Connect with us

Sebut Rezim Komunis, Alfian Tanjung Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Alfian Tanjung

Jakarta – Alfian Tanjung dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait pernyataannya yang menyebut rezim hari ini ‘rezim komunis’ dalam sebuah potongan video yang viral di media sosial. Alfian dilaporkan lantaran diduga menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian.

Alfian dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid pada Senin (17/2/2020). Laporan teregister dengan nomor LP/B/096/II/2020/BARESKRIM dan Nomor LP/B/097/II/2020/BARESKRIM.

“Pasal yang dipakai UU No 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 Ayat (2) dan Pasal 15 KUHP dan/atau Pasal 207 KUHP,” kata Muannas kepada wartawan.

Muannas berharap Alfian segera ditangkap polisi. Muannas menyebut Alfian merupakan seorang residivis di kasus yang sama.

“Berharap pihak kepolisan segera menangkap Alfian Tanjung yang merupakan residivis atas kasus yang sama karena menyebarkan berita bohong dan kebencian yang bisa membahayakan masyarakat,” ujar dia.

Berikut pernyataan Alfian Tanjung yang dianggap Muannas sebagai ujaran kebencian:

  1. ‘Kondisi gerakan PKI ini sudah terlalu parah, sudah tiga belasan angkatan dari gerakan partai-partai yang ada untuk berlatih ke Beijing sejak tahun 2004 sampai 2014’.
  2. ‘Rezim hari ini adalah rezim komunis, Saya menyatakan dengan sadar’.
  3. ‘Sekarang ketua badan penyangga Pancasila adalah orang yang membolehkan berzina dengan anak sendiri, yah yang doktor Wahyudin itu’.
  4. ‘Itu merupakan bagian dari proses proses dibangunnya negeri yang berpaham Komunis, termasuk Polisisasi…Siapa yang pemimpin Beacukai? Siapa menteri dalam negeri? Kalau anda liat dalam teori komunisme ketika terjadi Polisisasi, maka negara itu sedang menuju menjadi sebuah negara Komunis. Sekarang dikit lagi Pilkada, Pilkada serentak, calon gubernur Sumatera Barat itu di antaranya Polisi’.
  5. ‘Negara kita akan menjadi negara NKRI Negara Kepolisian Republik Indonesia, itu artinya negara Komunis Indonesia. Ayo kita liat seluruh negara yang didominasi oleh Polisi itu negara Komunis, silakan diperiksa diseluruh Dunia’.

Sebelumnya, Abdullah Alkatiri yang merupakan pengacara Alfian Tanjung saat kasus penyebaran ujaran kebencian terhadap PDIP sudah angkat bicara. Abdullah juga menyatakan bahwa dirinya akan dihubungi Alfian jika Alfian mendapatkan persoalan hukum nantinya.

Dia menilai pernyataan Alfian dalam video itu bukan sembarangan. Menurut Abdullah, Alfian itu seorang pemerhati komunis yang sudah terbukti menulis beberapa buku tentang komunis.

“Pak Alfian kan nggak nunjuk orang siapa-siapa, dan masalahnya dari dulu dia ini pemerhati masalah komunis. 25 tahun lebih dia pemerhati masalah komunis, artinya dia kan pemerhati jelas, kemudian komunis itu sampai hari ini belum ada peraturan sama sekali yang mencabut, komunis ini emang partai terlarang yang emang nggak boleh ada lagi di Indonesia ini,” ujar Abdullah saat dihubungi.

“Beliau ini bukan orang awam, tapi dia ini pemerhati, dia orang yang paham, saya nggak tahu dia katakan demikian seperti apa, kalau menurut saya dia punya background kalau memang betul ada statementnya,” imbuhnya.

 

Adn

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Perawat Indonesia Minta Physical Distancing Dilakukan Masif dan Tegas Karena Kasus Corona Makin Meningkat

Oleh

Fakta News

Jakarta – Angka penularan virus Corona (COVID-19) di Indonesia terus meningkat. Persatuan perawat meminta masyarakat untuk melakukan jaga jarak atau physical distancing.

“Saya kira physical distancing ini dilakukan masif dan tegas,” ucap Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Harif Fadhillah, Jumat (27/3/2020).

Menurutnya masih ada masyarakat yang abai jaga jarak. Sehingga, perlu ada ketegasan peraturan.

