Connect with us

Safari Politik, AHY Temui Puan Bahas Pandemi Covid-19 dan Pilkada 2020

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono melanjutkan safari politiknya. Hari ini, AHY, sapaan Agus, menemui Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. AHY mengaku bersyukur bisa menyambung silaturahminya dengan Puan. Menurut dia, agenda ini sudah lama direncanakan tetapi sulit menemukan waktu yang cocok di masa pandemi Covid-19.

“Kebetulan kami sering berkomunikasi sebelum pandemi ini, tapi dalam kapasitas beliau sebagai Ketua DPR dan saya Ketum Demokrat, ini kali pertama pertemuan kami berdua,” kata AHY dalam konferensi pers seusai pertemuan, Kamis, 6 Agustus 2020.

AHY menyebut pertemuannya dengan Puan berlangsung penuh kekeluargaan. Ia mengatakan ada beberapa hal yang didiskusikan, khususnya situasi krisis masa pandemi Covid-19 saat ini yang harus menjadi perhatian bersama.

“Saya sampaikan bahwa Demokrat ingin terus berkontribusi dalam hal pemikiran dan aksi nyata melalui parlemen dan struktur di lapangan,” kata putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

AHY mengakui memang tak mudah menghadapi virus yang tak terlihat. Namun ia berharap Indonesia bisa segera mengatasi Covid-19 yang hingga hari ini angka kasusnya masih tinggi.

“Tapi kami optimis dengan kebersamaan dan bersatunya elemen bangsa dan termasuk antara PDIP-Demokrat,” ujar AHY.

Selain itu, AHY mengatakan ia dan Puan juga mendiskusikan dampak ekonomi yang diperkirakan akan mencapai minus 5,32 persen pada tahun ini. AHY berharap ada upaya positif yang dapat meningkatkan dan membangkitkan ekonomi Indonesia di kuartal ketiga tahun ini dan seterusnya.

Pilkada 2020 yang digelar serentak pun turut menjadi topik pembicaraan. Menurut AHY, Demokrat dan PDIP memiliki kesamaan di berbagai daerah. “Mudah-mudahan kerja sama dan sinergi ini bisa terus dipelihara,” ucapnya.

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan penanganan Covid-19 memerlukan kerja sama semua elemen masyarakat. Terkait Pilkada 2020, Puan mengakui partainya berkoalisi dengan Demokrat di sejumlah daerah.

Puan juga mengatakan ini pertemuan pertamanya dengan AHY sejak politikus berusia 42 tahun itu dilantik menjadi ketua umum Demokrat. Mereka diketahui bertemu sebelumnya pada perayaan Idul Fitri 2019 lalu.

Ketika itu, AHY bertandang ke rumah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang juga ibunda Puan. Namun AHY belum menjadi ketua umum Demokrat pada saat itu.

“Ini pertemuan pertama dalam silaturahmi sebagai ketum dan ketua DPR dan kami berharap ini bukan pertemuan pertama dan terakhir, tapi tetap lakukan silaturahmi untuk bangsa ini bersama-sama,” kata Puan dalam kesempatan yang sama.

Dalam pertemuan tersebut, Puan Maharani didampingi Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto. Adapun AHY didampingi Sekretaris Jenderal Demokrat Teuku Riefky Harsya dan Ketua Fraksi Demokrat DPR Edhi Baskoro Yudhoyono.

 

(edn)

Baca Selengkapnya
Tulis Komentar

BERITA

Polri Susun Konstruksi Hukum Ungkap Penyebab Kebakaran Kejagung

Oleh

Fakta News
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Awi Setiyono

Jakarta – Penyidik gabungan Polri berkoordinasi dengan PT. Mitsubishi Electric sebagai pabrik pembuat lift pada Gedung Utama Kejaksaan Agung terkait penyidikan kasus kebakaran di Gedung Utama Kejaksaan Agung tersebut.

“Penyidik melakukan koordinasi dengan pabrik pembuat lift pada Gedung Utama yakni PT. Mitsubishi Electric,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Awi Setiyono di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis.

Penyidik juga menyusun konstruksi hukum dalam penyidikan kasus kebakaran ini. Pada Kamis (24/9), tim penyidik gabungan Polri meminta keterangan para ahli dari sejumlah universitas ternama terkait penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

“Enam orang ahli terdiri dari ahli Puslabfor, ahli kebakaran dari IPB (Institut Pertanian Bogor) dan UI (Universitas Indonesia), ahli hukum pidana dari UI, Usakti (Universitas Trisakti) dan UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta),” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo.

Penyidik pun masih secara maraton memeriksa saksi-saksi. Pada hari ini, penyidik memeriksa tujuh saksi dalam kasus itu.

“Tujuh orang saksi terdiri dari pihak swasta, pekerja, cleaning service, ASN dan Jaksa di Kejaksaan Agung,” kata Sambo.

Dalam penyidikan kasus ini, penyidik Polri hingga saat ini telah memeriksa 50 saksi termasuk enam ahli pada rentang 21 September – 24 September 2020.

Dari hasil penyelidikan, Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena open flame (nyala api terbuka).

Api berasal dari lantai 6 Ruang Rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung, kemudian api dengan cepat menjalar ke ruangan dan lantai lain karena diduga terdapat cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gipsum, lantai parket, panel HPL dan bahan mudah terbakar lainnya.

