 4 UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang menyatakan bahwa “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi,” lanjutnya

Laila menambahkan bahwa pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun.

“Hak non derogable rights adalah hak-hak yang bersifat absolut yang tidak boleh dikurangi pemenuhannya oleh negara. Walau dalam keadaan darurat sekalipun,” ujar Komisioner Komnas HAM 2012-2017 ini.

Laila menerangkan, Hak ini meliputi: hak atas hidup (right to life), hak bebas dari penyiksaan (right to be free from torture), hak bebas dari perbudakan (right to be free from slavery), hak bebas dari penahanan karena gagal memenuhi perjanjian utang, hak bebas dari pemidanaan yang berlaku surut, hak sebagai subjek hukum dan hak atas kebebasan berpikir, keyakinan dan agama.

“Konsep non derogable rights ini diperkuat perlindungannya di dalam konstitusi kita yaitu UUD 1945 pada pasal 28E ayat (1), ‘Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih Pendidikan dan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali’,” ucapnya.

Begitu juga lanjut Laila, sebagai negara hukum dan konstitusional, seluruh produk peraturan yang dibuat tidak boleh bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagai sumber segala sumber hukum.

“Penghormatan terhadap agama-agama yang berkembang di Indonesia untuk menjalankan ibadah dan melakukan perayaan agama-agama harus dihormati dan ditegakkan sebagai amalan dari nilai-nilai Pancasila dan memperkuat toleransi umat beragama,” ucapnya.

“Negara harus hadir dan mengambil sikap yang tegas terhadap penghormatan umat beragama dalam menjalankan ibadah dan melakukan perayaan agamanya,” pungkas Laila menambahi.

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Kasus Wahyu Setiawan Dinilai Ada Dugaan Cacat Hukum dan Penipuan

Oleh

Fakta News

Jakarta – Kasus yang menjerat komisioner KPU Wahyu Setiawan begitu menyedot perhatian publik. Selain karena posisinya sebagai anggota penyelenggara pemilu, juga karena konstruksi kasusnya yang menimbulkan perdebatan hukum.

Anggota Tim Kuasa Hukum DPP PDI Perjuangan, Maqdir Ismail menyampaikan, kasus yang menjerat Wahyu Setiawan bermula dari perbedaan penafsiran KPU atas putusan Mahkamah Agung mengenai pelimpahan suara caleg terpilih yang neninggal dunia.

“Yang diminta DPP PDI Perjuangan itu dasarnya putusan MA, bahwa partai memiliki kedaulatan melimpahkan suara caleg terpilih yang meninggal dunia,” kata Maqdir, dalam diskusi bertajuk ‘Ada Apa di Balik Kasus Wahyu Setiawan’ yang digelar Indonesia Law Reform Institute (ILRINS), di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020).

“Perbedaan ini harus kita kembalikan pada penafsir tunggal perundang-undangan adalah MA, bukan KPU,” ungkap Maqdir.

Selanjutnya, Maqdir menyatakan tidak ada usaha menghalangi penyelidik KPK yang datang pada 9 Januari 2020 ke DPP PDI Perjuangan.

“Harus menjadi catatan bagi KPK, apa yang disebut sebagai penggeledahan atau penyitaan di DPP, itu tidak ada. Itu dasarnya apa, karena dilakukan saat belum ada surat, belum ada barang bukti, dan belum ada tersangka,” ungkap Maqdir.

Sementara itu, pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Yenti Ganarsih, menduga kasus Wahyu Setiawan adalah penipuan. Yenti menyampaikan hal itu karena Wahyu dia yakini tidak mampu mengubah putusan KPU yang diputuskan kolektif kolegial bersama komisioner KPU lainnya.

“Kronologis penting bagi penegak hukum untuk melihat modus, kenapa Harun Masiku percaya bisa dibantu jadi anggota DPR?” kata Yenti.

“Bisa jadi Harun mau mundur, tetapi Wahyu menawarkan atau memeras, maka dilihat apakah kronologi memenuhi unsur yang ada,” ungkap Yenti menambahkan.

Sedangkan politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu menyampaikan, akar kasus Wahyu Setiawan adalah sikap KPU yang tidak menjalankan putusan MA. Dia meminta MA buka suara untuk memperjelas apakah ada pembangkangan yang dilakukan KPU atau tidak.

“Dalam kasus Wahyu Setiawan, Mahkamah Agung harus bicara, apakah KPU melakukan pembangkangan atau tidak terhadap putusan MA?” ucap Adian.

“Jangan-jangan, Harun Masiku adalah korban dari iming-iming oknum KPU yang bermain. Karena Harun Masiku hanya memperjuangkan haknya menjadi anggota DPR. Dasarnya adalah putusan MA yang menyebut pengalihan suara caleg terpilih yang meninggal dunia menjadi kewenangan partai,” ungkap Adian.

Adian juga membantah ada penghadangan penyelidik KPK di Kantor DPP PDI Perjuangan.