“Ya kalau melihat penyanggah di DKI, itu banyak yang berkeliaran. Imbauan kepada masyarakat supaya tetap di rumah,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah memperbarui data kasus pasien yang positif terinfeksi virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Jumlah kasus positif Corona kini bertambah menjadi 1.046 orang.

“Total kasus menjadi 1.046,” kata juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan di saluran YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (27/3/2020).

 

(mjf)

Baca Selengkapnya

BERITA

KPN Beri Bantuan Wastafel Portabel ke Pemkot Bogor Cegah Penyebaran Covid-19

Oleh

Fakta News

Bogor – Upaya pemerintah Kota Bogor dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 atau virus Corona salah satunya adalah menyiapkan wastafel portabel disejumlah pusat keramaian warga. Langkah Pemkot Bogor tersebut mendapat dukungan dari organ relawan Komite Penggerak Nawacita (KPN).

KPN secara langsung menyerahkan bantuan wastafel portabel kepada Pemkot Bogor yang diterima langsung oleh Wakil Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Dodi Ahdiyat, Jumat (27/3).

Wakil Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dodi Ahdiyat mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas sumbangan wastafel portabel dari KPN. Rencananya wastafel portabel tersebut akan ditempatkan di titik-titik fasilitas umum atau akses masuk dan keluar ruangan.

“Kami mengucapkan terima kasih sekali atas bantuan KPN yang telah menyumbangkan wastafel portabel. Sumbangan ini sangat berarti apalagi saat ini Kota Bogor juga KLB Covid-19 dan masuk zona merah,” ungkap Dodi.

“Wastafel portabel ini akan kita manfaatkan untuk ditempatkan di fasilitas umum atau tempat yang menjadi akses masuk dan keluar ruangan, terutama di Posko Penanganan Covid-19 ini,” lanjutnya.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim pun mengucapkan apresiasi atas kepedulian KPN dalam membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Corona. Tak lupa Dedie juga mengucapkan terima kasihnya atas sumbangan wastafel portabel dari KPN, dan berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat membantu mencegah penyebaran virus Corona lebih luas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan KPN yang telah menyumbangkan wastafel portabel ini, mudah-mudahan apa yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 yang saat ini kit hadapi bersama. Mudah-mudahan apa yang disumbangkan KPN mendapat balasan dari berlipat ganda dari Allah SWT,” ujar Dedie.

Perwakilan KPN Shane M Hasibuan mengatakan, bantuan wastafel portabel merupakan salah satu bentuk upaya nyata relawan dalam membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran Corona di Indonesia terutama Kota Bogor. Rencananya wastafel portabel ini akan ditempatkan di sejumlah titik keramaian yang rawan penyebaran virus Corona.

“Dengan adanya wastafel portabel ini diharapkan meningkatkan kesadaran dan semangat kepada semua masyarakat untuk menjaga kebersihan diri mulai dari hal yang terkecil sekalipun yaitu mencuci tangan,” ujar Shane.

Pada wastafel portabel ini juga terpasang lengkap imbauan dengan langkah-langkah yang tepat dalam mencuci tangan yang baik dan benar serta imbauan pencegahan Corona di masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu pengurus KPN Pitono Adhi menyampaikan pembagian wastafel portabel ini tak hanya ditujukan di wilayah Bogor saja, namun juga di sejumlah titik di Jakarta. Ia berharap melalui pembagian wastafel portabel tersebut, masyarakat menjadi lebih sadar bahwa virus Corona dapat dicegah, salah satunya dengan menjaga sanitasi tangan.

Menurutnya selain wastafel portabel, KPN juga telah membagikan hand sanitizer dan masker gratis bagi warga yang kesulitan mendapatkan alat pencegahan diri dari Corona.

“Selain wastafel portabel yang saat ini kita bagikan, KPN telah mendistribusikan hand sanitizer maupun masker untuk warga menengah ke bawah, terutama mereka yang mempunyai aktifitas dan saling berinteraksi langsung, misalnya pengemudi online, supir bajaj maupun pedagang keliling,” ujar Pitono.

“Mereka ini terpaksa tetap bekerja dan keluar rumah di tengah gempuran wabah Corona. Oleh sebab itu kami berusaha membantu mereka dengan memberikan hand sanitizer agar mereka terlindungi dari ancaman wabah tersebut,” tambah Pitono.