Penyidik terus memeriksa para saksi untuk menemukan pelaku penyebab terjadinya kebakaran hebat di Gedung Utama Kejaksaan Agung yang terjadi pada Sabtu (22/8) malam itu.

Pelaku nantinya bakal dijerat dengan Pasal 187 KUHP dan atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun.

Baca Selengkapnya

BERITA

Satgas Covid-19 – Kemenristek BRIN Kembangkan Health Passport Guna Pelacakan Pasien Covid-19

Oleh

Fakta News
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito

Jakarta – Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek BRIN) sedang mengembangkan Paspor Kesehatan atau Health Passport yang akan membantu pelacakan pasien Covid-19 di Indonesia secara lebih efektif.

Program itu bentuk kolaborasi yang baik antara Satgas Penanganan Covid-19 dan Kemenristek BRIN. Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis (24/9/2020).

Tentang perkembangan pemeriksaan pasien Covid-19, jumlah pemeriksaan per orang di Indonesia terus meningkat. Sesuai target WHO, testing minimal 1:1000 penduduk per minggu. Indonesia sudah berhasil mencapai 62% dan menuju 267.000 orang per minggunya.

“Testing bukan upaya yang mudah terima untuk Indonesia sebagai negara besar. Kami masih terkendala dengan keterbatasan jumlah tenaga kesehatan dan jumlah masyarakat yang cukup banyak untuk dilakukan tes,” ungkapnya.

Pemerintah saat ini masih berupaya menentukan harga terendah testing PCR agar bisa terjangkau masyarakat. Satgas Penanganan Covid-19 mendorong kolaborasi antara pemerintah dan swasta termasuk masyarakat untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan sehingga bisa mencapai target sesuai yang direkomendasikan WHO.

“Pemerintah pusat dan daerah sudah berupaya mengadakan reagen dan mengefektifkan jumlah laboratorium yang ada sebagai pemeriksa dan pada saat ini sudah mencapai lebih dari 300 laboratorium yang ada dan kami mohon agar laboratorium dapat meminimalkan sampel dan mempercepat pengiriman data agar mengefektifkan testing yang ada,” ungkapnya.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk mengoptimalkan program pemerintah 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Masyarakat dapat berkontribusi dengan melaporkan kasus Covid-19 di sekitarnya.

“Jangan dijauhi. Bantu untuk laporkan ke Puskesmas/Dinkes setempat agar segera ditangani. Jika merasa mengalami gejala Covid-19 segera hubungi dokter dan inisiatif untuk melakukan test,” tutupnya.

Baca Selengkapnya

BERITA

Airlangga Optimis Ekonomi Indonesia Miliki Daya Tahan Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

Oleh

Fakta News
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan dalam menghadapi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19. Ini tercermin dengan adanya sinyal positif di beberapa indikator, adanya strategi pemulihan ekonomi nasional, serta fasilitas dan insentif.

Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam Virtual Business Dialogue dengan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Komite Singapura bertajuk Special Economic Zones (SEZs): Indonesia New World Economic Paradigm, Kamis (24/9/2020).

Ia menjelaskan, pandemi Covid-19 telah membuat banyak negara mengalami resesi, termasuk Indonesia. Pada kuartal II-2020, Indonesia mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen (yoy), namun perekonomian Indonesia mulai menunjukkan sinyal perbaikan di awal kuartal III-2020.

Dalam rangka upaya mitigasi pandemi Covid-19, pemerintah pun telah memformulasikan langkah akselerasi pemulihan ekonomi melalui adaptasi paradigma ekonomi baru.

“Pada tahun 2020, pemerintah Indonesia berencana menganggarkan Rp 695,2 triliun untuk penanganan Covid-19 yang dialokasikan pada 6 sektor vital, salah satunya yaitu stimulus sektor bisnis melalui insentif pajak,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia melalui penetapan Omnibus Law Cipta Kerja. Selain itu, juga berkomitmen untuk mendorong pembangunan infrastruktur terutama Proyek Strategis Nasional (PSN).

Saat ini, Indonesia memiliki 15 KEK yang beroperasi yang terbuka untuk investasi pada industri manufaktur, pariwisata dan sektor lainnya. Potensi investasi ini terbuka untuk tenant, pengembang maupun penyedia infrastruktur.

“Pemerintah akan memberikan KEK fasilitas dan insentif khusus, baik fiskal maupun non-fiskal,” kata dia.

Pada 10 Juli 2020, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus telah menyetujui pembentukan dua KEK baru di Batam, yaitu Nongsa Digital Park (NDP) dan Batam Aero Technic (BAT). KEK NDP akan berfokus pada industri digital dan pariwisata, sementara KEK BAT akan berfokus pada industri Maintenance, Repair, Overhaul (MRO) pesawat terbang.

Pembentukan dua KEK di Batam telah sesuai dengan masterplan pengembangan Batam yaitu pengembangan industri digital dan kreatif serta industri kedirgantaraan. Pembentukan keduanya juga akan terus didorong untuk menangkap peluang investasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional.

“Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk membuat KEK sebagai destinasi terbaik investasi dalam paradigma baru ekonomi global,” tutup Airlangga.

Baca Selengkapnya