“Dari CCTV terlihat. Saya menyangkal ada keributan di DPP PDI Perjuangan saat KPK datang, ada videonya, KPK punya nggak videonya?” ujar Adian.

Menanggapi para pembicara lainnya, Ketua Lembaga Perlindsungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suroyo, menyampaikan, pihaknya dapat memberi perlindungan jika Harun Masiku ditetapkan menjadi korban penipuan oleh penegak hukum.

“Harun Masiku bisa dilindungi LPSK saat sudah ada putusan penegak atau lembaga hukum bahwa dia adalah korban penipuan yang dilakukan oknum di KPU,” ucap Hasto.

 

Chrst

Baca Selengkapnya

BERITA

IKA ITS Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana Banjir-Longsor di Bogor dan Lebak Banten

Oleh

Fakta News
Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) menyerahkan bantuan kepada warga terdampak bencana di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/1/2020).

Bogor – Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Surabaya, menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bogor dan Lebak Banten, Sabtu (18/1/2020). Penyaluran bantuan ini dilakukan bersama organ relawan Komite Penggerak Nawacita (KPN) dengan mengunjungi sejumlah lokasi terdampak bencana.

Lokasi pertama yang dikunjungi oleh IKA ITS adalah posko pengungsian di Kampung Cipugur, Desa Cileuksa yang berada di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Di posko ini menampung 700 jiwa dari 194 KK yang berasal dari Dusun Ranca Nangka yang saling bersebelahan.

Dusun Ranca Nangka kini hilang setelah diterjang longsor pada 1 Januari 2020 lalu. Dusun di kaki Gunung Halimun itu kini ditinggal pergi penghuninya.

Rumah-rumah yang ada di dusun itu rata dengan tanah, hanya tersisa dua yang masih terlihat, tapi itu pun rusak parah. Bencana longsor itu menghancurkan sepenuhnya kampung tersebut.

Perwakilan IKA ITS Sitta Rosdaniah menuturkan penyaluran bantuan dari alumni ITS sebagai bentuk kepedulian dan rasa prihatin bagi warga terdampak bencana. Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu meringankan penderitaan warga sehingga mereka dapat lebih kuat menjalani kehidupan sehari-hari. Adapun bantuan yang diberikan obat-obatan, beras, perlengkapan sholat, alat-alat kebersihan dan sepatu boot.

“Kami sangat prihatin atas bencana yang terjadi di awal tahun ini. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk dukungan moril dan materil dari alumni ITS bagi para warga yang hingga saat ini masih bergulat dengan bencana. Diharapkan bantuan yang diberikan bisa memperkuat kondisi fisik dan mental para korban,” terang Sitta.

“Dalam penyaluran bantuan ini, kami juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama KPN untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi korban dan kebutuhan yang diperlukan. Informasi yang kami himpun, saat ini para korban membutuhkan bantuan makanan, pakaian, obat-obatan, alat ibadah dan juga perlengkapan untuk membantu mereka membenahi area pemukimannya,” imbuh Sitta.

Selain di Desa Cileuksa, IKA ITS juga menyalurkan bantuan ke Desa Harkatjaya, Pasir Madang, Desa Bojong Tenjo, Desa Mayak di Lebak Banten

IKA-ITS pun berharap kondisi yang ada bisa segera teratasi dan langkah-langkah pemulihan yang diperlakukan secepatnya dilakukan agar aktivitas warga bisa berjalan seperti sedia kala.

 

Yuch

Baca Selengkapnya

BERITA

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Bertolak ke Labuan Bajo

Oleh

Fakta News
Presiden saat tiba dan disambut Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/1).

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana pada hari ini, Minggu (19/1), bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) guna melakukan kunjungan kerja.

Dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Presiden dan rombongan lepas landas sekitar pukul 09.00 WIB dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. Kepala Negara dan rombongan tiba di Bandara Komodo, Kabupaten Manggarai Barat sekitar pukul 11.50 WITA.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono yang turut dalam penerbangan mengatakan, Presiden dan Ibu Iriana akan melakukan sejumlah agenda kerja hingga Selasa, 21 Januari 2020.

“Besok Presiden akan meninjau proyek pembangunan terminal multipurpose Labuan Bajo dan meninjau kawasan Puncak Waringin. Selain itu, Presiden juga akan meresmikan sarana pendukung pariwisata, yaitu sebuah hotel milik BUMN,” kata Heru.

Lebih lanjut, Heru juga mengatakan kunjungan kerja kali ini juga akan dimanfaatkan Presiden untuk meninjau infrastruktur pendukung pariwisata di Labuan Bajo.

“Seperti kita ketahui, Labuan Bajo merupakan salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas tahun ini,” ucap Heru.

Pada bulan Juli 2019, Presiden telah meninjau infrastruktur di Labuan Bajo. Dalam beberapa kesempatan Presiden memang selalu menegaskan jika dirinya akan selalu memantau langsung pembangunan suatu infrastruktur.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi NTT antara lain, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Staf Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara.

 

Chrst

Baca Selengkapnya