Pitono pun mengajak elemen masyarakat bahu membahu, saling bergotong-royong untuk sama-sama bergerak melawan virus corona ini. Tak lupa juga menjaga pola hidup bersih dan sehat, rutin mengonsumsi sayur dan buah-buahan, serta berolahraga secara teratur.

“Kami harap masyarakat untuk dapat patuhi imbauan pemerintah dalam pencegahan Corona dengan membatasi kontak fisik, menunda sementara kegiatan yang mengumpulkan orang banyak dan tidak keluar rumah jika tidak terlalu penting,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Komite Penggerak Nawacita (KPN) merupakan organ relawan pendukung Jokowi yang terdiri dari berbagai organ seperti Almisbat, Alumni Menteng 64 (AM 64), Blusukan Jokowi, Bara JP, Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT), Kornas-Jokowi, MAPPAN, Paguyuban Relawan Nusantara, Pengawal Pancasila Damai (PPD), RPJB dan Seknas Jokowi.

 

(chrst)

Baca Selengkapnya

BERITA

Mendikbud Nadiem: Realokasi Anggaran Kemendikbud untuk Penanganan Covid-19 Rp 405 Miliar

Oleh

Fakta News
Mendikbud Nadiem Makarim

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melakukan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 untuk penanganan Coronavirus Disease (COVID-19). Nadiem menganggarkan Rp 405 miliar.

“Jumlah realokasi anggaran untuk mendukung pencegahan COVID-19 sebesar Rp 405 miliar,” kata Nadiem dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (27/3/2020).

Nadiem menjelaskan sumber realokasi anggaran tersebut berasal dari penyisiran anggaran di setiap unit kerja di Kemendikbud. Dia mengefisienkan anggaran rapat hingga perjalanan dinas Kementerian untuk menangani COVID-19.

“Ini adalah anggaran yang disisir dari efisiensi berbagai unit utama dan program. Anggaran seperti perjalanan dinas ataupun rakor-rakor dengan banyak orang yang tidak mungkin dilakukan di saat-saat seperti ini,” ujar Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem mengatakan realokasi anggaran tersebut akan digunakan untuk program penguatan kapasitas 13 rumah sakit pendidikan (RSP) dan 13 fakultas kedokteran (FK) yang menjadi test center COVID-19.

Sebanyak Rp 250 miliar dari total realokasi anggaran akan digunakan untuk peningkatan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit pendidikan.

“Kita ingin memperkuat rumah-rumah sakit pendidikan menjadi test center yang bisa melakukan tes hingga 7.600 sampel per hari dan semua rumah sakit pendidikan mampu menangani pasien COVID-19 sesuai kapasitas yang ada,” terang Nadiem.

Selain itu, anggaran itu digunakan untuk menggerakkan 15 ribu relawan mahasiswa dalam melakukan upaya mitigasi pandemi Corona. Sebanyak Rp 5 miliar akan digunakan untuk pengadaan bahan habis pakai untuk KIE, triase, pelacakan, dan pengujian di rumah sakit pendidikan dan fakultas kedokteran.

Selanjutnya, sekitar Rp 60 miliar akan digunakan untuk edukasi COVID-19 ini. Selain itu, Nadiem menyebutkan Rp 90 miliar dari realokasi anggaran akan dipakai dalam pelaksanaan 150 ribu rapid test di lima rumah sakit pendidikan.

“Terutama kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta tugas-tugas lainnya sesuai kebutuhan, kompetensi, dan kewenangan relawan yang dikoordinasikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19,” tutur Nadiem.

Berikut daftar rumah sakit pendidikan yang akan melakukan penanganan COVID-19:

  1. Universitas Airlangga
  2. Universitas Diponegoro
  3. Universitas Gadjah Mada
  4. Universitas Hasanuddin
  5. Universitas Indonesia
  6. Universitas Padjadjaran
  7. Universitas Sumatera Utara
  8. Universitas Andalas
  9. Universitas Brawijaya
  10. Universitas Mataram
  11. Universitas Sebelas Maret
  12. Universitas Tanjungpura
  13. Universitas Udayana.

 

(chrst)

Baca Selengkapnya